Selasa, 11 Juni 2013
ASAL USUL RAJA NEGRI JAMBI
Radio News Muaro Jambi . Jambi adalah salah satu nama provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera. Provinsi yang beribukota Jambi ini merupakan bekas wilayah Kesultanan Islam Melayu Jambi (1500-1901 M). Konon, jauh sebelum adanya wilayah kesultanan ini, di negeri Jambi telah berdiri lima buah desa, namun belum memiliki seorang pemimpin atau raja. Untuk itu, para sesepuh dari kelima desa tersebut bersepakat untuk mencari seorang raja yang dapat memimpin dan mempersatukan kelima desa tersebut. Setelah bermusyawarah, mereka bersepakat bahwa siapa pun dapat menjadi pemimpin, tapi dengan syarat harus lulus ujian. Ujian apakah yang harus ditempuh untuk menjadi pemimpin kelima desa tersebut? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Raja Negeri Jambi berikut ini
Pada zaman dahulu, wilayah Negeri Jambi terdiri dari lima buah desa dan belum memiliki seorang raja. Desa tersebut adalah Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, dan Batin Duo Belas. Dari kelima desa tersebut, Desa Batin Duo Belaslah yang paling berpengaruh.
Semakin hari penduduk kelima desa tersebut semakin ramai dan kebutuhan hidup mereka pun semakin berkembang. Melihat perkembangan itu, maka muncullah suatu pemikiran di antara mereka bahwa hidup harus lebih teratur, harus ada seorang raja yang mampu memimpin dan mempersatukan mereka. Untuk itu, para sesepuh dari setiap desa berkumpul di Desa Batin Duo Belas yang terletak di kaki Bukit Siguntang (sekarang Dusun Mukomuko) untuk bermusyawarah.
”Sebelum kita memilih seorang raja di antara kita, bagaimana kalau terlebih dahulu kita tentukan kriteria raja yang akan kita pilih. Menurut kalian, apa kriteria raja yang baik itu?” tanya sesepuh dari Desa Batin Duo Belas membuka pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
”Menurut saya, seorang raja harus memiliki kelebihan di antara kita,” jawab sesepuh dari Desa Tujuh Koto.
”Ya, Benar! Seorang raja harus lebih kuat, baik lahir maupun batin,” tambah sesepuh dari Desa Petajin.
”Saya sepakat dengan pendapat itu. Kita harus memilih raja yang disegani dan dihormati,” sahut sesepuh dari Desa Muaro Sebo.
”Apakah kalian semua setuju dengan pendapat tersebut?” tanya sesepuh dari Desa Batin Duo Belas.
”Setuju!” jawab peserta rapat serentak.
Akhirnya, mereka bersepakat tentang kriteria raja yang akan mereka pilih, yakni harus memiliki kelebihan di antara mereka.
”Tapi, bagaimana kita dapat mengetahui kelebihan masing-masing di antara kita?” tanya sesepuh dari Desa Sembilan Koto.
”Kalau begitu, setiap calon pemimpin harus kita uji kemampuannya,” jawab sesepuh Desa Batin Duo Belas.
”Bagaimana caranya?” tanya sesepuh Desa Petajin penasaran.
”Setiap calon harus melalui empat ujian, yaitu dibakar, direndam di dalam air mendidih selama tujuh jam, dijadikan peluru meriam dan ditembakkan, dan digiling dengan kilang besi. Siapa pun yang berhasil melalui ujian tersebut, maka dialah yang berhak menjadi raja. Apakah kalian setuju?” tanya sesepuh Desa Batin Duo Belas.
Semua peserta rapat setuju dan siap untuk mencari seorang calon raja. Mereka bersepakat untuk melaksanakan ujian tersebut dalam tiga hari kemudian di Desa Batin Duo Belas. Dengan penuh semangat, seluruh sesepuh kembali ke desa masing-masing untuk menunjuk salah seorang warganya untuk mewakili desa mereka dalam ujian tersebut. Tentunya masing-masing desa berharap memenangkan ujian tersebut. Oleh karena itu, mereka akan memilih warga yang dianggap paling sakti di antara mereka.
Waktu pelaksanaan ujian pun tiba. Semua warga dari kelima desa telah berkumpul di Desa Batin Duo Belas untuk menyaksikan lomba adu kesaktian yang mendebarkan itu. Setiap desa telah mempersiapkan wakilnya masing-masing. Sebelum perlombaan dimulai, peserta yang akan tampil pertama dan seterusnya diundi terlebih dahulu.
Setelah diundi, rupanya undian pertama jatuh kepada utusan dari Desa Sembilan Koto. Wakil desa itu pun masuk ke tengah gelanggang untuk diuji. Ia pun dibakar dengan api yang menyala-nyala, tapi tubuhnya tidak hangus dan tidak kepanasan. Ujian kedua, ia direndam di dalam air mendidih, namun tubuhnya tidak melepuh sedikit pun. Ujian ketiga, ia dimasukkan ke dalam mulut meriam lalu disulut dengan api dan ditembakkan. Ia pun terpental dan jatuh beberapa depa. Ia segera bangun dan langsung berdiri tegak seperti tidak terjadi apa-apa. Seluruh penonton kagum menyaksikan kehebatan wakil dari Desa Sembilan Koto itu.
