Selasa, 10 April 2012

Berbagai Penugasan Pernah Dilakukan,Kopassus kini menginjak Usianya ke 60 tahun

MJN, Sarbu, Pada 16 April 2012 Kopassus menginjak Usianya ke 60, berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari Bhakti Sosial,Olahraga Dll, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, HUT kali ini tidak dilakukan secara meriah tetapi dilakukan secara sederhana dengan lebih mendekatkan kepada Rakyat. seperti diketahui, Kopassus adalah bagian dari TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
Discovery Channel Military edisi Tahun 2008 pernah membahas tentang pasukan khusus terbaik di dunia (TOP ELITE SPECIAL FORCES IN THE WORLD). Seluruh pasukan khusus didunia dinilai kinerjanya dengan parameter menurut pendapat dari berbagai pengamat bidang militer dan ahli sejarah. Posisi pertama di tempati SAS (Inggris), peringkat kedua MOSSAD (ISRAEL) lalu peringkat ketiga adalah KOPASUS (Indonesia). Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan mengapa pasukan khusus dari amerika tidak masuk peringkat terhormat. Itu karena mereka terlalu bergantung pada peralatan yang mengusung teknologi super canggih, akurat dan serba digital. Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Termasuk didalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain2nya. Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan teknologi canggih dan Skill di atas rata-rata pasukan luar Elit luar negeri lainnya menjadi nilai plus dari KOPASSUS.Itu pula yang menimbulkan anggapan 1 prajurit KOPASSUS setara dengan 5 prajurit reguler.
Mungkin karena itu pula kenapa sekitar Tahun 90-an Amerika Serikat keberatan dan Australia ketakutan ketika Indonesia akan memperbesar jumlah anggota Kopassus.

Sejarah Kopassus

Pada tanggal 16 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat.
Komandan pertama saat itu adalah Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

KKAD

Pada tanggal 18 Maret 1953 Mabes ABRI mengambil alih dari komando Siliwangi dan kemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).

RPKAD

Tanggal 25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad Idjon Djanbi.
Tahun 1959 unsur-unsur tempur dipindahkan ke Cijantung, di timur Jakarta. Dan pada tahun 1959 itu pula Kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat itu organisasi militer itu telah dipimpin oleh Mayor Kaharuddin Nasution.
Pada saat operasi penumpasan DI/TII, komandan pertama, Mayor Idjon Djanbi terluka, dan akhirnya digantikan oleh Mayor RE Djailani.

Puspassus AD

Pada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama lima tahun. Sebenarnya hingga tahun 1963, RPKAD terdiri dari dua batalyon, yaitu batalyon 1 dan batalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1 dikerahkan ke Lumbis dan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia, sedangkan batalyon 2 juga mengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia, maka komandan RPKAD saat itu, Letnan Kolonel Sarwo Edhie -karena kedekatannya dengan Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani, mengusulkan 2 batalyon 'Banteng Raider' bentukan Ahmad Yani ketika memberantas DI/TII di Jawa Tengah di upgrade di Batujajar, Bandung menjadi Batalyon di RPKAD, masing-masing Batalyon 441"Banteng Raider III", Semarang ditahbiskan sebagai Batalyon 3 RPKAD di akhir tahung 1963. Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436 "Banteng Raider I", Magelang menjadi Batalyon 2 menggantikan batalyon 2 lama yang kekurangan tenaga di pertengahan 1965. Sedangkan Batalyon 454 "Banteng Raider II" tetap menjadi batalyon di bawah naungan Kodam Diponegoro. Batalyon ini kelak berpetualang di Jakarta dan terlibat tembak menembak dengan Batalyon 1 RPKAD di Hek.

