Selasa, 22 April 2014

Wapres Ingatkan Siswa di Jambi Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Wakil Presiden Boediono mengingatkan para siswa SMPN 1 Kota Jambi untuk ikut mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa datang. "Anak-anak belajarlah dengan sungguh-sungguh, nanti pada saatnya Bapak akan mundur, kalianlah yang meneruskan untuk memimpin negeri ini" kata Wapres saat berkunjung ke SMPN 1 Kota Jambi, Selasa. Wapres Boediono bersama istri,Herawati Boediono dan sejumlah menteri berkunjung ke Provinsi Jambi untuk membuka Rakornas Komisi Penyiaran Indonesia. Dalam kunjungannya ke SMPN 1, Boediono didampingi Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Yusniana Hasan Basri dan Wali Kota Jambi Sy. Fasha. Dalam kunjungan singakt itu Wapres memberikan arahan kepada para siswa dan siswi untuk belajar dengan bersungguh-sungguh karena para siswa ini nantinya akan menjadi pemimpin dan generasi penerus bangsa. Wapres pun menyempatkan diri meninjau para siswa yang sedang dalam proses belajar mengajar, salah satunya kelas cerdas istimewa yang muridnya memiliki kecerdasan intelektual 130 keatas. Di dalam kelas ini, Wapres menyempatkan diri bertanya kepada para siswa tentang dua gambar yang terpampang di papan tulis melalui proyektor, yaitu gambar yang menunjukkan gambar hutan yang asri dan gambar pinggiran sungai yang dipenuhi dengan rumah dan sampah. Para siswa pun berlomba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Wapres dan diungkapkan Wapres bahwa jawaban para siswa sudah cukup baik. Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar memperlihatkan hasil karya para siswa dalam bidang fisika, di antaranya generator sederhana, proyek hidrostatik, dan kincir angin sederhana untuk pembangkit listrik tenaga air. Pada akhir kunjungannya, Wapres menuju ke ruang perpustakaan dan meninjau perlengkapan buku dan fasilitas yang ada di perpustakaan tersebut.(*) Sumber: Antara

Gubernur Jambi Sambut Peserta Rakornas KPI 2014

Gubernur Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus menyatakan gembira dan terimakasih kepada KPI Pusat dan KPID atas dipercayanya Jambi sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPI 2014. Dirinya berharap Rakornas KPI dapat memberi dampak yang positif bagi perkembangan penyiaran khususnya di daerah Jambi. “Selamat datang peserta Rakornas. Terima kasih telah mempercayai Jambi sebagai tuan rumah Rakornas KPI. Kami merasa bangga atas kepercayaan tersebut. Kami merasa senang Jambi menjadi tuan rumah Rakornas KPI. Kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Gubernur dalam sambutan acara ramah tamah dengan peserta Rakornas di Rumah Dinasnya, Senin Malam, 21 April 2014. Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan potensi-potensi yang dimiliki daerahnya seperti tempat-tempat wisata yang menarik seperti taman air alam, Gunung Kerinci, Candi Muaro Jambi dan ratusan obyek lainnya. Ketua KPI Pusat Judhariksawan, dalam sambutannya mengatakan kegiatan Rakornas KPI yang dihadiri 33 provinsi akan dihadiri Wakil Presiden Boediono. Rakornas ini menjadi Rakornas pertama yang dihadiri Wapres. “Kami atas nama KPI menyampaikan terima kasih banyak kepada pemerintahan dan masyarakat Jambi atas sambutannya dan kesempatan ini,” kata Judha. Judha juga menyampaikan jika Rakornas KPI akan ditandatangani beberapa MoU dengan Dewan Pers dan beberapa lembaga lain. Usai ramah tamah, kedua belah pihak melakukan tukar menukar cindera mata. Gubernur juga menyerahkan cindera mata kepada tiga wakil KPID.