Ketika memasuki ujian terakhir, tiba-tiba suasana menjadi hening. Seluruh penonton menjadi tegang, karena ujian yang terakhir ini adalah ujian yang paling berat. Jika kesaktian wakil dari Desa Sembilan Koto itu kurang ampuh, maka seluruh tulangnya akan hancur dan remuk. Ternyata benar, belum sempat penggilingan itu menggiling seluruh tubuhnya, orang itu sudah meraung kesakitan, karena tulang-tulangnya hancur dan remuk. Penggilingan pun segera dihentikan. Wakil dari Desa Sembilan Koto itu dinyatakan tidak lulus ujian dan gagal menjadi raja Jambi.
Ujian berikutnya jatuh kepada wakil dari Desa Tujuh Koto.
”Wakil dari Desa Tujuh Koto dipersilahkan untuk memasuki gelanggang,” kata salah seorang panitia mempersilahkan.
Setelah beberapa saat menunggu, wakil dari Desa Tujuh Koto belum juga maju.
”Mana wakil dari Desa Tujuh Koto? Ayo, maju!” seru salah seorang panitia.
“Kalau tidak berani, lebih baik mundur saja!” tambahnya.
Merasa dilecehkan oleh panitia, calon dari Desa Tujuh Koto pun segera maju.
“Siapa takut? Kami dari Desa Tujuh Koto dak kenal kato undur, dak kenal kato menyerah!” seru wakil Desa Tujuh Koto itu dengan nada menantang.
Calon raja dari Desa Tujuh Koto pun diuji. Ia berhasil melalui ujian pertama hingga ujian ketiga. Namun, ia gagal pada ujian keempat. Akhirnya, ia pun gagal menjadi raja Jambi.
Ujian berikutnya dihadapi oleh wakil dari Desa Batin Duo Belas, kemudian diikuti oleh Desa Petajin dan Muaro Sebo. Namun, wakil dari ketiga desa tersebut semuanya gagal melalui ujian keempat, yakni digiling dengan kilang besi. Oleh karena semua wakil dari kelima desa tersebut gagal melalui ujian, maka mereka pun kembali mengadakan musyawarah.
“Bagaimana kalau kita mencari calon raja Jambi dari negeri lain?” usul sesepuh dari Desa Batin Duo Belas.
Usulan tersebut diterima oleh peserta rapat lainnya. Selanjutnya mereka mengutus dua wakil dari setiap desa untuk pergi mencari calon raja. Keesokan harinya, rombongan itu berangkat meninggalkan Negeri Jambi menuju ke negeri-negeri di sekitarnya. Di setiap negeri yang disinggahi, mereka menanyakan siapa yang bersedia menjadi raja Jambi dan tidak lupa pula mereka menyebutkan persyaratannya, yaitu harus mengikuti keempat ujian tersebut.
Sudah berpuluh-puluh negeri mereka singgahi, namun belum menemukan seorang pun yang bersedia menjadi raja Jambi, karena tidak sanggup menjalani keempat ujian tersebut. Rombongan itu pun kembali mengadakan musyawarah.
”Kita kembali saja ke Negeri Jambi. Mustahil ada orang yang mampu memenuhi syarat itu untuk menjadi raja Jambi,” keluh wakil Desa Petijan.
”Sabar, Saudara! Kita jangan cepat putus asa. Kita memang belum menemukan calon raja Jambi di beberapa negeri yang dekat ini. Tetapi, saya yakin bahwa di negeri jauh sana kita akan menemukan orang yang kita cari,” kata wakil Desa Muaro Sebo.
”Apa maksudmu?” tanya wakil Desa Petijan penasaran.
”Kita harus mengarungi samudera yang luas itu,” jawab wakil Desa Muaro Sebo dengan tenang.
”Kami setuju!” sahut wakil dari Desa Batin Duo Belas, Tujuh Koto, dan Sembilan Koto.
”Kalau begitu, kami juga setuju,” kata wakil Desa Petijan.
Akhirnya, rombongan itu bertekat untuk mengarungi samudera di ujung Pulau Sumatra. Setelah mempersiapkan segala keperluan, berangkatlah rombongan itu dengan menggunakan dendang (perahu besar). Setelah berhari-hari diombang-ambing oleh gelombang laut di tengah samudera yang luas itu, mereka pun tiba di Negeri Keling (India). Mereka berkeliling di Negeri Keling yang luas itu untuk mencari orang yang bersedia menjadi Raja Negeri Jambi dengan ujian yang telah mereka tentukan. Semua orang yang mereka temui belum ada yang sanggup menjalani ujian berat itu.
Pada suatu hari, mereka mendengar kabar bahwa di sebuah kampung di Negeri Keling, ada seseorang yang terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Akhirnya, mereka pun menemui orang sakti itu.
”Permisi, Tuan! Kami adalah utusan dari Negeri Jambi. Negeri kami sedang mencari seorang raja yang akan memimpin negeri kami, tapi dengan syarat harus lulus ujian. Apakah Tuan bersedia?” tanya salah seorang dari rombongan itu sambil menceritakan ujian yang harus dijalani calon raja itu.
”Saya sanggup menjalani ujian itu,” jawab orang itu.
