|
Tak
ada yang istimewa dengan Danau Arang-arang saat ini. Musim bekarang
(panen ikan) belum waktunya. Saat musim bekarang tiba, pasti akan sangat
menyenangkan, sebab ikan-ikan khas air tawar yang sudah mulai langka di
pasaran siap menyambut.
Menurut Alhusory, warga
setempat, saat musim bekarang, ikan-ikan seperti toman, bujuk yang
besarnya hampir sebesar betis hingga paha orang dewasa, bertaburan di
danau itu. Orang yang datang ke lokasi juga tidak sedikit, bahkan
pejabat. Setiap kali musim bekarang, Bupati Burhanuddin Mahir
menyempatkan diri ikut serta. “Musim bekarang sekitar Agustus. Biasanya
Bupati Burhanuddin selalu hadir,” kata Alhusory.
Danau
yang memiliki luas 7 hektar itu dibagi menjadi tiga kawasan. Dua
kawasan bebas dimanfaatkan warga sekitar. Namun untuk kawasan terlarang,
pemanfaatannya hanya diperbolehkan setahun sekali. “Ikannya diambil
bersama-sama, dan hasilnya untuk kas desa,” sebutnya.
Konon
hasil penjualan ikan di kawasan terlarang tersebut bisa mencapai Rp 40
juta per tahun. Potensi air Danau Arang-arang merupakan yang terbesar
dan terluas di Muarojambi. Danau itu cocok untuk pengembangan budidaya
ikan air tawar, untuk peningkatan gizi keluarga dan salah satu sumber
pendapatan daerah.
Sayang
potensi itu sampai saat ini belum dikelola efektif. Padahal, potensi
debit airnya yang berskala besar, Danau Arang-arang dapat dijadikan
lahan budidaya berbagai jenis ikan air tawar yang nanti dapat memenuhi
permintaan pasar di Muarojambi bahkan Kota Jambi.
Danau itu bisa untuk budidaya banyak jenis ikan air tawar seperti toman, lele, nila, dan berbagai jenis ikan berprotein tinggi lainnya. Selain itu, potensi wisata juga cukup menjanjikan. Sayang hingga saat ini belum ada satu pun fasilitas penunjang wisata di Danau Arang-arang. | |
Senin, 29 April 2013
Melihat Danau Arang-arang di Kecamatan Kumpeh Ulu
POTENSI PERIKANAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI
Kabupaten
Muaro Jambi termasuk sentra produksi perikanan yang cukup potensial,
hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah yang dialiri
sungai Batang hari yang sangat baik untuk budidaya ikan perairan umum
serta geografis wilayah yang mempunyai cukup banyak lahan basah/ rawa.
Pengembangan budidaya perikanan utama dibagi atas dua kelompok, yaitu:
- Perairan umum, dilakukan disepanjang sungai Batang Hari, dengan sistem kerambah jaring apung (KJA) ini terpusat di Kecamatan Jambi Luar Kota, Sekernan, Maro sebo dan Kumpeh Ilir.
- Bumi daya kolam, dilakukan di daerah dataran rendah/ berawa yang banyak terdapat di kecamatan Sungai Gelam dan Kumpeh Ulu.
Produksi perikanan kabupaten muaro jambi cukup besar mencapai 11.143.98 ton pertahun, terdiri dari perairan umum 859.18 ton dan budidaya 10.283.80 ton. Sebagian besar didominasi ikan jenis Patin Jambal Nila dan Lele yang sebagian besar dijual untuk memenuhi pasar lokal dan Kota Jambi, selanjutnya karena produksi terus meningkatkan dilakukan upaya terobosan dengan menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk pemasaran khususnya pasar ekspor melalui industri pengolahan yang berlokasi di desa Sekernan sehingga harga jual yang cukup ekonomis.