Rapat Kordinasi Nasional KPI di jambi

Kedatangan Wapres Boediono di Kota Jambi disambut dengan aksi demonstrasi

Kedatangan Wapres Boediono di Kota Jambi disambut dengan aksi demonstrasi. Kedatangan Wapres Boediono di Kota Jambi disambut dengan aksi demonstrasi. Para mahasiswa mencoba menghadang jalan yang akan dilalui Wapres. Kampus Unbari juga dikepung polisi, menyusul adanya informasi yang menyebutkan para mahasiswa akan orasi di jalan. Sementara, puluhan mahasiswa Unja menggelar aksi demontrasi di depan kampus mereka di Telanaipura. Mereka mencoba menghentikan iring-iringan kendaraan Wapres yang usai berkunjung ke RSUD. Para mahasiswa menuntut Wapres konsentrasi pada penyelesaian kasus korupsi yang hingga kini menggantung. Aksi mahasasiwa ini dijaga ketat aparat kepolisian. Bahkan, untuk mengagalkan rencana mahasiswa menghentikan mobil rombongan Wapres, polisi mengepung kampus Unja agar maha siwa tidak bisa menyeberang ke jalan Kampus Unbari juga dikepung polisi, menyusul adanya informasi yang menyebutkan para mahasiswa akan orasi di jalan. Sementara, puluhan mahasiswa Unja menggelar aksi demontrasi di depan kampus mereka di Telanaipura. Mereka mencoba menghentikan iring-iringan kendaraan Wapres yang usai berkunjung ke RSUD. Para mahasiswa menuntut Wapres konsentrasi pada penyelesaian kasus korupsi yang hingga kini menggantung. Aksi mahasasiwa ini dijaga ketat aparat kepolisian. Bahkan, untuk mengagalkan rencana mahasiswa menghentikan mobil rombongan Wapres, polisi mengepung kampus Unja agar maha siwa tidak bisa menyeberang ke jalan.

Rabu, 02 April 2014

Puluhan Orang Berorasi Di Depan Kejati Jambi,Usut Proyek Gentala Arasyi

Aksi unjuk rasa kembali terjadi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Rabu (2/4). Kali ini massa menuntut Kejati Jambi mengusut dugaan korupsi pada megaproyek dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jambi. Massa yang tergabung dalam Aspirasai Rakyat Jambi ini mendesak Kejati Jambi untuk mengungkap dugaan korupsi pada proyek yang sedang digarap oleh Dinas PU Provinsi Jambi. Di antaranya, pekerjaan Jembatan Pedestrian di depan rumah dinas Gubernur Jambi, Proyek Jam Gentala Arasyi dan beberapa pekerjaan jalan yang diduga terjadi mark up dan merugikan negara miliaran rupiah. "Kami juga minta Kejati untuk usut dan periksa oknum yang terlibat pada tindak pidana korupsi tersebut," cetus seorang pendemo berambut gondrong. Tidak hanya itu, massa juga sempat menyerempet nama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jambi, Yusniana Hasan Basri, yang notabene istri dari orang nomor 1 di Provinsi Jambi. Menurut pendemo Yusniana yang pernah menjadi Ketua Sangga Kerja kegiatan Perkemahan Putri tingkat nasional (Perkempinas) 2012 ini, disebut-sebut terlibat dalam penyalahgunaan dana Perkempinas yang diduga merugikan negara 3 miliar rupiah. "Kejati harus tegas tegakkan hukum di Provinsi Jambi tanpa pilih bulu. Terutama masalah Perkempinas usut tuntas sampai akar-akarnya, kapan perlu periksa Bunda PAUD Provinsi Jambi," kata pendemo. Massa akhirnya membubarkan diri setelah pihak Kejati Jambi menemui mereka dan berjanji menanggapi aspirasi yang disampaikan belasan pendemo tersebut. “Kalau masalah jembatan gantung dan Jam Gentala Arasy sudah ditindaklanjuti Polda Jambi. Kalau Perkempinas kita masih dalam proses dan akan memanggil orang-orang terlibat pada penyalahgunaan dana Perkempinas tersebut," ujar Kamin, pejabat Kejati yang menemui pendemo.(*)