Rombongan itu segera membawa calon raja itu pulang ke Negeri Jambi. Setelah menempuh perjalanan selama berminggu-minggu, tibalah mereka di Negeri Jambi. Orang sakti itu disambut gembira oleh rakyat Jambi. Mereka berharap bahwa calon yang datang dari seberang lautan itu benar-benar orang yang sakti, sehingga lulus dalam ujian itu dan menjadi raja mereka.
Keesokan harinya, orang sakti itu pun diuji. Seperti halnya calon-calon raja sebelumnya, orang sakti itu pertama-tama dibakar dengan api yang menyala-nyala. Orang Keling itu benar-benar sakti, tubuhnya tidak hangus, bahkan tidak satu pun bulu romanya yang terbakar. Setelah diuji dengan ujian kedua dan ketiga, orang itu tetap tidak apa-apa. Terakhir, orang itu akan menghadapi ujian yang paling berat, yang tidak sanggup dilalui oleh calon-calon raja sebelumnya, yaitu digiling dengan kilang besi yang besar. Pada saat ujian terakhir itu akan dimulai, suasana menjadi hening. Penduduk yang menyaksikan menahan napas. Dalam hati mereka ada yang menduga bahwa seluruh tubuh orang itu akan hancur dan remuk.
Ini adalah saat-saat yang mendebarkan. Ujian terakhir itu pun dimulai. Pertama-tama, kedua ujung jari-jari kaki orang Keling itu dimasukkan ke dalam kilang besi. Kilang mulai diputar dan sedikit demi sedikit tubuh orang Keling itu bergerak maju tertarik kilang besi yang berputar. Semua penduduk yang menyaksikannya menutup mata. Mereka tidak sanggup melihat tubuh orang Keling itu remuk. Namun apa yang terjadi? Mereka yang sedang menutup mata tidak mendengarkan suara jeritan sedikit pun. Tetapi justru suara ledakan dahsyatlah yang mereka dengarkan. Mereka sangat terkejut saat membuka mata, kilang besi yang besar itu hancur berkeping-keping, sedangkan orang Keling itu tetap tidak apa-apa, bahkan ia tersenyum sambil bertepuk tangan. Penduduk yang semula tegang ikut bergembira, karena berhasil menemukan raja yang akan memimpin mereka.
Seluruh penduduk dari Desa Tujuh Koto, Sembilan Koto, Muaro Sebo, Petajin, dan Batin Duo Belas segera mempersiapkan segala keperluan untuk membangun sebuah istana yang bagus. Selain itu, mereka juga mempersiapkan bahan makanan untuk mengadakan pesta besar-besaran untuk meresmikan penobatan Raja Negeri Jambi. Beberapa bulan kemudian, berkat kerja keras seluruh warga, berdirilah sebuah istana yang indah dan orang Keling itu pun dinobatkan menjadi raja Jambi.
* * *
Demikian cerita Asal Usul Raja Negeri Jambi dari daerah Jambi, Indonesia. Cerita di atas termasuk ke dalam cerita legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Sedikitnya ada dua pesan moral yang dapat diambil, yaitu sifat suka bermusyawarah dan pentingnya keberadaan seorang pemimpin dalam kehidupan masyarakat.
Pertama, sifat suka bermusyawarah. Sifat ini tercermin pada perilaku warga dari kelima desa dalam cerita di atas. Setiap menghadapi persoalan, mereka senantiasa bermusyawarah. Dalam ungkapan Melayu dikatakan:
Kedua, pentingnya keberadaan seorang pemimpin. Dalam cerita di atas, masyarakat menyadari bahwa keberadaan seorang pemimpin dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Untuk itu, mereka pun berusaha mencari seorang raja yang diharapkan mampu membimbing, melindungi, menjaga, dan menuntun mereka agar kehidupan mereka aman, damai dan sejahtera. Dikatakan dalam petuah amanah orang tua-tua Melayu:
Ikrar Kampanye Damai Pilwako Jambi, Tim SIMPATIK Sebarkan Kedamaian
Disampaikan Ratna Dewi, Ketua KPU Kota Jambi, seluruh kandidat Pilwako Jambi mempunyai komitmen untuk menjadikan Pilwako Jambi dalam keadaan kondusif. “Pada masa kampanye, seluruh kandidat dipersilahkan untuk menyampaikan visi misi ke tengah masyarakat. Namun tetap tidak melakukan pelanggaran selama masa kampanye,” terangnya.
Ada lima poin ikrar yang dibacakan empat pasangan Cawako dan Cawawako Jambi. Pertama, melaksanakan kampanye damai, sepakat menjaga stabilitas politik, kemanan dan ketertiban umum dalam Kota Jambi. Kedua, melaksanakan kampanye secara edukatif, dan saling menghormati sesama dan antar cawako dan wawako serta tim kampanye.
Ketiga, tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga Pilwako 2013 terlaksana secara demokratis dan bermartabat. Keempat, siap menerima sanksi apabila melanggar aturan, dan tidak melakukan kampanye negatif yang sifatnya memfitnah cawako dan cawawako lain. Kelima, siap menyukseskan Pilwako Jambi 2013, siap menang dan kalah.