Kopassandha

Tanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama ke Dili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. Sementara Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato pada Desember 1978. Prestasi yang melambungkan nama Kopassandha adalah saat melakukan operasi pembebasan sandera yaitu para awak dan penumpang pesawat DC-9 Woyla Garuda Indonesian Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstremis Islam "Komando Jihad" yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, 28 Maret 1981. Pesawat yang tengah menerbangi rute Palembang-Medan itu sempat didaratkan di Penang, Malaysia dan akhirnya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok. Di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, pasukan Kopassandha mampu membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan. Korban yang jatuh dari operasi ini adalah Capa (anumerta) Achmad Kirang yang meninggal tertembak pembajak serta pilot Kapten Herman Rante yang juga ditembak oleh pembajak. Imran bin Muhammad Zein ditangkap dalam peristiwa tersebut dan dijatuhi hukuman mati.
Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao, yang bersembunyi di Dili bersama pendukungnya.

Kopassus

Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus hingga kini.
ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.
Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grup dari tiga Grup menjadi lima Grup.
  • Grup 1/Parakomando — berlokasi di Serang, Banten
  • Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
  • Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
  • Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
  • Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-grup tadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassus yang berpangkat Brigjen menjadi Komandan Jendral (Danjen) Kopassus yang berpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini.
Secara garis besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima Grup, yaitu:

Ilmuwan dan Kopi

MJN, Sarbu, Sebuah survei yang digelar situs Careerbuilder menyimpulkan,bahwa ilmuwan adalah kelompok pekerja yang paling banyak membutuhkan kopi. Dalam survei online yang melibatkan 4.700 orang di seluruh dunia sebagian besar ilmuwan mengaku kurang produktif jika tidak meminum kopi saat bekerja. Kelompok lain yang juga banyak meminum kopi adalah tenaga pemasaran dan humas, pekerja rumah sakit, editor dan penulis berita.

Sabtu, 24 Maret 2012

Profil Amanina Afiqah Ibrahim

MJN. Sarbu, Amanina Afiqah Ibrahim atau yang di kenal Afika iklan orea saat ini banyak di perbincangkan di dunia maya karena kelucuan dan imut dalam penampilannya di iklan oreo. Gadis kecil menggemaskan ini membuat banyak orang meyukainya. Belum lagi ditambah kehadiran komik Afiqah VS Presiden SBY yang sempat menjadi trending topik di situs jejaring sosial twitter. Nah lantas seperti apa sosok gadis lucu Afiqah berikut ini saya sajikan untuk anda


Profil Amanina Afiqah Ibrahim :
Nama: Amanina Afiqah Ibrahim
Tanggal Lahir: 6 Januari 2006
Tentang: Bintang iklan “Bebelac Star” dan “Oreo Ice Cream Jeruk” dan “Sepeda Family”

Jenis Kelamin: Perempuan
Nama orangtua :
Ibu: Dina Erwin Estaria
Ayah: Erwin Andri Ibrahim
Adik : Danish Xavier Ibrahim (laki-laki, 2 tahun)
Minat Pribadi: Nyanyi, menari, main musik, akting
Game yang disuka: Angry Bird

Kamis, 22 Maret 2012

Zumi Zola resmi menjadi suami Sherrin Tharia

MJN, Sarbu, Aktor yang juga Bupati Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, Zumi Zola resmi menjadi suami Sherrin Tharia. Keduanya pun ingin berbulan madu sekaligus beribadah umrah. Seperti yang tertulis dalam rilis yang diterima wartawan, Zumi Zola dan Sherrin akan berbulan madu di tanah suci Mekkah. Rencana itu akan dilakukan sebagai ucapan syukur kepada Allah atas pernikahan tersebut. "Kami sepakat melakukan bulan madunya sekalian umrah saja. Menunjukkan rasa syukur kami kepada Allah atas pernikahan ini dan memohon ridho Allah untuk menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah," ujar Zumi seperti tertulis dalam rilis yang diberikan kepada wartawan, Jumat (16/3). Zumi dan Sherrin akan bertolak dari Jakarta menuju tanah suci Mekkah pada 18 Maret 2012, mendatang. Mereka pun menyampaikan permohonan doa dari wartawan yang melakukan peliputan pernikahannya, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat. "Rencananya, kami akan berangkat pada tanggal 18 Maret. Mohon doa dari rekan-rekan pers untuk kelancarannya, amin," tulisnya lagi. Pernikahan Zumi Zola dan Sherrin Tharia berlangsung tertutup di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Wartawan tidak diperkenankan untuk meliput. Bahkan, tidak ada acara jumpa pers setelah akad tersebut usai.

