Selasa, 18 September 2012

Obyek Wisata Kabupaten Muaro Jambi

Obyek Wisata
  • Situs Purbakala Candi Muaro Jambi
Komplek Percandian Muaro Jambi. Situs Kepurbakalaan Muaro Jambi merupakan tempat peninggalan purbakala terluas di Indonesia, membentang dari Barat ke Timur 7.5 kilometer di tepian Sungai Batang Hari, dengan luas lebih kurang 12 kilometer persegi. Sebagian kecil berada di Barat Sungai Batang Hari dan di sisi Timur Sungai masuk wilayah Administratif Desa Muaro Jambi dan Desa Danau Lamo, sedangkan di Barat Sungai berada di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.
 
 
 
Pada komplek percandian Muaro Jambi terdapat:
  • Museum Situs, merupakan gedung koleksi tempat menyimpan temuan purbakala atau situs.
  • Arca Prajnaparamita, Arca dalam wujud dewi ini digambarkan dalam dharma-canramudra, yaitu sikap tangan sedang memutus roda dharma. Belanga, merupakan wadah logam dengan berat 160 kg serta tinggi 0,67 meter dengan lingkar bibir berdiameter 1,06 meter.
  • Candi Kembar batu, Candi Kotomahligai, Candi Astano, Candi Gedang 1 dan candi Gedang 2, Candi kedaton
  • Kolam Telago rajo Terletak di depan candi Gumpung atau sebelah Timur museum situs. Kolam ini berukuran 100 x 120 m yang selalu tergenang air dengan kedalaman 2-3 m dari permukaan tanah.
  • Taman Nasional Berbak
Taman Nasional Berbak merupakan salah satu kawasan konservasi lahan basah yang penting di Asia Tenggara ini dibuktikan dengan ditunjuknya sebagai kawasan ramsar (lahan basah Internasional). Letak geografis Taman Nasional Berbau berada antara 104o 06 BT - 104o 30o BT dan 10o 4' LS -1o 35' LS. Secara administrasi Taman ini terletak di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi. Sebagai kawasan lahan basah Berbau ditumbuhi beraneka jenis vegetasi yang khas dan tahan terhadap genangan air.
 
  • Burung Kuau Besar Burung Kuau Besar (Great Agus Pheasant - Arguisanus Argus)
Burung Kuau Besar Burung Kuau Besaradalah salah satu jenis satwa langka yang saat ini masih ada dan hidup di hutan Tanjung Katung Kecamatan maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi IV.Wisata Agro, banyaknya Perusahaan-perusahaan Perkebunan Swasta besar yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit disamping merupakan sarana pemberdayaan ekonomi rakyat melalui sektor perkebunan, dapat juga dijadikan objek agro wisata yang cukup menarik bagi wisatawan karena daya tarik keindahan alam dan udaranya yang masih segar, hal ini tentu saja apabila dikelola oleh tangan - tangan terampil melalui paket-paket wisata yang menarik.
 
 

PESERTA PELATIHAN PENINGKATAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT BERBASIS KOMONITAS (PPMK)


pada pagi ini selasa 18 september 2012 kami dari tim Radio news Muaro  jambi dalam liputan peletihan peningkatan  kehidupan masyrakat berbasis komonitas yang di ikuti oleh 36 orang peserta yang bertempat di balai diklat propinsi Jambi
 Bagus giri sugriwo...berharap melalui pelatihan peningkatan kehidupan masyarakat peserta diharapkan memahami Tim MJN

Minggu, 16 September 2012

Kearifan Lokal dibukit Cinto kenang

Dinamika Kehidupan Masyarakat
Kearifan-Kearifan Lokal dibukit Cinto kenang Muaro Jambi
Sebagai bagian masyarakat Melayu yang umumnya menjadi suku orang-orang yang ada di Pulau Sumatera, sejak dahulu masyarakat Jambi memang dikenal sebagai masyarakat yang memiliki kebudayaan dan tradisi. Tradisi ini terutama berkaitan dengan alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dan aspek integral masyarakat Bukit Cinto Kenang Muaro Jambi . Keseharian hidup masyarakat Bukit Cinto Kenang Muaro Jambi memang tidak dapat dilepaskan dengan alam, terutama dengan beragam sumberdaya alam yang ada di kawasan ini.

Kamis, 13 September 2012

Dubes AS kunjungi Pesantren As`ad di Jambi

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Scot Marciel,mengujungi pondok pesantren As`Ad di Kawasan Seberang Kota Jambi, Provinsi Jambi, Senin.

Marciel mengemukakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah AS dan Indonesia dalam mewujudkan kehidupan yang rukun antarumat beragama dan mendukung program pendidikan di Indonesia.

"Kami memiliki komitmen untuk membahas masalah pendidikan dan kemitraan, agar tercipta kerukunan dalam kehidupan. Jadi, kemitraan bukan hanya di ibukota saja, tapi juga di daerah" katanya.

Pemkab Muaro Jambi relokasi korban tanah longsor

 Pemerintah Kabupaten Muarojambi,
 Provinsi Jambi, berencana merelokasi sedikitnya 50 kepala keluarga pascabencana longsor di Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan belum lama ini.

"Ini termasuk bencana cukup besar, apabila dibangun turap juga membutuhkan biaya tidak sedikit. Relokasi bisa menjadi pilihan terbaik untuk menghindari kejadian yang sama," ujarnya kepada wartawan di Sengeti, ibu kota Kabupaten Muarojambi, Rabu.