Tabel Produksi Perikanan 2008.
|
No
|
Kecamatan
|
Perairan Umum
|
Budidaya
|
|
1.
|
Mestong
|
2.42
|
854.40
|
|
2.
|
Sei. Bahar
|
12.94
|
152.10
|
|
3.
|
Kumpeh Ulu
|
188.09
|
2.478.80
|
|
4.
|
Sei. Gelam
|
18.20
|
2.138.90
|
|
5.
|
Kumpeh
|
263.60
|
446.30
|
|
6.
|
Maro Sebo
|
136.08
|
153.20
|
|
7.
|
Jaluko
|
124.42
|
3.778.10
|
|
8.
|
Sekernan
|
113.42
|
283.00
|
|
Total
|
859.18
|
10.283.80
|
|
Guna menunjang produksi yang terus meningkat, maka
dibutuhkan pasokan bibit yang cukup untuk itu dibangun balai benih ikan
(BBI) yang terdapat di desa Arang–arang kecamatan Kumpeh Ulu dan Tempino
kecamatan Mestong, disamping itu terdapat pula balai penelitian ikan
air tawar di Sungai Gelam.
Suaka Perlindungan
Suaka perlindungan sumber daya perikanan guna
melindungi ikan varitas lokal dari kepunahan maka ditetapkan kawasan
suaka perlindungan sumberdaya perikanan yaitu kawasan Danau Lamo di
kecamatan Maro Sebo untuk kawasan konservasi ikan lokal jenis patin,
nila, gabus, mujair, lele, gurame.
LAUNCHING PERDANA LPSE DAN PEMBENTUKAN ULP KAB. MARO JAMBI
LAUNCHING PERDANA LPSE DAN PEMBENTUKAN ULP KAB. MARO JAMBI
|
Pada
sambutannya Bupati Muaro Jambi meminta kepada seluruh SKPD agar dapat
memanfaatkan sarana ini semaksimal mungkin, dengan LPSE maka proses
pengadaan barang/jasa dilakukan secara terbuka dan akuntabel serta bebas
dari praktek KKN, menumbuhkan iklim persaingan usaha yang sehat dan non
diskriminatif, hal ini akan mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor
ekonomi produktif yang memacu percepatan perkembangan ekonomi daerah.
Acara ini diawali dengan presentase singkat tentang
LPSE oleh Kepala LPSE Kab. Muaro Jambi dan presentase singkat tentang
ULP oleh Kepala ULP Dodi Irawan ST.MT. Karena bersamaan dengan launching
LPSE Bupati Muaro Jambi juga meresmikan beroperasinya ULP Kab. Muaro
Jambi.
Sekda Kab. Muaro Jambi selaku koordinator
LPSE dan ULP mengucapkan selamat kepada Panitia Lelangyang tergabung
dalam Unit Layana Pengadaan (ULP) dan kepada personil LPSE dan ULP yang
terbentuk meminta agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, "semoga
dengan kebijakan e-procurement dan terbentuknya ULP tersebut dapat
merubah Mindset yang berkembang dijajaran birokrasi
selama ini, dari birokrasi yang dilayani menjadi birokrasi yang
melayani. Apalagi diera reformasi ini, daya kritis masyarakat semakin
tinggi yang disebabkan oleh tumbuhnya kesadaran untuk berdemokrasi,
pengaruh desentralisasi, dan tuntutan kepada pemerintah untuk menerapkan
goog governance". tambah Sekda dalam sambutannya.
Kepala
LPSE pada kesempatan lain selesai acara launching LPSE mengatakan
"sangat mengharapkan partisipasi semua pihak agar betul betul
memanfaatkan sistem ini dalam pelelangan karena dengan sistem Aplikasi
LPSE menjadikan Barometer keberhasilan reformasi birokrasi utuk menuju
tata kelola Pemerintahan yang baik yang berfokus pada layanan Publik
yang cepat dan tepat, Khusunya dalam hal pengadaan barang/jasa dalam
pemerintahan kabupaten muaro jambi.
Ditulis Oleh : Tamiluddin, S.IP (verifikator LPSE )
|
Minggu, 28 April 2013
Daftar Para Pemenang Perlombaan Jamsinas III Jambi
KBRN, Jambi: Jambore Siaran Nasional (Jamsinas) ke-3 di Jambi, Sabtu (27/4/2013) malam, resmi ditutup oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus.
Penutupan berlangsung meriah, dengan digelarnya pesta kembang api dan penampilan penyanyi pendatang baru, Nagoya Victoria, serta penampilan angkasawan-angkasawati RRI yang menarikan sejumlah tarian kesenian tradisional.