Sabtu, 10 Maret 2012

Perjalanan

Desa Muaro Jambi
Sebuah desa yang terletak di tepian sungai Batanghari dan berada paling dekat dengan Kompleks Percandian Muaro Jambi ini, dengan keunikan adat istiadat dan budaya Melayu Jambinya, menjadikan desa ini salah satu tujuan ekowisata terbaru. Kehidupan masyarakat setempat yang masih menjunjung tinggi kekhasan lokal seperti tutur kata dan kesenian, yang ditunjang dengan beberapa warisan peninggalan menapo yang berada di perkebunan mereka menambah daya tarik desa ini. Pengalaman trekking di kawasan candi dan berinteraksi dengan masyarakat lokal serta menikmati masakan lokal adalah beberapa aktifitas yang dapat dilakukan disini. Selain itu, menginap di pondok ladang saat panen buah durian pada musim panen, yaitu pada bulan Desember hingga Januari, adalah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi anda bila mengunjungi desa ini.

muarojambi-village-1muarojambi-village-3muarojambi-village-2
 

Jumat, 09 Maret 2012

ZUMI ZOLA LEPAS LAJANG

MJN, SARBU ‑ Pernikahan Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Zumi Zola segera dilaksanakan.
Putra dari mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin ini akan menggelar akan nikah pada Jumat (16/3), di Hotel Sahid Jakarta dengan mempelai perempuan, Sherrin Tharia.
Ayah Zumi Zola, Zulkifli Nurdin yang dihubungi  mengatakan seluruh persiapan akad nikah telah rampung 100 persen, begitupun undangan, seluruhnya  telah disebar.
"Jadi Benar ya tanggal 16 Maret (2012), dia (Zumi Zola) akan melangsungkan akad nikah. Persiapannya sudah selesai semuanya," kata Zulkifli, Kamis (8/3).
 Mengenai hubungan Zola dan Sherrin Tharia, katanya telah saling kenal sejak tiga empat tahun lalu. Keduanya terlihat bahagia dan diharapkan mampu saling mengisi sebagai suami dan istri.
"Pribadinya (Sherrin Tharia) baik. Keduanya telah kenal tiga empat tahun lalu. Agamanya juga bagus, bahkan dia ahli main biola" ujarnya.

CANDI MUARO JAMBI

Pertambangan Ancam Kelestarian Candi Muaro Jambi  

MJN, Sarbu - Perusahaan yang terbukti berada di dalam kawasan Candi Muaro Jambi diperintahkan harus hengkang dan mencari lokasi baru. Seruan tersebut tertuang dari hasil rapat pada akhir 2011 antara perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

"Keputusan tim sudah jelas. Jadi, semua perusahaan yang ada di dalam kawasan candi harus keluar dan mencari lokasi baru karena dianggap mengancam kelestarian situs percandian tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jambi Didy Wurjanto pada Rabu malam, 1 Februari 2012.
Hanya saja hingga kini, kata Didy, beberapa perusahaan itu tidak mengindahkan seruan tersebut. "Untuk melakukan pengusiran, tentu saja bukan tanggung jawab kami, tapi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi selaku pemilik wilayah," ujarnya.
Kawasan Candi Muaro Jambi memiliki luas 2.600 hektare dan berada di Desa Kemingking, Kabupaten Muaro Jambi. Tapi, sejak beberapa tahun terakhir ini, sudah ada beberapa perusahaan di kawasan itu yang menjadikannya sebagai tempat penumpukan batu bara dan pabrik minyak goreng.
"Kami sudah mengajukan ke UNESCO agar kawasan ini masuk warisan dunia. Semua persyaratan sudah terpenuhi, namun keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut bisa menjadi penghalang. Jadi, nantinya Candi Muarojambi itu bukan hanya milik masyarakat Kabupaten Muarojambi dan Provinsi Jambi, tapi juga milik dunia," katanya.

