Kamis, 31 Januari 2013

TATA KELOLA PEMERINTAHAN PROVINSI JAMBI


Dinamika tata-kepemerintahan provinsi Jambi  diperankan oleh empat arena yaitu: pemerintah (government), birokrasi (bureaucracy), masyarakat sipil (civil society) dan masyarakat ekonomi (economic society). Oleh karena itu, kualitas dan kemajuan suatu tata-kepemerintahan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan birokrasi namun juga arena-arena lain yang berinteraksi dengan pemerintah. Masing-masing arena berkontribusi pada kualitas dan kemajuan tata-kepemerintahan daerah sehingga penting juga untuk melihat bagaimana masing-masing arena menerapkan enam prinsip good governance, yaitu: partisipasi (participation), akuntabilitas (accountability), keadilan (fairness), transparansi (transparency), efisiensi (efficiency) dan efektivitas (effectiveness).
Oleh karena masing-masing arena memiliki kontribusi pada tata-kepemerintahan di daerahnya, maka interaksi antar arena menjadi faktor penting untuk menentukan kinerja tata-kepemerintahan secara keseluruhan. Dalam hal ini, Partnership for Governance Reform bersama 33 Peneliti yang tersebar di 33 provinsi bermaksud menyelenggarakan workshop di setiap provinsi dengan tujuan untuk mendapatkan masukan dari sumber-sumber yang kompeten dan memahami isu-isu tata-kepemerintahan di provinsi. Kegiatan ini akan mengundang para stakeholder, antara lain: pejabat pemerintah, pimpinan DPRD, kepala SKPD, pimpinan organisasi masyarakat sipil, akademisi, wartawan, pimpinan asosiasi usaha, serta sumber-sumber lain yang kompeten dan memahami kondisi dan perkembangan tata kelola provinsi.


TUJUAN KEGIATAN 

Tujuan umum dari kegiatan workshop ini adalah:
1.                  Mendapatkan masukan dari para sumber-sumber kompeten di setiap provinsi mengenai kondisi dan perkembangan kinerja tata-kepemerintahan di setiap provinsi.
2.                  Mendapatkan masukan terkait kerangka konseptual interaksi antar stakeholder dalam mendorong kinerja tata-kepemerintahan di setiap provinsi.
3.                  Menyediakan medium dialog antar stakeholder di level provinsi, sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi positif terhadap tata kelola pemerintahan di tingkat provinsi.


BENTUK KEGIATAN

Kegiatan ini dirancang dalam bentuk lokakarya (workshop) yang dipadukan diskusi terarah. Kegiatan ini akan mengundang 36 nara sumber yang kompeten dan menguasai isu-isu tata kelola pemerintahan provinsi. Mereka mewakili unsur  pemerintah, birokrasi, masyarakat sipil dan dunia usaha. Selain memberikan masukan melalui sesi diskusi terarah, peserta juga diharapkan bisa mengisi kuesioner mengenai tata-kepemerintahan yang telah dipersiapkan.
Kegiatan ini akan dipimpin langsung oleh Peneliti Partnership di masing-masing provinsi. Pada sesi diskusi terarah, Peneliti Provinsi dengan dibantu oleh para Fasilitator akan membagi peserta lokakarya menjadi beberapa kelompok berdasarkan bidang-bidang kepemerintahan seperti pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil. Kesimpulan diskusi dari tiap kelompok kemudian akan dibahas dalam sesi pleno yang melibatkan seluruh peserta.
Pada sela-sela dan akhir sesi, peserta akan diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi penyelenggaraan tata kelola pemerintahan provinsi. Kuesioner akan dikumpulkan kepada para fasilitator sesaat sebelum penutupan acara.


PESERTA
Peserta merupakan perwakilan empat sektor (arena) governance, yaitu pemerintah, birokrasi, masyarakat sipil, dan dunia usaha yang memenuhi kriteria WIP (Well-Informed Person), yaitu :
-          Para pengambil keputusan/kebijakan (para ketua komisi di DPRD, Gubernur/wakil gubernur, dan Sekda)
-          Pejabat birokrasi (para kepala SKPD atau wakilnya)
-          Pelaku usaha (para pimpinan asosiasi bisnis setempat)
-          Tokoh masyarakat sipil (pimpinan LSM, organisasi sosial kemasyarakatan, koperasi, wartawan, akademisi, dan sebagainya).