Tampil sebagai juara I lomba Broadcaster adalah RRI Pekanbaru. Juara I lomba Company Profile, RRI Semarang. Juara I Lomba Web Design diraih RRI Jakarta dan lomba Cerdas Cermat diraih Korwil IV sebagai juara I.
Selain perlombaan yang digelar bagi angkasawan-angkasawati RRI diseluruh Indonesia itu, juga ada perlombaan Reportase Sepakbola yang digelar khusus oleh RRI Jambi bagi para pendengar setia RRI Jambi. Dalam perlombaan itu, Marbun, tampil sebaga juara I.
Para pemenang perlombaan itu memperoleh uang pembinaan yang besarnya antara Rp 1-4 Juta.
Sebelum pengumuman, Direktur Layanan Usaha LPP RRI, Hasto Kuncoro berpesan agar para pemenang tidak berbesar kepala, dan sebaliknya yang belum juara, tidak berkecil hati.
Berikut daftar para pemenang perlombaan Jamsinas 3 Jambi :
Lomba Company Profile
Juara I RRI Semarang
Juara II RRI Bogor
Juara III RRI Surabaya
Lomba Broadcaster
Juara I RRI Pekanbaru
Juara II RRI Jakarta
Juara III RRI Madiun dan RRI Ende
Lomba Web Design
Juara I RRI Jakarta
Juara II RRI Bogor
Juara III RRI Palu
Lomba Cerdas Cermat
Juara I Korwil IV Semarang
Juara II Korwil VII Makassar
Juara III Korwil X Pekanbaru
Lomba Reportase Sepakbola
Juara I Marbun dari Jambi
Juara II Andi Wijaya dari Kalimantan Timur
Juara III Yasin dari Jambi
(Dedi/AKS)sumber RRI
Sabtu, 27 April 2013
Tempoyak Masakan Khas Jambi
Tempoyak Masakan Khas Jambi
Setelah proses di atas selesai, adonan disimpan dalam tempat yang tertutup rapat. Diusahakan untuk disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezer-nya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat.
Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal karena sudah asam namun masih ada rasa manisnya. Sambal tempoyak biasanya dipadukan dengan ikan teri, ikan mas, ikan mujair ataupun ikan-ikan lainnya.
Buat Anda yang tidak terlalu suka dengan durian, Tempoyak juga bisa dikreasikan sesuai selera dengan bahan dasarnya tetap durian, seperti Tempoyak Udang, dan Tempoyak Ikan. Meski berbahan dasar durian, tetapi setelah diolah, rasa duriannya hanya sedikit.
Salah satu lokasi yang menjual Tempoyak berada di Jalan Jelanai, Kota Jambi yaitu, Kedai Ombai. Harga Tempoyak bervariasi antara Rp. 5.500,- sampai dengan Rp. 19.000/ porsi.
Penasaran ingin mencoba?
Sumber: http://food.ghiboo.com
INDOMARET DI BOBOL MALING
INDOMARET DIBOBOL : Mesin ATM yang ada di dalam Indomaret yang terbakar. Indomaret diberi police line.
Pelaku perampokan kembali
beraksi, kali ini mereka berhasil membobol Indomaret yang berada di
daerah Mayang, tepatnya di JL. Ir. Juanda Kecamatan Kota Baru Jambi,
Jumat (26/4) kemarin. Selain membobol Indomaret, pelaku juga membakar
mesin ATM yang ada di dalam Indomaret.
Kejadian perampokan tersebut pertama kali diketahui oleh Jamalia, karyawan Indomaret yang datang pada pukul 06.20 WIB.
Dalam keterangannya kepada wartawan, saat ia tiba di lokasi, kondisi pintu Indomaret sudah rusak.
"Tadi waktu saya datang pintu sudah rusak, terus banyak asap dan kondisi di dalam berantakan, saya langsung hubungi pihak keamanan,"ujarnya kepada beberapa wartawan yang melakukan peliputan. Pelaku berhasil membawa beberapa barang milik Indomaret seperti beberapa jenis rokok dan susu.
Kapolsek Kotabaru Jambi Kompol Gadug Kurniawan saat dikonfirmasi mengungkapkan, dari hasil pengecekan di lokasi, pelaku membuka toko dengan cara mengelas gembok.