CANDI MUARO JAMBI

Cagar Budaya Muaro Jambi Terancam Rusak

MJN, Sarbu - Kompleks situs kuno di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, terancam rusak karena pabrik-pabrik yang dibangun di sekitarnya.
Menurut Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Junus Satrio Atmodjo, pabrik-pabrik ini mulai berdiri sejak 1980-an. Sejak itulah mulai ada penebangan pohon yang sedikit demi sedikit menghilangkan karakter ekologis cagar budaya ini.
Di sekitar Muaro Jambi berdiri perusahaan kayu lapis, pabrik pengolahan baja, dan pabrik-pabrik lain. Bahkan ada pabrik yang lokasinya berada di dalam kompleks candi, tepatnya daerah bernama Teluk. Akibatnya, di area itu terpaksa diberi batas seluas 65 x 65 meter untuk menyelamatkan peninggalan budaya dari kerusakan akibat perluasan.
Di sekitar Candi Teluk, beberapa menapo atau gundukan batu dari bangunan kuno yang tertimbun, rusak karena adanya pembangunan dermaga baru untuk transportasi sungai di sekitar kawasan. Rusaknya menapo-menapo itu karena diratakan oleh buldozer. Padahal keberadaan menapo menggambarkan hunian penduduk pada masa lalu.
Cagar budaya Muaro Jambi adalah daerah-daerah yang mencakup tujuh wilayah desa di Kabupaten Muaro Jambi. Ketujuh desa tersebut adalah Desa Dusun Baru, Desa Danau Lamo, Desa Muarajambi, Desa Kemingking Luar dan Desa Kemingking Dalam,serta Desa Teluk Jambu dan Desa Dusun Mudo.
Di tempat ini terdapat kompleks candi peninggalan masa Hindu-Buddha yang dibangun pada abad VII-XIII Masehi. Kawasan tersebut memiliki luas 2.612 hektare. Candi-candi yang terdapat di wilayah itu adalah Candi Teluk I, Candi Teluk II, Candi Cina, Menapo Cina, Menapo Pelayangan, Menapo Mukti, dan Menapo Astano. Menapo adalah tumpukan batu yang sudah tertimbun.

Minggu, 12 Februari 2012

WHITNEY HOUSTON WAFAT

Jenazah artis dan musisi Whitney Houston
ditemukan di kamarnya. di lantai empat Hotel Beverly Hilton Los Angeles sekitar pukul tiga sore Tim gawat darurat yang datang tak lama kemudian masih berupaya memberikan pernafasan buatan atau resusitasi selama 20 menit/ namun gagal  Kepolisian Beverly Hills menyatakan pemenang enam Grammy Awards itu meninggal dunia pada pukul 03.55 waktu Los Angeles Letnan Mark Rosen dari Kepolisian Beverly Hills sebagaimana dikutip MSNBC menyatakan tidak menemukan tanda-tanya nyata adanya tindak kriminal pada jenazah Whitney Houston Namun serangkaian tes masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian mantan istri rapper Bobby Brown itu

Peringatan HPN di Jambi Diwarnai Unjuk Rasa

Peringatan HPN di Jambi Diwarnai Unjuk Rasa
 Unjuk rasa mahasiswa terjadi menjelang puncak peringatan Hari Pers Nasional 2012 di Kota Jambi, Rabu (9/2/2012). Mahasiswa menuntut pemerintah menyelesaikan konflik lahan yang marak terjadi di berbagai daerah.