Ikrar kampanye damai Pilwako Jambi ini juga dilanjutkan dengan pawai mobil hias. Masing-masing kandidat menggunakan kendaaraan yang dihias dengan berbagai bentuk. Sementara itu, pasangan SIMPATIK (Sum Indra – Maulana) menyambut baik kampanye damai ini. “Tim SIMPATIK akan menjaga keamanan dan ketertiban, sebarkan kedamaian di tengah masyarakat Kota Jambi,” ujar Sum Indra didampingi Maulana.
Reporter: Raden Surahman
BATIK KAYU DIJAMBI
Lebih Lama Pengerjaannya Ketimbang Membatik di Media Kain
MEMBATIK dengan media kain, itu sudah biasa, tapi membatik di media kayu itu merupakan hal baru dan unik. Batik dengan media kayu ini dapat dijumpai di gedung Dekranasda Provinsi Jambi, Kelurahan Thehok-Kecamatan Jambi Selatan.
MEMBATIK dengan media kain, itu sudah biasa, tapi membatik di media kayu itu merupakan hal baru dan unik. Batik dengan media kayu ini dapat dijumpai di gedung Dekranasda Provinsi Jambi, Kelurahan Thehok-Kecamatan Jambi Selatan.
![]() |
Membatik dimedia kayu di Provinsi Jambi bisa dikatakan hanya bisa
ditemukan di Dekranasda Provinsi Jambi. Kayu batik ini diperkenalkan
pertama kali sejak tahun 2011 lalu oleh Novendra dan Ardi, pengrajin
kayu batik di Dekranasda Provinsi Jambi.
“Di Jawa sudah ada Kayu batik ini, tapi di Jambi baru disini
(Dekranasda,red)” ujar Novendra saat ditemui di Gedung Dekranasda
Provinsi Jambi,
Menurut Novendra kerajinan kayu batik ini berupa mangkok, rekal
Qur’an, piring, tempat buah, tempat tisu, aksesoris gelang, gantungan
kunci manik kalung dan lain-lain.
“Selain kayu juga bisa bambu jadi media kerajinan batik ini,” katanya.
Dikatakannya proses membatik di media kayu ini sama persis dengan
membatik dimedia kain. “Prosesnya sama dengan membatik dikain, dari
membuat pola, mewarnai dengan lilin, semuanya sama,” katanya.
![]() |
Namun tingkat kesulitan membatik dimedia kayu lebih tinggi, dibanding
membatik dimedia kain. “Kalau dikain medianya datar, kalau dikayu ada
yang tidak datar. Membatik di kayu harus ditulis, tidak bisa dicat.
Lebih rumit dimedia kayu,” katanya.
Selain lebih rumit waktu pengerjaan kayu batik ini juga lebih lama
daripada membatik dikain. “Seperti membuat satu mangkok bisa makan waktu
tiga jam,” ucapnya.
Untuk motif kayu batik ini semuanya menggunakan motif batik khas
Jambi, seperti durian pecah, tampuk manggis, kuau berhias, pucuk rebung,
biji timun, lembung kopi dan incung kincai.
Disebutkan Novendra kerajinan kayu batik ini sudah dipamerkan diberbagai pameran di Indonesia. “Terakhir di Jakarta,” ucapnya.
Mengenai harga kerajinan kayu batik ini dijual dari harga Rp 15
ribu hingga Rp 300 ribu. “kalau gantungan kunci harganya Rp 15 ribu, kalau tempat buah Rp 300 ribu,” katanya.
ribu hingga Rp 300 ribu. “kalau gantungan kunci harganya Rp 15 ribu, kalau tempat buah Rp 300 ribu,” katanya.
Kerajinan ini hanya dijual di gedung Dekranasda Provinsi Jambi dan
Bandara Sultan Thaha. “Peminatnya cukup tinggi, baik dari masyarakat
lokal, maupun dari turis,
Senin, 10 Juni 2013
Ketua Pengerak PKK kab.Muaro Jambi Buka Lomba Balita dan sunatan Masal
Radio News Muaro Jambi,Untuk memeriahkan MTQ tingkat provinsi
jambi 43 dikabupaten muaro jambi tim pengerak NY.Sulianti Burhannudin Mahir bersama dinas kesehatan mengadakan lomba balita sehat dan
sunatan masal dalam upaya meringankan beban bagi orang tua yang tidak mampu sunatan masal ini di ikuti oleh 36 orang Anak dari kecamatan Maro Sebo Kabupaten MuaroJambi Propinsi jambi.
Terlihat canda dan Tawa dari balita dan ada juga Tangisan dari dalam gedung dimana kami dari radio News muaro jambi bersiaran di sekertariat pusat informasi din lakukan sunatan masal,dari orang tua anak yang di sunat Barkata "sayo sangat Berterimo kasih pada Pemerintah muaro jambi yang saat ini menjadi tuan rumah
MTQ 43 tinggkat propinsi jambi dan saya mingikutkan ketigo anak sayo untuk bersunat " dari tim medis kesehatan muaro jambi Hari ini 11-06-2013 di targetkan 36 orang anak namun yang datang hari ini 15 orang anak yang sudah siap di sunat,setelah mereka disunat tim meberikan bingkisan berupa kain sarung pada slah seorang anak dan seterusnya demikian kami melaporkan dari kawasan MTQ di RIMBO BINJAE JAmbi kecil.
sunatan masal dalam upaya meringankan beban bagi orang tua yang tidak mampu sunatan masal ini di ikuti oleh 36 orang Anak dari kecamatan Maro Sebo Kabupaten MuaroJambi Propinsi jambi.