“Dalam aksi perampokan ini, pelaku tidak berhasil membobol mesin ATM yang di dalamnya terdapat uang senilai Rp 162.700.000. Hanya saja, uang yang ada di dalam mesin tersebut ikut terbakar,”papar Gadug.
Pembakaran mesin ATM yang ada di dalam Indomaret diduga karena perampok tidak berhasil membuka berangkas ATM dan sulit membawa berangkas tersebut. “Nilai mesin ATM mencapai Rp 110 Juta juga merupakan kerugian dalam kasus ini,”ujarnya.
Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang. Karena, proses pengelasan sulit dilakukan oleh satu orang. "Pelaku diduga lebih dari satu orang," bebernya.
Menurut Gadug, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksan terhadap beberapa orang saksi. “Diantaranya karyawan Indomaret dan pihak pegawai Bank. Kasus ini masih dalam penyidikan,”tukasnya.
Salah seorang pemilik toko yang berada disamping Indomaret mengatakan, ia tidak mendengar suara dari dalam toko Indomaret saat kejadian.
“Saya tidak mendengar suara berisik dari dalam toko sebelah, hanya saja paginya saya mendengar ada kejadian rampok di toko sebelah,”sebutnya.(sumber: jambi ekspres)
Kejadian perampokan tersebut pertama kali diketahui oleh Jamalia, karyawan Indomaret yang datang pada pukul 06.20 WIB.
Dalam keterangannya kepada wartawan, saat ia tiba di lokasi, kondisi pintu Indomaret sudah rusak.
"Tadi waktu saya datang pintu sudah rusak, terus banyak asap dan kondisi di dalam berantakan, saya langsung hubungi pihak keamanan,"ujarnya kepada beberapa wartawan yang melakukan peliputan. Pelaku berhasil membawa beberapa barang milik Indomaret seperti beberapa jenis rokok dan susu.
Kapolsek Kotabaru Jambi Kompol Gadug Kurniawan saat dikonfirmasi mengungkapkan, dari hasil pengecekan di lokasi, pelaku membuka toko dengan cara mengelas gembok.
“Dalam aksi perampokan ini, pelaku tidak berhasil membobol mesin ATM yang di dalamnya terdapat uang senilai Rp 162.700.000. Hanya saja, uang yang ada di dalam mesin tersebut ikut terbakar,”papar Gadug.
Pembakaran mesin ATM yang ada di dalam Indomaret diduga karena perampok tidak berhasil membuka berangkas ATM dan sulit membawa berangkas tersebut. “Nilai mesin ATM mencapai Rp 110 Juta juga merupakan kerugian dalam kasus ini,”ujarnya.
Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang. Karena, proses pengelasan sulit dilakukan oleh satu orang. "Pelaku diduga lebih dari satu orang," bebernya.
Menurut Gadug, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksan terhadap beberapa orang saksi. “Diantaranya karyawan Indomaret dan pihak pegawai Bank. Kasus ini masih dalam penyidikan,”tukasnya.
Salah seorang pemilik toko yang berada disamping Indomaret mengatakan, ia tidak mendengar suara dari dalam toko Indomaret saat kejadian.
“Saya tidak mendengar suara berisik dari dalam toko sebelah, hanya saja paginya saya mendengar ada kejadian rampok di toko sebelah,”sebutnya.(sumber: jambi ekspres)
Jumat, 26 April 2013
Rabu, 24 April 2013
JAMSINAS 3 DI JAMBI
Jambore Siaran Nasional (Jamsinas) yang akan digelar di Jambi April mendatang tidak semata-mata mempertemukan insane radio khususnya angkasawan RRI dari seluruh stasiun di Indonesia tapi juga akan dijadikan sebagai arena akbar mempromosikan budaya tradisional dari masing-masing provinsi karena dari 800 lebih peserta Jamsinas yang akan hadir di Jambi sudah termasuk tim kesenian daerah yang akan menampilkan tarian dan budayanya di daerah ini. Disamping itu Pemerintah Daerah Provinsi Jambi sendiri akan memperkenalkan hasil-hasil kerajinan seperti batik , makanan khas Jambi serta kesenian yang sering ditampilkan di tingkat local dan Nasional.
