Jumat, 28 Agustus 2015

Kondisi Geografis dan Adminstratif Kabupaten Muaro Jambi

GAMBARAN UMUM DAERAH
Kondisi Geografis dan Adminstratif Kabupaten Muaro Jambi
Radio News Muaro JAmbi // Berdasarkan Undang Undang Nomor 54 Tahun 1999 sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Batang Hari, secara resmi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 1999. Pusat Pemerintahan di Kota Sengeti sebagai ibu Kota Kabupaten Muaro Jambi denganPusat Perkantoran di Bukit Baling Kecamatan Sekernan. Letak geografis wilayah yang cukup strategis berada di hinterland Kota Jambi, hal ini memberikan keuntungan bagi Kabupaten Muaro Jambi karena Kabupaten ini memiliki peluang yang cukup besar sebagai daerah pemasok kebutuhan kota Jambi, seperti pemasaran untuk hasil pertanian, perikanan, industri dan jasa.
Luas wilayah Kabupaten Muaro Jambi ± 5.246 KM2, secara administrasi mempunyai batas-batas wilayah, sebagai berikut :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Propinsi Sumatera Selatan.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Batang Hari.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Secara Geografis Kabupaten Muaro Jambi terletak antara 10 511 Lintang Selatan sampai dengan 20 011 Lintang Selatan dan diantara 1030 151 Bujur Timur sampai dengan 1040 301 Bujur Timur. Kabupaten Muaro Jambi merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian dari permukaan laut, antara lain:
  • 0    - 10 Meter   = 11,80%
  • 11  - 100 Meter = 23,70%
  • 101- 300 Meter= 4,50%
Termasuk daerah yang beriklim tropis dengan curah hujan merata sepanjang tahun rata-rata 186 mm per hari dengan Intensitas hujan rata-rata 16 hari hujan.Temperatur rata-rata 32 ÂșC dengan variasi Temperatur antara musim hujan dengan kemarau relatif kecil. Secara Administratif Kabupaten Muaro Jambi sampai tahun 2012 ini terdiri dari 11 (sebelas) Kecamatan, 5 Kelurahan, dan 146 Desa,Jumlah Desa / Kelurahan pada masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Muaro Jambi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. Jumlah Desa/Kelurahan menurut Kecamatan Tahun 2012.
No KECAMATAN JUMLAH
DESA KELURAHAN
1 JAMBI LUAR KOTA 17 1
2 MESTONG 14 1
3 SEKERNAN 15 1
4 MARO SEBO 11 1
5 KUMPEH 16 1
6 KUMPEH ULU 17 -
7 SUNGAI BAHAR 11  
8 SUNGAI GELAM 14  
9 TAMAN RAJO 10  
10 SUNGAI BAHAR UTARA 11  
11 SUNGAI BAHAR SELATAN 10  
JUMLAH 146 5
Sumber: Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2012
Pada Tahun 2010 yang lalu dilakukan pemekaran terhadap Kecamatan Sungai Bahar menjadi Kecamatan Sungai Bahar Utara dan Kecamatan Sungai Bahar Selatan, Kecamatan Maro Sebo dimekarkan 1 Kecamatan, yaitu Kecamatan Taman Rajo dan pada tahun 2009, ada beberapa desa yang dimekarkan diantaranya di Kecamatan Sungai Bahar dibentuk 2 Desa baru yaitu Desa Mekar Sari Makmur dan Desa Bhakti Mulya, di kecamatan Sungai Bahar Utara dibentuk 4 Desa Baru yaitu Desa Talang Datar, Desa Pinang Tinggi, Desa Mulya Jaya dan Desa Sungai Dayo,Selanjutnya Kecamatan Sungai Bahar Selatan dibentuk 2 Desa Baru yaitu Desa Mekar Jaya dan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Kumpeh dibentuk 2 Desa Baru yaitu Desa Rondang dan Desa Maju Jaya, Kecamatan Mestong dibentuk 2 Desa Baru yaitu Desa Muaro Sebapo dan Desa Tanjung Pauh Talang Pelita. Kemudian di Kecamatan Sungai Gelam dibentuk 3 Desa Baru yaitu Desa Mingkung, Desa Trimulya Jaya dan Desa Mekar Jaya serta Kecamatan Jambi Luar Kota dibentuk 2 Desa Baru, yaitu Desa Danau Sarang Elang dan Desa Simpang Lima.Sarang Burung Jaluko .

SEJARAH WAYANG KULIT

Radio News Muaro Jambi // WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Mengapa selalu dengar radio