Terlihat canda dan Tawa dari balita dan ada juga Tangisan dari dalam gedung dimana kami dari radio News muaro jambi bersiaran di sekertariat pusat informasi din lakukan sunatan masal,dari orang tua anak yang di sunat Barkata "sayo sangat Berterimo kasih pada Pemerintah muaro jambi yang saat ini menjadi tuan rumah
MTQ 43 tinggkat propinsi jambi dan saya mingikutkan ketigo anak sayo untuk bersunat " dari tim medis kesehatan muaro jambi Hari ini 11-06-2013 di targetkan 36 orang anak namun yang datang hari ini 15 orang anak yang sudah siap di sunat,setelah mereka disunat tim meberikan bingkisan berupa kain sarung pada slah seorang anak dan seterusnya demikian kami melaporkan dari kawasan MTQ di RIMBO BINJAE JAmbi kecil.
DUA KABUPATEN ABSEN,CABANG FAHMIL QUR'AN
RADIO MUAROJAMBI – Pada hari kedua lomba MTQ tingkat provinsi
jambi 43 dikabupaten muarojambi cabang fahmil qur’an dan syarhil qur’an yang
bertempat digedung serba guna komplek perkantoran pemerintah kabupaten
muarojambi senen (10/06),sementara cabang yang diperlombakan pada saat itu
fahmil qur’an dan syarhil qur’an yang baru masuk babak penyisihan.”pada
perlombaan tersebut dari 11 kabupaten/
kota yang mengirimkan kafilahnya dalam cabang fahmil qur’an tersebut,sementara
yang tidak mengirim peserta dalam perlombaan cabang fahmil tersebut seperti
daerah kabupaten meranggin dan kabupaten tebo.
Panitia pelaksanaan lomba cabang fahmil dan syarhil qur’an
melalui panitera,sofwan S.Ag ketika diminmtai ketyeranganya oleh harian ini
mengatakan,meliputi data yang ada dalam catatan kami ada dua daerah yang tidak mengikuti perlombaan cabang
fahmil qur’an pada saat ini seperti daerah kabupaten meranggin dan kabupaten
tebo dari 11 kabupaten/kota lomba pada hari kedua dan pertama ini baru babak
penyisihan,namun nantinya kita hanya mendapatkan seni final ada 6 regu dan finalnya nanti hanya 3,itu diartikan
6 cabang fahmil dan 6 cabang syarhil qur’an,”katanya.
Lanjutnya,namun saat kita lihat sekarang ini lomba yang
berlansung itu ada satu regu yang 3 orang,namun untuk kota jambi yang dipakai
hanya dua orang sebab satunya wanita,sedangkan aturan kita seharusnya satu regu itu tidak boleh ada campuran,kalau
memang laki-laki musti laki-laki semua,tidak boleh dicampur atau diselingkan
dengan wanita,hal itu takutnya nantinya apa bila kita selingkan dengan laki dan
wanita akan terjadi penilaian yang tidak maksimal dari dewan hakim,namun hal
itu sudah kita arahkan untuk melakukan penukaran namun tidak respon ya terpaksa harus dua orang yang
berlaga dalam lomba cabang fahmil qur’an tersebut,”beber sofwan.
Sementara wakil bupati muarojambi,H.Kemas muhammad fuad,M.Si
saat meninjau jalanya perlombaan cabang fahmil dan syarhil qur’an pada saat itu
ketika dikonfirmasikan oleh beberapa wartawan mengatakan,kita berharap daerah
kabupaten muarojambi sukses dalam pelaksanaan penyelengaraan ,dan sukses dalam
prestasi untuk memperlancarkan berjalannya pelaksanaan MTQ tingkat provinsi
jambi ke-43,”harap fuad.(ari/adv)
Beragam Olahan Patin dipamerkan Diskannak Muarojambi
RADIO MUAROJAMBI - Bagi penyuka kuliner olahan Ikan Patin Jambi, saat ini Stand pameran milik Diskannak Muarojambi menyediakan beragam olahannya seperti Abon ikan Patin, Kerupuk ikan patin dan yang teranyar yaitu Fillet ikan Patin produksi asli Muarojambi.
Olahan ini ini telah siap disantap oleh pembeli dan dijual dengan harga terjangkau, Kadis Kannak Muarojambi Paruhuman Lubis Sp mengatakan bahwa ikan patin merupakan trandmark Kabupaten Muarojambi. "Ikan patin merupakan ikan dominan di Kabupaten ini, jadi untuk meningkatkan nilai jualnya masyarakat mengolah menjadi panganan yang bermacam-macam, saya yakin makanan ini akan dapat menyaingi makanan lain yang telah ada seperti kerupuk ini dibuat dengan daging ikan patin segar sehingga rasanya lebih gurih,"pamer Lubis
Stand olahan patin ini menyemarakkan berbagai stand lain yang ada di arena Utama MTQ di Jambi kecil, selain patin juga terdapat telor asin produksi Muarojambi yang bebas pengawet sehingga aman dimakan. "ini sekaligus juga memperkenalkan makanan khas Muarojambi di masyarakat, sejauh ini yang paling laku ialah kerupuk ikan patin serta Fillet ikan patin yang pabriknya telah ada di Muarojambi,"tambah Lubis.