Jumat, 03 Februari 2012

SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH

Pada logo Provinsi Jambi yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 1969 tertera kalimat Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

PENGERTIAN LAMBANG DAERAH

  1. Bidang dasar persegi lima :
    Melambangkan jiwa dan semangat PANCASILA Rakyat Jambi.
  2. Enam lobang mesjid dan satu keris serta fondasi mesjid dua susun batu diatas lima dan dibawah tujuh : Melambangkan berdirinya daerah Jambi sebagai daerah otonom yang berhak mengatur rumahtangganya sendiri pada tanggal 6 Januari 1957.
  3. Sebuah mesjid :
    Melambangkan keyakinan dan ketaatan Rakyat Jambi dalam beragama.
  4. Keris Siginjai :
    Keris Pusaka yang melambangkan kepahlawanan Rakyat Jambi menentang penjajahan dan kezaliman menggambarkan bulan berdirinya Provinsi Jambi pada bulan Januari.
  5. Cerana yang pakai kain penutup persegi sembilan :
    Melambangkan Keiklasan yang bersumber pada keagungan Tuhan menjiwai Hati Nurani.
  6. GONG :
    Melambangkan jiwa demokrasi yang tersimpul dalam pepatah adat "BULAT AIR DEK PEMBULUH, BULAT KATO DEK MUFAKAT".
  7. EMPAT GARIS :
    Melambangkan sejarah rakyat Jambi dari kerajaan Melayu Jambi hingga menjadi Provinsi Jambi.
  8. Tulisan yang berbunyi: "SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH" didalam satu pita yang bergulung tiga dan kedua belah ujungnya bersegi dua melambangkan kebesaran kesatuan wilayah geografis 9 DAS dan lingkup wilayah adat dari Jambi : "SIALANG BELANTAK
  9. BESI SAMPAI DURIAN BATAKUK RAJO DAN DIOMBAK NAN BADABUR, TANJUNG JABUNG". 