Menurut dia, Pemkab Muarojambi akan menyediakan tanah seluas dua hektare secara gratis yang akan dibagikan kepada 50 kepala keluarga korban bencana tanah longsor di Desa Pulau Kayu Aro.

"Kami berharap ini kejadian terakhir. Semoga tidak terulang lagi, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai juga harus waspada," tambahnya.

Secara terpisah, Kasi Evaluasi Balai Pengelolaa Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Provinsi Jambi Sartono menyebutkan sepanjang 100 kilometer daerah aliran sungai Batanghari, Jambi, mulai dari Kabupaten Muarojambi hingga kawasan hilir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masuk pada kawasan rawan longsor.

"Kondisi itu disebabkan kontur tanah yang merupakan daerah endapan pasir dan debu. Jadi sangat rawan longsor, saat musim kemarau, air sungai kering, namun tiba-tiba hujan deras," ujarnya.

Kondisi berbeda justru terjadi di kawasan hulu sungai Batanghari mulai dari Kabupaten Batanghari hingga Kerinci. Bencana sungai yang kerap terjadi lebih disebabkan ulah manusia melalui pembalakan hutan dan konsesi lahan secara berlebihan, khususnya di sepanjang daerah aliran sungai.

Bencana tanah longsor di daerah aliran sungai Batanghari, Jambi, yang terbaru terjadi di Desa Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi pada Kamis (30/8). Sedikitnya 90 unit rumah warga rusak akibat longsor dan terjadi abrasi sepanjang kurang lebih 70 meter.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muarojambi, bencana tanah longsor itu merupakan yang terbesar di daerah itu. Sedikitnya 360 jiwa terpaksa mengungsi akibat kejadian itu.

Buang Sampah Sembarangan, Didenda Rp 10 Juta

 Muaro jambi ternyata punya aturan tersendiri dalam penanganan sampah. Seperti di Kecamatan Sungaibahar. Di daerah ini, setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda. Besar dendanya pun cukup funtastis, yaitu mencapai Rp 10 juta. Hal tersebut, diakui M Taufik, Kepala Dinas Tata Kota, Pertamanan dan Damkar Kabupaten Muarojambi.
“Kita telah lakukan sosialisasi, dan memberikan bantuan untuk penanganan sampah, termasuk membuat pokja. Kini telah menerapkan hal itu,
Dijelaskannya, pemberlakuan aturan tersebut terjadi lantaran adanya pedagang-pedagang dari luar daerah yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Padahal daerah tersebut kini tengah menggalakkan kebersihan. Dimana, selain pembuangan sampah telah dilakukan secara tertib, juga telah ada kelompok kerja yang mengatur pengelolaan dan pembuangan sampah.
Sementara, para pedagang tersebut tidak membuang sampah pada tempatnya, terutama saat ada pasar. Dimana sampah yang ada kerap dibuang di perbatasan antara Desa Nyogan dan batas Unit 22. Sehingga masyarakat menerapkan aturan tersebut untuk menghindari adanya pembuangan sampah yang tidak teratur.
Sejauh ini, setelah aturan tersebut dibuat oleh masyarakat Sungaibahar, belum ada laporan yang menyatakan ada yang melanggar. Sebab jika ketahuan ada yang melanggar, maka aparat desa yang akan menindak sesuai perdes yang ada.
Untuk mengatur masalah pengelolaan sampah sendiri, di Kecamatan Sungaibahar ini, Pemkab Muarojambi dan Pemprov Jambi telah memberikan bantuan berupa motor sampah.
“Selain itu, rencananya kita juga akan membuat tempat pembuangan sampah. Supaya, pokja yang telah kita bentuk dapat mengelola sampah dengan baik,” sambung Taufik.
Dari TPS inilah nantinya sampah-sampah yang telah diolah, seminggu sekali baru akan diambil oleh mobil sampah untuk diangkut ke TPA Bukitbaling. Sebab untuk pembuangan sehari sekali tidak dapat dilakukan, karena jarak yang cukup jauh.
Tak hanya di Kecamatan Sungaibahar, tetapi aturan seperti ini rencananya juga akan diterapkan di Kecamatan Kumpeh. Tetapi tetap tergantung dari masyarakatnya sendiri. “Jika sudah begitu, tentunya sampah tidak akan menjadi masalah yang susah untuk ditangani,

Senin, 10 September 2012

Lahan 1.000 Ha di Muaro Jambi Terbakar

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan, lahan gambut di Kabupaten Muaro Jambi sudah menjadi langganan kebakaran. Bahklan pada  tahun ini, kabupaten dengan luasan terbesar  untuk kebakaran lahan.
“Memang titik apinya terbilang sedikit dari kabupaten lainn. Tetapi saat ini kebakaran terluas adalah terdapat di daerah Muaro Jambi yaitu mencapai seribu hektare. Dan Muaro Jambi pun sudah menjadi langganan terjadinya kebakaran,” ungkap HBA, Sabtu (25/8/2012).
Untuk memadamkan api yang berkobar diatas ribuan hektar lahan milik masyarakat tersebut, tim Maggala Agni yang diketuai oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, Tri Siswo terus melakukan dengan cara menyemprot langsung ke titik api tersebut dengan menggunakan air yang tersedia.

Mengapa selalu dengar radio