Anggota Dewan Pengawas LPP RRI –Dwi Hernuningsih optimis Jambi mampu menyelenggara kan kegiatan Jamsinas yang digelar dengan berbagai event.
Dengan dipilihnya Jambi sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jambore Siaran nasional ke-3 tahun2013, diyakini dapat memberi peluang cukup besar baik terhadap masyarakat Jambi maupun para pelaku usaha seperti hotel, travel dan para pengusaha kerajinan, disamping itu bagi angkasawan RRI sendiri momen Jamsinas dapat dijadikan sebagai pengalaman yang berharga dan harus mengoptimalkan
semangat dan komitmen untuk mensukseskan Jambore siaran nasional ke -3 di Jambi
(.Sumber RRI JAMBI )
(.Sumber RRI JAMBI )
KULIT SAPI DI OLAH MEJADI KERUPUK JANGEK
Kulit
sampi bila dikelola bisa menjadi produk yang menguntungkan, ini
contohnya kulit sapi yang telah diubah menjadi kerupuk jangek mentah.
Pendampingan Usaha Kecil Menengah Jambi. Workship TeknoMartino.
Kebersihan, penggunaan energi yang efisien sangat menentukan keuntungan
pada usaha ini. Pada pendampingan dengan diskusi dengan pengrajin
dihasilkan mesin pengering energinya berasal dari panas penggorengan dan
minyak goren bekas sebagai energi menggoreng. Terus mengembangan
inovasi untuk usaha kecil menengah, efisiensi lewat inovasi adalah salah
satu cara untuk memenangkan persingan bisnis
Senin, 22 April 2013
SITUS MUARO JAMBI
Situs
kepurbakalaan Muaro Jambi merupakan situs peninggalan
purbakala terluas di Indonesia, membentang dari barat ke timur sepanjang
7,5 km di tepian Sungai Batanghari, dengan luas ± 12 km².
Peninggalan ini terbentang dari desa Muaro Jambi dan desa
Danau Lamo di bagian barat hingga desa Kemingking Dalam,
Kecamatan Muaro Sebo di bagian Timur, Kabupaten Muaro Jambi.
Dari Kota Jambi situs purbakala ini dapat dicapai melalui jalur darat sekitar 30 menit ke arah timur Kota menuju Pelabuhan Talang Duku, kemudian dilanjutkan dengan jalur sungai menyeberangi Sungai Batanghari ke desa Muaro Jambi. Atau dapat pula dicapai melalui perjalanan darat langsung ke dekat situs melalui jalur memutar ke arah barat Kota, menyeberangi jembatan Aur Duri, kemudian dilanjutkan lewat desa Jambi Kecil ke arah situs, dengan perkiraan jarak dari pusat Kota ± 40 km. Pilihan lain adalah dengan menyewa perahu kéték atau sebeng (speed boat) yang dapat dijumpai di pinggiran sungai Batanghari di tengah kota, untuk kemudian menyusuri sungai Batanghari sambil menikmati pemandangan sepanjang aliran sungai menuju situs candi.
Pada
mulanya situs Muaro Jambi tidak banyak dikenal orang dan
hanya diketahui penduduk setempat. Baru pada tahun 1820, secara
terbatas situs ini mulai terungkap setelah kedatangan S.C. Crooke,
seorang perwira Inggris yang ketika bertugas mengunjungi
daerah pedalaman Batanghari mendapat laporan dari penduduk
setempat tentang adanya peninggalan kuno di Desa Muaro
Jambi. Selanjutnya pada tahun 1935-1936, seorang sarjana
Belanda yang bernama F.M. Schnitger, dalam
ekspedisi purbakalanya di wilayah Sumatera, pernah mengunjungi dan
sempat melakukan penggalian terhadap situs Muaro Jambi.
Sejak itu Muaro Jambi mulai dikenal, dan mulai 1976 sampai
saat ini, secara serius dan bertahap, dilakukan penelitian
dan preservasi arkeologi untuk menyelamatkan situs dan
peninggalan bersejarah di situs Muaro Jambi ini.