SEJARAH BERDIRINYA PROVINSI JAMBI

Dengan berakhirnya masa kesultanan Jambi menyusul gugurnya Sulthan Thaha Saifuddin tanggal 27 April 1904 dan berhasilnya Belanda menguasai wilayah-wilayah Kesultanan Jambi, maka Jambi ditetapkan sebagai Keresidenan dan masuk ke dalam wilayah Nederlandsch Indie. Residen Jambi yang pertama O.L Helfrich yang diangkat berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Belanda No. 20 tanggal 4 Mei 1906 dan pelantikannya dilaksanakan tanggal 2 Juli 1906.
Kekuasan Belanda atas Jambi berlangsung ± 36 tahun karena pada tanggal 9 Maret 1942 terjadi peralihan kekuasaan kepada Pemerintahan Jepang. Dan pada 14 Agustus 1945 Jepang menyerah pada sekutu. Tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Negara Republik Indonesia. Sumatera disaat Proklamasi tersebut menjadi satu Provinsi yaitu Provinsi Sumatera dan Medan sebagai ibukotanya dan MR. Teuku Muhammad Hasan ditunjuk memegangkan jabatan Gubernurnya.
Pada tanggal 18 April 1946 Komite Nasional Indonesia Sumatera bersidang di Bukittinggi memutuskan Provinsi Sumatera terdiri dari tiga Sub Provinsi yaitu Sub Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan.
Sub Provinsi Sumatera Tengah mencakup keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Jambi. Tarik menarik Keresidenan Jambi untuk masuk ke Sumatera Selatan atau Sumatera Tengah ternyata cukup alot dan akhirnya ditetapkan dengan pemungutan suara pada Sidang KNI Sumatera tersebut dan Keresidenan Jambi masuk ke Sumatera Tengah. Sub-sub Provinsi dari Provinsi Sumatera ini kemudian dengan undang-undang nomor 10 tahun 1948 ditetapkan sebagai Provinsi.
Dengan UU.No. 22 tahun 1948 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah keresidenan Jambi saat itu terdiri dari 2 Kabupaten dan 1 Kota Praja Jambi. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Kabupaten Merangin yang mencakup Kewedanaan Muara Tebo, Muaro Bungo, Bangko dan Batanghari terdiri dari kewedanaan Muara Tembesi, Jambi Luar Kota, dan Kuala Tungkal. Masa terus berjalan, banyak pemuka masyarakat yang ingin keresidenan Jambi untuk menjadi bagian Sumatera Selatan dan dibagian lain ingin tetap bahkan ada yang ingin berdiri sendiri. Terlebih dari itu, Kerinci kembali dikehendaki masuk Keresidenan Jambi, karena sejak tanggal 1 Juni 1922 Kerinci yang tadinya bagian dari Kesultanan Jambi dimasukkan ke keresidenan Sumatera Barat tepatnya jadi bagian dari Kabupaten Pesisir Selatan dan Kerinci (PSK)
 Tuntutan keresidenan Jambi menjadi daerah Tingkat I Provinsi diangkat dalam Pernyataan Bersama antara Himpunan Pemuda Merangin Batanghari (HP.MERBAHARI) dengan Front Pemuda Jambi (FROPEJA) Tanggal 10 April 1954 yang diserahkan langsung Kepada Bung Hatta Wakil Presiden di Bangko, yang ketika itu berkunjung kesana. Penduduk Jambi saat itu tercatat kurang lebih 500.000 jiwa (tidak termasuk Kerinci)
Keinginan tersebut diwujudkan kembali dalam Kongres Pemuda se-Daerah Jambi 30 April – 3 Mei 1954 dengan mengutus tiga orang delegasi yaitu Rd. Abdullah, AT Hanafiah dan H. Said serta seorang penasehat delegasi yaitu Bapak Syamsu Bahrun menghadap Mendagri Prof. DR.MR Hazairin.
Berbagai kebulatan tekad setelah itu bermunculan baik oleh gabungan parpol, Dewan Pemerintahan Marga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Merangin, Batanghari. Puncaknya pada kongres rakyat Jambi 14-18 Juni 1955 di gedung bioskop Murni terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi bernama Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) untuk mengupayakan dan memperjuangkan Jambi menjadi Daerah Otonomi Tingkat I Provinsi Jambi.
Pada Kongres Pemuda se-daerah Jambi tanggal 2-5 Januari 1957 mendesak BKRD menyatakan Keresidenan Jambi secara de facto menjadi Provinsi selambat-lambatnya tanggal 9 Januari 1957 .
Sidang Pleno BKRD tanggal 6 Januari 1957 pukul 02.00 dengan resmi menetapkan keresidenan Jambi menjadi Daerah Otonomi Tingkat I Provinsi yang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan keluar dari Provinsi Sumatera Tengah. Dewan Banteng selaku penguasa pemerintah Provinsi Sumatera Tengah yang telah mengambil alih pemerintahan Provinsi Sumatera Tengah dari Gubernur Ruslan Mulyohardjo pada tanggal 9 Januari 1957 menyetujui keputusan BKRD.
Pada tanggal 8 Februari 1957 Ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein melantik Residen Djamin gr. Datuk Bagindo sebagai acting Gubernur dan H. Hanafi sebagai wakil Acting Gubernur Provinsi Djambi, dengan staff 11 orang yaitu Nuhan, Rd. Hasan Amin, M. Adnan Kasim, H.A. Manap, Salim, Syamsu Bahrun, Kms. H.A.Somad. Rd. Suhur, Manan, Imron Nungcik dan Abd Umar yang dikukuhkan dengan SK No. 009/KD/U/L KPTS. tertanggal 8 Februari 1957 dan sekaligus meresmikan berdirinya Provinsi Jambi di halaman rumah Residen Jambi (kini Gubernuran Jambi).
Pada tanggal 9 Agustus 1957 Presiden RI Ir. Soekarno akhirnya menandatangani di Denpasar Bali. UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang Pembentukan Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Dengan UU No. 61 tahun 1958 tanggal 25 Juli 1958 UU Darurat No. 19 Tahun 1957 Tentang Pembentukan Daerah Sumatera Tingkat I Sumatera Barat, Djambi dan Riau. (UU tahun 1957 No. 75) sebagai Undang-undang.
Dalam UU No. 61 tahun 1958 disebutkan pada pasal 1 hurup b, bahwa daerah Swatantra Tingkat I Jambi wilayahnya mencakup wilayah daerah Swatantra Tingkat II Batanghari, Merangin, dan Kota Praja Jambi serta Kecamatan-Kecamatan Kerinci Hulu, Tengah dan Hilir. 