Jumat, 25 Januari 2013

MUARO JAMBI RADIO DALAM KEGIATAN BERGAMBAR AWAL 2013

Dinas kesehatan
Add caption
ketua KPID Jambi
Ibu Gubernur tentang 65 Tahun Pro.Jambi




PEMBANGUAN GEDUNG STUDIO MUARO JAMBI RADIO DI BUKIT CINTO KENANG MUARO JAMBI BUTUH DANA Rp.112.775.000,-


Kabupaten Muaro Jambi berada pada bagian timur dan tengah pulau Sumatera dan mengitari Kota Jambi sebagai pusat Pemerintahan Propinsi Jambi, dengan luas wilayah 5.246 Km2  berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Batang Hari dan Propinsi Sumatera Selatan.
Radio MJN Fm 92,5
Dengan alasan tersebut, Radio Muaro Jambi News 92,5 FM, yang dirintis sejak bulan Januari 2007 dan diresmikan Bupati Muaro Jambi tanggal 30 Maret 2008,  hadir ditengah masyarakat yang sebagian besar masih berdomisili di wilayah perdesaan, dan ditinjau dari keefektifan media radiolah yang cocok  dinikmati sambil melaksanakan aktifitas tanpa banyak mengganggu aktifitas itu sendiri serta radio masih menjadi alternatif utama bagi mereka untuk mendapatkan informasi dan hiburan.
Sehubungan dengan kebutuhan kami dalam memberikan pelayanan terhadap penyebaran informasi kepada masyarakat teritama informasi kegiatan pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan pemerintah kabupaten Muaro Jambi . Untuk itu, kami masih memerlukan beberapa Failitas yang mendukung terlaksananya program kami tersebut.antara lain pembangunan gedung siaran luar yang belokasi di belakang rumah dinas Bupati Muaro Jambi di Bukit Cinto Kenang Sengeti

1.2 Tujuan Yang ingin dicapai
Dengan adanya Gedung Siaran Luar (studio 2)  ini, kami mengharapkan dapat meningkatkan pelayanan penyebaran berita kepada masyarakat terutama berita kegiatan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi baik secara langsung maupun siaran tunda , wawancara (talk show) maupun tel wicara.

1.3 Lokasi Pembangunan Gedung
Pembangunan Gedung Siaran Luar (studio 2) ini direncanakan berlokasi di Komlek Perkantoran  Dinas Bupati Muaro Jambi Jl. Pertanian  Rt. 03  Desa Bukit Cinto kenang  Kecamatan Sekernan  Kabupaten Muaro Jambi.



BAB II
RINCIAN KEBUTUHAN DANA
A.   PEMBELIAN MATERIAL BANGUNAN
- Batu Bata 30.000 Buah @ Rp. 500          : Rp 15.000.000,-
- Batu Kerikil 12 Kubik @ Rp 400.000        : Rp   4.800.000,-
- Pasir 25 Kubik @ 75.000                          : Rp   1.875.000,-
- Semen 200 sak @ Rp. 50.000                  : Rp 10.000.000,-
- Pintu dan Jendela                                      : Rp. 7.500.000,-
- Keramik 90 Kotak @ Rp 50.000                : Rp. 4.500.000,-
- Besi Bangunan                                           : Rp.  3.000.000,-
- Kayu                                                           : Rp.20.000.000,-
- Seng 3 Kodi @ Rp. 700.000                      : Rp.  2.100.000,-
- Cat Tembok                                                 : Rp.  1.000.000,-     
- Biaya Tak terduga                                        : Rp   3.000.000,-
   Jumlah                                                             : Rp 72.775.000,-
2.1 Upah
- Upah Mendirikan Bangunan                              : Rp 35.000.000,-
- Upah Penimbunan Fondasi                              : Rp   5.000.000,-
      Jumlah                                                          : Rp.40.000.000,-


            Jumlah Total                                                  : Rp  72.775.000,-
                                                                                    : Rp  40.000.000,-
                                                                                    : Rp112.775.000,-

Terbilang : (Seratus Dua Belas Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)

Mengapa selalu dengar radio