Sementara itu diStand atau bazar untuk daerah kabupaten muarojambi didominasi oleh kerajinan kayu ukir seperti meja makan, patung nago dan meja hiasan rumah yang terbuat dari kayu.
Salah seorang penjaga stand untuk kabupaten batanghari utusan dari masyarakat pengrajin kayu dari dinas koperindag batanghari, Yuyun Rosilitawati ketika dikonfirmasikan harian ini menuturkan untuk daerah kabupaten batanghari yang lebih dominan terjual dalam stand atau bazar yaitu kerajinan resam.
Yang terjual kerajinan resam dan produk makan yang dominan yang terjual, selain itu juga ada sebagian kecil butik kerajinan untuk daerah batanghari terdapat di Desa Betung. "daerah batang hari memang dari dulu dikenal penghasil kayu yang bervariasi seperti kayu bulian dan kayu lainya sudah ada sebelumnya,"tukas Yuyun.(Ari/adv)
LOMBA CABANG TAFSIR QUR'AN BAHASA ARAB DI IKUTI 16 PESERTA
Radio Muaro jambi - Tidak terasa musabaqah tilawatil Qur'an ke 43 tingkat
propinsi jambi di sailun salimbai sudah memasuki hari ke 2 semua cabang yang di
perlombakan juga telah di laksanakan termasuk cabang Tafsir Qur'an golongan Bahasa Arab.
Bertempat di Mesjid Jamiatul Arifin kecamatan Sekernankabupaten muaro jambi
dengan serius semua peserta lomba yang megikuti cabang tafsir golongan Qur'an untuk
mendapatkan hasil yang terbaik agar menjadi juara untuk mengharumkan
kabupaten masing - masing.Bertempat di Mesjid Jamiatul Arifin kecamatan Sekernankabupaten muaro jambi
yang mana cabang Tafsir Qur'an ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu cabang Tafsir Qur'an Bahasa Indonesi, Bahasa Arab Dan Bahasa Inggris. cabang Tafsir Qur'an ini Bahasa Arab.
8 kabupaten / kota untuk cabang tafsir Qur'an Bahasa Arab ini dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang .
Drs.Almunawar sebagai panitera mengatakan dari kafilah kerinci mengundurkan diri di karenakan sedang datang bulan.dan yang tidak mendafkarkan tafsir Qur'an ada 3 kafilah putra yaitu dari kafilah merangin,sarolangun dan tebo
Gubernur Buka MTQ ke 43 Tingkat Provinsi
Gubernur Buka MTQ ke 43 Tingkat Provinsi
P- Ribuan Kembang Api Pukau Peserta dan Masyarakat
P- Ribuan Kembang Api Pukau Peserta dan Masyarakat
Radio News Muaro Jambi .Perhelatan
Akbar Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 43 Tingkat Provinsi Jambi di
Kabupaten Muarojambi secara resmi di buka oleh Gubernur Jambi H. Hasan
Basri Agus dengan pemukulan beduk yang diikuti oleh 11 kepala Daerah
lainnya secara beriringan, acara pembukaan dilaksanakan tadi malam
(8/06) sekitar pukul 21.30 WIB.
Selain pemukulan bedug,
masyarakat dan seluruh yang hadir dibuat terpukau dengan letusan ribuan
kembang api yang menghiasi lapangan arena utama di Kelurahan Jambi Kecil
Kecamatan Marosebo tersebut, kembang api beragam warna dan beragam
bentuk berlangsung sekitar 10 menit yang disambut riuh tepuk tangan oleh
penonton yang hadir.
Dalam sambutannya, sebagai tuan rumah,
bupati muarojambi Burhanuddin Mahir mengatakan, untuk peserta pelaksaan
MTQ kali ini diikuti oleh 1106 peserta dari seluruh kabupaten/kota yang
mengikuti 9 cabang perlombaan. “selaku organizing komite,
kita telah berupaya untuk mempersiapkan acara ini sebaik mungkin,”
sebutnya.
Tak hanya itu, bupati juga mengatakan jika pelaksanaan
MTQ ini, sebaiknya tidak hanya sebatas perlombaan saja. “MTQ ini tidak
hanya sekedar perlombaan, tujan utamanya adalah siar dan implementasi
dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.
Sementara itu, Mahbub
daryanto, kepala kantor kemetrian agama wilayah jambi mengatakan,kalau
pada MTQ kali ini, pihaknya telah melakukan perubahan. Dimana jumlah
buta aksara diprovinsi jambi telah berkurang dari yang disebutkan oleh
gubernur jambi pada MQ tahun lalu. “Sekarang Alhamdulillah, jumlah anak
yang buta aksara telah jauh berkurang. Bahkan anak-anak didik sekarang
telah diajarkan untuk membaca alquran,” ungkapnya.
Pelaksanaan
MTQ ini sendiri, disebutkan mahbub sebaai salah satu cara untuk
menyiarkan tentang pemberantasan buta baca alquran. Sehingga pada 2014
mendatang, ditargetkan untuk bebas buta baca
alquran di provinsi jambi, terutama di kabupaten muarojambi.