Di
dalam kompleks situs tidak hanya terdapat candi, tapi juga
menyimpan aneka artefak kuno seperti arca, keramik, manik-mani,
mata uang kuno dll. Ada 8 kompleks percandian, kolam kuno, yang oleh
penduduk setempat dinamai Kolam Telago Rajo, serta
diperkirakan lebih dari 60 buah menapo (gundukan tanah
reruntuhan sisa bangunan kuno).
Wilayah
situs juga dikelilingi oleh setidaknya 6 kanal atau
parit-parit kuno buatan manusia, yang oleh penduduk setempat dinamai
Parit Sekapung, Parit Johor dan Sungai Melayu. Sebagian besar
parit tersebut saat ini sudah mengalami pendangkalan.
Beberapa tahun silam, penduduk setempat masih memanfaatkan
alur-alur kanal kuno ini sebagai sarana transportasi dengan
menggunakan sampan tradisional. Bukan tidak mungkin bahwa
pada masa lalu kanal-kanal ini dibuat dengan alasan yang
sama, yaitu sebagai sarana transportasi dan distribusi logistik, selain
sebagai sistem drainase kawasan rawa. Ada pula yang menduga
fungsi strategisnya sebagai sistem pertahanan kompleks
percandian.
Museum Situs berada di lokasi pusat kunjungan kepurbakalaan Muaro Jambi. Merupakan gedung pusat informasi & tempat penyimpanan koleksi temuan purbakala yang berasal dari situs, baik dari hasil penelitian maupun temuan penduduk Muaro Jambi. Di dalamnya terpajang beraneka ragam koleksi yang menggambarkan keagungan nilai-nilai peninggalan purbakala Situs Muaro Jambi seperti : arca, belanga, padmasana, manik-manik, mata uang, bata berhias, serta keramik-keramik baik asing maupun tembikar lokal. Diantara peninggalan yang ditemukan adalah :
Pada waktu dilakukan pemugaran tahun 1982 hingga 1988, telah diselamatkan beberapa temuan penting, diantaranya arca Prajnaparamita, dan sebuah padmasana bata (lapik/dudukan arca), peripih candi, wajra, serta potongan gelang perunggu yang saat ini tersimpan di Museum Situs. Sedang temuan besar lain berupa makara batu berukir sangat indah dan kini terpasang pada salah satu pipi tangga candi utama. Menarik untuk tidak dilewatkan yaitu tetap dilestarikannya sisa-sisa pagar tembok yang telah rubuh, yang terletak di depan candi di sisi timur laut.
Nama
Telago Rajo diambil dari istilah penduduk setempat
menamai sebuah kolam kuno yang terletak di depan Candi Gumpung, atau
sebelah timur Museum Situs. Kolam ini berukuran 100 x 200 m,
yang selalu tergenang air dengan kedalaman 2-3 m, dari
permukaan tanah. Kemungkinan besar pada masa lalu kolam
ini berfungsi sebagai resevoir (waduk persediaan air).
Pada candi induk terdapat tangga naik menuju kedua teras candi dengan tubuh bangunan makin mengecil pada puncaknya. Beberapa temuan yang sekarang tersimpan di Museum Situs, antara lain sejumlah potongan benda dari besi dan perunggu, pecahan arca batu, fragmen keramik asing dari Cina asal abad ke-9 hingga ke-14 Masehi. Disamping itu juga terdapat bata-bata kuno yang digores dengan tulisan yang lazim dipakai pada abad ke-9 Masehi, sezaman dengan tulisan prenagari.
Kedua candi letaknya saling berdampingan, Candi Gedong 1 berada di sisi timur dan Candi Gedong 2 terletak di sebelah barat. Kedua candi induk sama-sama memiliki tangga masuk dari sisi timur.
Kompleks
candi terletak di sebelah utara jalan raya, sebelum pintu
gerbang masuk kawasan wisata Situs Muaro Jambi, atau dapat
dicapai dari pusat kunjungan ke arah barat melalui Candi Gedong 1 dan
2. Candi Kedaton merupakan kompleks candi terbesar yang ada di
Situs Muaro Jambi. Halaman kompleks dikelilingi pagar
tembok, reruntuhannya masih dapat ditemui, dan diperkirakan
memiliki panjang yang mengelilingi wilayah 215 x 250 m. Di
dalam kompleks terdapat candi induk yang menghadap ke utara
dan berdenah bujur sangkar berukuran 26 x 26 meter.