Asal Mula Nama Arema Terkena Yang Mendunia

Asal Mula Nama Arema Terkenal serta Semakin Mendunia Versi pertama adalah menurut sejarah, yaitu pada jaman kerajaan Singosari saat di perintah oleh Kertanegara. Ada seorang patih yang sungguh berjasa mematahkan beberapa pemberontakan serta membesarkan Kerajaan Singosari lewat beberapa penaklukkan seperti yang di tulis di kitab Negarakretagama dan Kidung Panji Wijayakrama. Nama patih tersebut adalah Patih Kebo Arema. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara demikian juga dengan pemberontakan Cayaraja. Patih Kebo Arema juga sukses menaklukkan Kerajaan Pamalayu di Jambi dan membuat Singosari menguasai selat Malaka. Sejarah kepahlawanan Patih Kebo Arema seperti tengelam dengan kebesaran Kertanegara. Beda dengan Majapahit, yang lebih terkenal Gajahmadanya dari pada rajanya. Versi kedua adalah terbentuknya sebuah geng suporter yang terbentuk melalui proses alami. Jika dirunut kejadianya begini. Pertama-tama muncul sebuah kumpulan yang selalu mendukung Persema, dan di kala itu orang-orang luar Malang menyebut dengan Arek Malang. Kemudian muncul inisiatif dari Lucky Yacob, yang kemudian membentuk klub Arema dan sekarang menjadi ikon penting kota Malang, Arema tak bisa di lepas dengan Malang, kalau kita menyebut Malang pasti pikiran kita langsung juga menuju Arema, demikian juga sebaliknya. Versi ketiga adalah perseteruan abadi antara Bonek (Surabaya) dan arek Malang. Entah sejak kapan di mulainya perseteruan ini. Tapi, karena perseteruan inilah yang membuat Arema semakin melambung dan terkenal. Warga Malang pun semakin fanatik dengan Arema. Sampai sekarang keteganggan antara keduanya masih berlanjut. Namun, Aremania Aremanita semakin dewasa dan hanya tersenyum bila lihat Bonek mengejek. Fakta sudah berbicara, yaitu saat Arema dan Persebaya bertemu di Kanjuruhan dalam pertandingan putaran kedua Indonesia Super Liga, di sini jelas sekali bahwa Aremania Aremanita sudah dewasa dan lagu-lagu yang dinyanyikan pun gak berbau dan sama sekali tidak mengejek Bonek. Namun Aremania Aremanita gak akan pernah takut dengan hooligans-holigans keras seperti hooligans dari Inggris, apalagi Bonek ! Bonek sendiri sebenarnya ikut membesarkan serta membuat Arema terkenal, lihat saja nyanyian mereka yang selalu ada Aremanya, tanpa sadar mereka mebuat Arema semakin mendunia

Radio Muaro Jambi di Ulang Tahun Yang Ke 7

Radio News Muaro Jambi . Di Temu pendangar pada tanggal 30 Maret 2014 di meriakan oleh komunitas Kampung Dongeng dan kumunitas Jawa Jambi dalam acara tersebut harapan dari pendengar program-program yang selama ini radio muaro jambi sajikan harus di pertahankan dan kalau bisa kata dari Komunitas Jawa jambi Ki Gunung Sejo Berharap sajian dan Pagelaran Wayang Kulit Radio Muaro Jambi harus di gelar Sebulan Sekali karena di Jambi mayoritas peduduk Jawa tidak kurang dari enam puluh persen dari peduduk asli jambi dari peduduk jawa ada yang transmigrasi sudah anak beranak di Negri Jambi. Radio Muaro JAmbi( RMJN )

Senin, 16 Desember 2013

KAPAL MOTOR KAYU RIWAYATMU KINI

Pada Tahun 1984-1999 transportasi jambi muara sabak ,teluk Buan,kota gandis .puding simpang dan sekitar nya menuju jambi mengunakan kapal MOTOR kayu dari angso duo jambi. onkos pada waktu itu RP.12.000,- hingga Rp 15,000,- dari angso dua jambi menuju kampungku Sidomukti kecamatan Dendan1 Yang dulu orang nyebut KUALA (teluk Buan) mebutuhkan waktu semalam ,sebelum berangkat kapal motor ""INTANG UWEK" mereka sabar menunggu penumpang yang selalu jadi langanan berguliunya waktu pada tahun 1999 otonomi daerah tanjung jabung di mekarkan menjadi dua daerah tajabbarat dan timur .kapal motor yang dulunya jadi primadona transportasi Laut berlahan - lahan Sepi. karena tidak ada penumpang melainakan sakarang jadi kenangan . pada masa itu perjalanan di tyempunh satu malam denga pembanguan jalan dari lintas timur 3 jamb dan dari jalur uarduri 2 bisa di tembus dengan waktu kurang lebih satu jam. Tim.radio mjn