Gubernur
jambi, hasan basri agus juga menegaskan, momentum pelaksanaan MTQ ini,
bisa dijadikan sebagai salah satu langkah yang tak hanya sekedar membaca
alquran, tetapi juga memahami isi alquran. “Sebagai umat muslim, kita
harus berpegang teguh pada alquran, sebagai pedoman dalam kehidupan
sehari-hari,” ujarnya.
Karenanya, dengan pelaksaan MTQ,
diharapkan dapat membentuk kualitas mental yang berkualitas dan tangguh,
sesuai ajaran agama islam. Serta mampu mengamalkan ajaran agama ang
terkandung dalam alquran di kehidupan sehari-hari.
Usai pembukaan
MTQ, acara pembukaan juga dilanjutkan dengan melakukan pengibaran
bendera yang dilakukan tim paskibraka. Selain itu, juga dilakukan tarian
masa yang dilakukan oleh 200 orang peserta serta alunan merdu tim
paduan suara. Tak heran jika ribuan masyarakat berbondong-bondong
memadati arena MTQ untuk menyaksikan secara langsung
acara pembukaan tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan hiburan
tarian masal ratusan penari yang berasal dari Kabupaten Muarojambi yang
didominasi oleh warna kuning gemerlap yang mendeskripsikan Bumi
Muarojambi sebagai Bumi sailun salimbai, para penari juga membawa
replika candi Muarojambi sebagai trendmark kabupaten tersebut.
Selasa, 04 Juni 2013
MASYARAKAT DEMO BUPATI MUARO JAMBI
RADIO NEWS MUARO JAMBI masyarakat direncanakan mendatangi kantor Bupati Muarojambi
untuk menuntut agar Bupati Muarojambi, H. Burhanuddin Mahir mengeluarkan
putusan yang akan menguntungkan masyarakat terkait konflik lahan antara
masyarakat Kecamatan Sekernan dengan PT. Brahma Bina Bakti (BBB) yang
telah berjalan tahunan lamanya.
Setelah sempat ditunda selama beberapa minggu, Bupati Muarojambi akhirnya pada Hari Selasa (19/03) bersama unsur Muspida dan pihak Polres dan Polda Jambi akan duduk bersama untuk mengeluarkan keputusan final terkait konflik masyarakat dan Perusahaan Karet dan sawit tersebut.
Humas PT. BBB, Eko Bayu, membenarkan akan terjadi aksi masa dan mengharapkan agar keputusan nantinya sesuai dengan fakta dan bukti hukum yang ada. "Aksi mereka menuntut agar putusan bupati dapat berpihak kepada masyarakat, namun
realisasinya terlihat kami memiliki alas hak yang lengkap terkait lahan yang disengketakan," ujar.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, masyarakat 8 desa di Kecamatan
Sekernan Januari 2013 lalu melakukan pendudukan lahan PT. BBB dan
menuntut agar pihak perusahaan memberikan hak mereka atas lahan yang
mereka anggap mereka miliki, aksi pendudukan ini kemudian berakhir
setelah diadakannya pertemuan dengan pihak perusahaan, Bupati Muarojambi
serta pihak kepolisian yang dihadiri Karo Op Polda Jambi.
Masyarakat kemudian keluar dari lahan perusahaan tersebut setelah adanya masa reses yang diberikan oleh Bupati kepada masyarakat dan perusahaan untuk sama-sama mengumpulkan bukti kepemilikan yang nantinya oleh tim terpadu akan dirapatkan dan diputuskan solusi penyelesaiannya.
Setelah sempat ditunda selama beberapa minggu, Bupati Muarojambi akhirnya pada Hari Selasa (19/03) bersama unsur Muspida dan pihak Polres dan Polda Jambi akan duduk bersama untuk mengeluarkan keputusan final terkait konflik masyarakat dan Perusahaan Karet dan sawit tersebut.
Humas PT. BBB, Eko Bayu, membenarkan akan terjadi aksi masa dan mengharapkan agar keputusan nantinya sesuai dengan fakta dan bukti hukum yang ada. "Aksi mereka menuntut agar putusan bupati dapat berpihak kepada masyarakat, namun
realisasinya terlihat kami memiliki alas hak yang lengkap terkait lahan yang disengketakan," ujar.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, masyarakat 8 desa di Kecamatan
Sekernan Januari 2013 lalu melakukan pendudukan lahan PT. BBB dan
menuntut agar pihak perusahaan memberikan hak mereka atas lahan yang
mereka anggap mereka miliki, aksi pendudukan ini kemudian berakhir
setelah diadakannya pertemuan dengan pihak perusahaan, Bupati Muarojambi
serta pihak kepolisian yang dihadiri Karo Op Polda Jambi.Masyarakat kemudian keluar dari lahan perusahaan tersebut setelah adanya masa reses yang diberikan oleh Bupati kepada masyarakat dan perusahaan untuk sama-sama mengumpulkan bukti kepemilikan yang nantinya oleh tim terpadu akan dirapatkan dan diputuskan solusi penyelesaiannya.