Bangunannya
mudah dikenali karena bentuknya yang besar dan pada salah
satu dinding sisi barat terdapat longsoran berangkal
berwarna putih yang merupakan bagian dari batu isian bangunan. Kebesaran
candi juga tampak dari aneka ragam temuan purbakala seperti
padmasana batu, umpak-umpak batu, ubin bata serta tidak
jauh dari lokasi candi pernah ditemukan sebuah belanga yang
cukup besar, yang kini tersimpan di Museum Situs.
Lokasi kompleks candi terletak paling barat dari gugusan percandian Muaro Jambi. Dari pusat kunjungan wisata situs purbakala Muaro Jambi berjarak ± 4 km, yang secara administratif terletak di wilayah Desa Danau Lamo kecamatan Muarosebo. Pada kompleks candi terdapat candi induk dan candi perwara, selain itu juga terdapat sisa-sisa dinding tembok suatu bangunan yang terdiri dari beberapa ruangan. Wilayah dengan luas ± 10.850 m² ini juga dikelilingi pagar tembok. Pada halaman ini pernah ditemukan dua buah arca gajah, satu diantaranya berupa Gajah Singha seperti yang ditemukan di Candi Gedong 2. Kedua arca tersebut telah dipindahkan dan disimpan di Museum Situs.
Bangunan-bangunan candi dan bekas reruntuhannya menunjukkan bahwa di masa lalu situs Percandian Muaro Jambi pernah menjadi pusat peribadatan. Terdapat petunjuk kuat dari peninggalan yang ditemukan bahwa Percandian Muaro Jambi adalah pusat peribadatan agama Budha Tantri Mahayana.
Petunjuk
tersebut terlihat selain dari candinya sendiri juga dari
ragam temuan sarana ritual seperti, Arca Prajnaparamita, reruntuhan
stupa, arca gajah singha, wajra besi serta tulisan-tulisan
mantra yang dipahatkan pada lempengan emas atau digoreskan
pada bata. Diantara bata-bata yang bertulis terdapat suku
kata 'Wijaksana', kemudian sebutan 'wajra' pada lempengan
emas, serta aksara nagari pada batu permata berbunyi
'tra-tra'.
Selain
itu, di situs ini juga ditemukan peninggalan berupa keramik
dari Cina masa Dinasti Song (abad ke 11-12 Masehi), yang
mengindikasikan adanya hubungan internasional yang telah terjadi pada
masa itu. Sementara penemuan keramik Eropa abad ke-19
membenarkan adanya ekskavasi yang pernah dilakukan oleh
Perwira Inggris dan sarjana Belanda abad ke 19-20.
Penemuan
lain berupa manik-manik, perhiasan, tembikar, pecahan
genting, dan sisa-sisa peralatan rumah tangga, bandul jaring/jala
untuk menangkap ikan, dll., menunjukkan bahwa kawasan yang
mengelilingi kompleks percandian ini juga pernah menjadi
kawasan pemukiman, yang diduga kuat merupakan tempat
bermukimnya para biksu dan pelajar Budha di masa lalu.
Demikianlah,
warisan sejarah budaya bernilai tinggi, yang selayaknya
kita jaga dan lestarikan. Bangsa yang besar tidak melupakan
sejarahnya. Karena dengan mengetahui dimana kita berpijak (sejarah),
maka kita akan mampu menentukan arah mana yang akan dituju.
Sejak
pertengahan tahun 2007, usaha pemugaran dan pembangunan
candi dari reruntuhan menapo yang berhasil ditemukan kembali dilakukan.
Dan pemanfaatan kembali situs ini sebagai bagian dari
upacara hari-hari besar keagamaan Agama Budha telah pula
dilaksanakan, bahkan situs ini menjadi pusat pelaksanaan
perayaan Waisak yang masuk dalam agenda Nasional disamping
Borobudur.
Diharapkan usaha pelestarian dan pengembangan cagar budaya ini akan terus dilakukan dan hasilnya dapat segera kita nikmati bersama sebagai bagian dari kekayaan budaya leluhur kita.