Pelaksana Seismik Sepakat Ganti Kerugian Korban

SENGETI - Warga yang merupakan korban kerusakan rumah akibat program seismik yang dilakukan Pertamina melalui pihak ketiga akan menerima ganti rugi sesuai dengan jenis kerusakan akibat getaran ledakan survey seismik. ‘’Namun, ganti kerugian ini sendiri tidak akan berupa uang tunai, melainkan diperbaiki oleh pihak kontraktor dengan perbaikan seperti keaadan semula, seperti perbaikan keretakan rumah, pondasi atau lainnya,’’ sebut Kadis ESDM Muarojambi, Firmansyah SKM Mkm. Dikatakannya, pelaksanaan seismik ini sendiri bertujuan untuk memetakan kondisi migas di Muarojambi yang sudah sejak puluhan tahun lalu belum dilakukan pemetaan Pemerintah Pusat. "Kabupaten ini belum pernah dilakukan pemetaaan migas, terakhir pada tahun 1931, saat itu masih menyatu dengan Kabupaten Batanghari, jadi ketika dimekarkan kami minta dilakukan pemetaan khusus untuk Muarojambi dan ususlan itu diterima dan saat ini sedang dilangsungkan," tuturnya. Survey seismik ini, katanya, malah membawa keuntungan yang besar untuk masyarakat Muarojambi kedepan. Betapa tidak, setelah dilakukan pemetaan akan diketahui lokasi Migas yang ada di Bumi Muarojambi, sehingga kedepan PAD akan meningkats eiring dengan bertambahnya lokasi Migas di Muarojambi. "Untuk penggantian korban sendiri akan dilakukan beberapa hari setelah pelaksanaan Seismik selesai, dan saya jami semua korban akan dapat ganti rugi perbaikan kerusakan," janji Firman. (era)

SULITNYA MENGATUR POLITISI

MEMANG susah mengatur politisi kita. Dan memang, politisi kita belum dewasa menyikapi dan mematuhi ketentuan dan aturan yang terkait pelaksanaan pemilihan umum yang bersih, jujur dan adil. Selagi ada celah yang mau diabaikan, pasti diabaikan. Kali ini, ulah tidak pedulinya politisi kita terhadap penyelenggaraan pemilihan umum terlihat dari jumlah partai politik yang melaporkan rekening ke KPU. Untuk Pemilu 2014, parpol memang diwajibkan menyerahkan nomor rekening dana kampanye --yang berbeda dari rekening parpol-- selain melaporkan sumber dan pemanfaatannya per tiga bulan sekali. Semestinya, tiga hari setelah ditetapkan sebagai peserta kampanye, para pengurus parpol sudah harus menyerahkan rekening dana kampanye mereka. Sedangkan pelaporan dana kampanye ditentukan dua tahap, dengan tahap awal paling lambat 27 Desember 2013. Namun, sampai dua hari lalu, baru lima parpol yang menyampaikan rekening khusus dana kampanyenya ke KPU Provinsi Jambi. Ini baru yang melaporkan nomor rekening khusus dana kampanye. Sedangkan yang melaporkan sumber dan pemanfaatan dananya baru tiga parpol. Sementara calon anggota DPD yang menyerahkan rekening baru delapan orang dari 32 total jumlah calon DPD dari Jambi. Selebihnya membangkang. Fakta-fakta itu menunjukkan tipisnya kepedulian peserta pemilu terhadap suksesnya pelaksaan pesta demokrasi lima tahunan ini. Padahal, apa sih sulitnya membuka rekening di bank dan apa pula susahnya menyerahkan nomor rekening dan membuat laporan pemanfaatan dana kampanye ke KPU. Khusus untuk membuat laporan, ada pihak sekretariat yang siap membantu bila para pengurus parpol masih kesulitan. Ada sejumlah kemungkinan yang membuat para politisi itu tidak kunjung menyerahkan nomor rekening dan laporan pengelolaan dana kampanye ke KPU. Pertama, mereka tidak peduli dengan aturan itu. Ini tipe politisi atau pengurus parpol yang terbelakang dalam berdemokrasi di negara yang terus berkembang maju ini. Apalagi bila sanksi bagi pelanggar ketentuan tersebut lemah. Mereka akan cuek bebek. Alasan kedua, masih ada niat melakukan kecurangan sehingga menganggap riskan bila cepat-cepat menyerahkan nomor rekening dan laporan dana kampanye. Ini tipe politisi dan pengurus parpol yang benar-benar tidak menginginkan kemajuan dalam bedemokrasi. Politisi seperti ini biasanya hanya mementingkan diri sendiri, yang biasa bermain curang di setiap pemilu. Padahal, bila keterbukaan di dalam pemilu dipatuhi, salah satunya melalui keterbukaan sumber dan pemanfaatan dana kampanye, maka kualitas pemilu yang jujur dan adil akan tercapai. Bila demokrasi kita berkualitas, maka akan lahir bangsa dan pemerintahan yang berkualitas pula. Tetapi bila semua politisi dan pengurus parpol kita masih berniat main curang, takut keterbukaan, maka alamat kan sulit kita mencapai bangsa yang berkualitas.(*)

LIPUTAN DESEMBER 2013

DISKUSI PABLIK DENGAN BAWASLU PROP.JAMBI 16 Desember 2013

Mengapa selalu dengar radio