Sabtu, 04 Mei 2013
PETI Mendekati Area Rumah Dinas Bupati Sarolangun
Aktifitas
Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) sudah mendekati Rumah Dinas Bupati
Sarolangun yang menghadap sungai Batang Tembesi, ironisnya, tidak ada
tindakan dari aparat keamanan dan terkesan aparat Pemerintah Kabupaten
Sarolangun tidak bisa berbuat apa apa.
Jum’at (2/5), saat sidang paripurna LPJ digedung DPRD Sarolangun, pimpinan Dewan Saihu mengutarakan keprihatinannya tentang hal tersebut.
“ Kita tidak boleh diam, jangan biarkan PETI terus berlangsung, apalagi sekarang sudah mendekati rumah Dinas Bupati ” demikian dituturkan beliau.
Saihu juga merasa kecewa dengan kinerja Pol PP, yang menganggap didalam Peraturan Daerah, kasus tersebut merupakan tanggung jawab aparat Kepolisian.
Jum’at (2/5), saat sidang paripurna LPJ digedung DPRD Sarolangun, pimpinan Dewan Saihu mengutarakan keprihatinannya tentang hal tersebut.
“ Kita tidak boleh diam, jangan biarkan PETI terus berlangsung, apalagi sekarang sudah mendekati rumah Dinas Bupati ” demikian dituturkan beliau.
Saihu juga merasa kecewa dengan kinerja Pol PP, yang menganggap didalam Peraturan Daerah, kasus tersebut merupakan tanggung jawab aparat Kepolisian.
Rabu, 01 Mei 2013
Wako dan Wawako Jambi tak Ada, Paripurna Batal
Radio news muaro Jambi-Seusai paripurna istimewa DPRD yang membahas soal penyampaian
hasil Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Jambi Bambang
Priyanto batal, membuat sebagian anggota DPRD kecewa.
Ketua DPRD Kota Jambi, Zainal Abidin menegaskan, seharusnya wali kota mengetahui yang mana yang seharusnya didahulukan. Ia mengatakan, tidak seharusnya juga wali kota menyampaikan ketidak hadiran ini melalui mulut saja.
"Tadi wali kota menghubungi saya, katanya paripurna ini didisposisikan kepada wakilnya (Wawako Sum Indra). Namun wakilnya juga sedang di Jakarta. Kita lihat tadi hanya sekda dan rekan-rekannya yang datang. Ini tidak bisa dilanjutkan. Karena kawan-kawan menolak itu," kata Zainal, Rabu (1/5) pagi
Dijelaskannya, untuk persoalan mangkirnya Wali Kota Bambang Priyanto dalam paripurna istimewa LKPJ ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan rekan-rekan anggota dewan lainnya.
"Inikan wajib dihadiri kedua pimpinan itu. Nanti kita akan melakukan koordinasi dan kita berharap ini tidak bisa terulang kembali," katanya.
Sekda Kota Jambi H Daru Pratomo mengatakan, kepala daerah saat ini sedang berada di Jakarta untuk menghadiri musrenbang nasional.
"Ya itu memang bukan kewenangan saya untuk menyampaikannya. Soalnya ini penyampaian hasil dari kepala daerah. Jadi kalau tidak ada kepalanya, bisa wakilnya, tetapi wakilnya juga tidak ada. Jadi teman-teman DPRD tidak setuju dilanjutkan paripurna bila salah satunya tidak hadir,"katanya.
Ketua DPRD Kota Jambi, Zainal Abidin menegaskan, seharusnya wali kota mengetahui yang mana yang seharusnya didahulukan. Ia mengatakan, tidak seharusnya juga wali kota menyampaikan ketidak hadiran ini melalui mulut saja.
"Tadi wali kota menghubungi saya, katanya paripurna ini didisposisikan kepada wakilnya (Wawako Sum Indra). Namun wakilnya juga sedang di Jakarta. Kita lihat tadi hanya sekda dan rekan-rekannya yang datang. Ini tidak bisa dilanjutkan. Karena kawan-kawan menolak itu," kata Zainal, Rabu (1/5) pagi
Dijelaskannya, untuk persoalan mangkirnya Wali Kota Bambang Priyanto dalam paripurna istimewa LKPJ ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan rekan-rekan anggota dewan lainnya.
"Inikan wajib dihadiri kedua pimpinan itu. Nanti kita akan melakukan koordinasi dan kita berharap ini tidak bisa terulang kembali," katanya.
Sekda Kota Jambi H Daru Pratomo mengatakan, kepala daerah saat ini sedang berada di Jakarta untuk menghadiri musrenbang nasional.
"Ya itu memang bukan kewenangan saya untuk menyampaikannya. Soalnya ini penyampaian hasil dari kepala daerah. Jadi kalau tidak ada kepalanya, bisa wakilnya, tetapi wakilnya juga tidak ada. Jadi teman-teman DPRD tidak setuju dilanjutkan paripurna bila salah satunya tidak hadir,"katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengapa selalu dengar radio
-
Pada perhelatan MTQ tingkat Provinsi jambi tahun 2013 mendatang, Kecamatan Marosebo Muarojambi menjadi tuan rumah pelaksanaan seluruh rang...
-
Info Muaro Jambi Radio // Bagaimana cara memperbanyak tanaman tanpa biji yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan biji, Perbanyakan ta...