Sumber : Dinas Pariwisata Provinsi Jambi
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Minggu, 21 April 2013
PENULUSURAN SITUS CANDI MUARO JAMBI
Penulusuran Situs Candi Muaro Jambi
Setelah puas menikmati wisata bahari, maen - maen di pantai dan menikmati sunset di P. Berhala. Selanjutnya kita akan mengunjungi Wisata Sejarah Candi Muaro Jambi.
Situs Percandian Muaro Jambi terletak di Desa Muaro Jambi, Kecamatan
Muaro Sebo, Kabupaten Muara Jambi. Jaraknya dari ibukota provinsi Jambi
sekitar 40 kilometer. Kompleks ini tak jauh dari daerah aliran sungai
Batanghari. Untuk sampai ke sana, bisa menempuh jalur darat atau pakai
kapal cepat lewat sungai. Jadi, jaraknya dari Kota Jambi tidak sejauh
perjalanan kita ke P. Berhala.
![]() |
| Lokasi Candi Muaro Jambi |
Situs
ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta
luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai.
Situs ini berisi 80-an candi yang sebagian besar masih berupa gundukan
tanah (menapo) yang belum dikupas (digali), dan sembilan candi besar.
Kesembilan candi tersebut antara lain: Candi Kotomahligai, Candi
Kedaton, Candi Gedong satu dan Gedong dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi,
Telago Rajo, Candi Kembar Batu, dan Candi Astano.
![]() |
| Batas Kota Jambi dan Kab. Muaro Jambi |
![]() |
| http://www.skyscrapercity.com :: Balaputradewa |
Situs
Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks
percandian agama Hindu-Buddha dengan luas 12 kilometer persegi, terluas
di Indonesia yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan
Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Pertama kali ditemukan oleh tentara
Inggris bernama SC Crooke pada 1820, ketika ia ditugaskan
memetakan Sungai Batanghari. Candi tersebut diperkirakakn berasal dari
abad ke-11 Masehi. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang
terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera.
| http://punaimerindu.blogspot.com |
![]() |
| Detik.Travel :: Zulfi Rahardian |
![]() |
| Makara pada situs Candi |
![]() |
| Pintu Masuk Candi |
Tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran
yang serius. Berdasarkan aksara Jawa Kuno pada beberapa lempeng yang
ditemukan, pakar epigrafi Boechari menyimpulkan peninggalan itu
berkisar dari abad ke-9 sampai 12 Masehi. Di situs ini baru sembilan
bangunan yang telah dipugar, dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme.
Kesembilan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Candi Kedaton,
Candi Gedong Satu, Candi Gedong Dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi,
Telago Rajo, Candi Kembar Batu, dan Candi Astano.
![]() |
| Proses Pemugaran pada Candi |
![]() |
| Pusat Informasi dan Kantor pemugaran |
| Makara yg sedang dipugar |
Ditemukan
banyak benda peninggalan yang tak ternilai harganya di kompleks candi
ini. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga
ditemukan arca prajnaparamita, arca dwarapala, arca gajahsimha,
umpak batu, lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina,
mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar,
belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata
bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia
serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut
juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia.
Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit
Sengalo atau Candi Bukit Perak.
![]() |
| Komplek Candi Batu |
![]() |
| Kolam Telago Rajo |
![]() |
| Candi Bunga |
Situs
percandian Muara Jambi adalah kekayaan, tak cuma bagi penganut Buddha
di Indonesia, tapi juga penganut Buddha di seluruh dunia. Semoga
Pemerintah lebih serius dalam mengelola situs percandian yagn merupakan
salah satu warisan kebudayaan dunia ini, hal ini tentunya juga akan
menarik minat para wisatawan untuk datang ke Jambi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengapa selalu dengar radio
-
Pada perhelatan MTQ tingkat Provinsi jambi tahun 2013 mendatang, Kecamatan Marosebo Muarojambi menjadi tuan rumah pelaksanaan seluruh rang...
-
Info Muaro Jambi Radio // Bagaimana cara memperbanyak tanaman tanpa biji yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan biji, Perbanyakan ta...