Kelanjutan UU No. 61 tahun 1958 tersebut pada tanggal 19 Desember 1958 Mendagri Sanoesi Hardjadinata mengangkat dan menetapkan Djamin gr. Datuk Bagindo Residen Jambi sebagai Dienst Doend DD Gubernur (residen yang ditugaskan sebagai Gubernur Provinsi Jambi dengan SK Nomor UP/5/8/4). Pejabat Gubernur pada tanggal 30 Desember 1958 meresmikan berdirinya Provinsi Jambi atas nama Mendagri di Gedung Nasional Jambi (sekarang gedung BKOW). Kendati dejure Provinsi Jambi di tetapkan dengan UU Darurat 1957 dan kemudian UU No. 61 tahun 1958 tetapi dengan pertimbangan sejarah asal-usul pembentukannya oleh masyarakat Jambi melalui BKRD maka tanggal Keputusan BKRD 6 Januari 1957 ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Jambi, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Djambi Nomor. 1 Tahun 1970 tanggal 7 Juni 1970 tentang Hari Lahir Provinsi Djambi.
Adapun nama Residen dan Gubernur Jambi mulai dari masa kolonial sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut :
Masa Kolonial, Residen Belanda di Jambi adalah :
  1. O.L. Helfrich (1906-1908)
  2. A.J.N Engelemberg (1908-1910)
  3. Th. A.L. Heyting (1910-1913)
  4. AL. Kamerling (1913-1915)
  5. H.E.C. Quast (1915 – 1918)
  6. H.L.C Petri (1918-1923)
  7. C. Poortman (1923-1925)
  8. G.J. Van Dongen (1925-1927)
  9. H.E.K Ezerman (1927-1928)
  10. J.R.F Verschoor Van Niesse (1928-1931)
  11. W.S. Teinbuch (1931-1933)
  12. Ph. J. Van der Meulen (1933-1936)
  13. M.J. Ruyschaver (1936-1940)
  14. Reuvers (1940-1942)
Tahun 1942 – 1945 Jepang masuk ke Indonesia termasuk Jambi

MASA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Residen Jambi:
  1. Dr. Segaf Yahya (1945)
  2. R. Inu Kertapati (1945-1950)
  3. Bachsan (1950-1953)
  4. Hoesin Puang Limbaro (1953-1954)
  5. R. Sudono (1954-1955)
  6. Djamin Datuk Bagindo (1954-1957) - Acting Gubernur
6 Januari 1957 BKRD menyatakan Keresidenan Jambi menjadi Propinsi
8 Februari 1957 peresmian propinsi dan kantor gubernur di kediaman Residen oleh Ketua Dewan Banteng. Pembentukan propinsi diperkuat oleh Keputusan Dewan Menteri tanggal 1 Juli 1957, Undang-Undang Nomor 1 /1957 dan Undang-Undang Darurat Nomor 19/1957 dan mengganti Undang-Undang tersebut dengan Undang-Undang Nomor 61/1958.

MASA PROVINSI JAMBI

Gubernur Jambi:
  1. M. Joesoef Singedekane (1957-1967)
  2. H. Abdul Manap (Pejabat Gubernur 1967-1968)
  3. R.M. Noer Atmadibrata (1968-1974)
  4. Djamaluddin Tambunan, SH (1974-1979)
  5. Edy Sabara (Pejabat Gubernur 1979)
  6. Masjchun Sofwan, SH (1979-1989), Drs. H. Abdurrahman Sayoeti (Wakil Gubernur)
  7. Drs. H. Abdurrahman Sayoeti (1989-1999), Musa (Wakil Gubernur), Drs. Hasip Kalimudin Syam (Wakil Gubernur)
  8. DRS. H. Zulkifli Nurdin, MBA (1999-2005), Uteng Suryadiatna (Wakil Gubernur), Drs. Hasip Kalimudin Syam (Wakil Gubernur)
  9. DR.Ir. H. Sudarsono H, SH, MA (Pejabat Gubernur 2005)


Mengapa selalu dengar radio