Jumat, 04 September 2015

PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT PADA IKAN LELE DUMBO


 
Info Muaro Jambi Radio // Lele dumbo merupakan jenis ikan tidak besisik sehingga lendir merupakan salahsatu pelindung dari gangguan lingkungan. Akibatnya  bila terluka dengan sangat mudah terjadi pengeluaran lendir yang berlebihan dari tubuhnya. Lendir ini dapat dijadikan media hidup bakteri, dan dengan menempelnya bakteri pada lendir, maka dengan segera kuman penyakit masuk hingga kedalam tubuh lele dumbo. Terjadinya luka inilah yang menjadikan ketahanan tubuh lele dumbo menurun dan menyebabkan sakit.  Namun kebanyakan patogen yang terlibat biasanya bersifat fakultatif yaitu organisme yang hanya menimbulkan penyakit dalam kondisi tertentu saja. Organisme semacam ini secara normal memang hidup dan berada pada berbagai jenis perairan, dan hanya menyebabkan terjadinya penyakit bila daya tahan tubuh lele dumbo menurun atau kelimpahan mahluk tersebut kelewat tinggi. Daya tahan tubuh lele dumbo  biasanya berkurang bila ada dalam kondisi stress yang diakibatkan berbagai faktor terutama lingkungan yang meliputi faktor fisik, kimiawi maupun biologis. Dengan demikian terjadinya wabah sebetulnya merupakan akibat interaksi yang tidak seimbang antara ikan sebagai subyek patogen, patogen itu sendiri serta kondisi lingkungan. Sebenarnya, semua jenis ikan mempunyai kekebalan terhadap penyakit selama ikan tersebut hidup dalam kondisi lingkungan yang baik dan tidak ada faktor yang memperlemah badannya. Penyakit ikan dapat berkembang akibat bermacam macam faktor antara lain trauma pengangkutan, kekurangan pakan, perubahan sifat fisika dan kimia air serta epidemi dari suatu penyakit. Untuk mencegah dan mengobati suatu penyakit maka perlu diketahui hal- hal yang berkaitan dengan timbulnya penyakit, cara cara dan dosispengobatan yang tepat agar diperoleh hasil yang baik.
UPAYA PENCEGAHAN
         Tindakan pencegahan terutama ditujukan untuk mencegah masuknya wabah penyakit kedalam tempat budidaya ikan,  atau mencegah meluasnya wilayah yang terkena serangan penyakit dalam upaya mengurangi kerugian produksi akibat timbulnya wabah penyakit.
Beberapa tindakan upaya pencegahan antara lain melalui sanitasi kolam, alat-alat, ikan yang akan dipelihara serta lingkungan tempat budidaya.
a.  Sanitasi kolam
     Sanitasi kolam dilaksanakan melalui pengeringan, pemjemuran dan pengapuran dengan kapur tohor atau kapur pertanian sebanyak 50-100 gram/m2  yang ditebar secara merata dipermukaan tanah dasar kolam dan sekeliling pematang kolam. Setelah dikapur biarkan dalam keadaan kering selama 3-5 hari, baru kemudian kolam dipupuk dan diairi. Bahan lain yang bisa digunakan untuk sanitasi kolam diantaranya kalium permanganat (PK) yang ditebarkan pada kolam yang telah diairi sebanyak 10-20 gram/m3 air dan dibiarkan selama 2 jam, baru kemudian dimasukan air baru dan ditebari ikan setelah kondisi air normal kembali.
b.  Sanitasi perlengkapan dan peralatan.
Perlengkapan dan peralatan kerja sebaiknya selalu dalam keadaaan suci hama, dengan cara merendamnya dalam larutan PK atau larutan kaporit selam 30-60 menit. Pengunjung dari luarpun sebaiknya tidak sembarangan memegang dan atau mencelupkan bagian tubuh kedalam media air pemeliharaan sebelum disuci hamakan.
c.  Sanitasi Ikan tebaran
Lele dumbo yang akan ditebarkan sebaiknya selalu diperiksa dahulu. Bila menunjukan gejala kelainan atau sakit maka lele tersebut harus dikarantinakan terlebih dahulu untuk diobati. Namun lele dumbo yang akan ditebar dan dianggap sehat pun, sebelum ditebar sebaiknya direndam dahulu dalam larutan PK dengan dosisi 20 gr/m3 air, atau dalam larutan methylin blue 20 ppm, atau dengan formalin 1cc/10 liter air, masing – masing selama 10 -15 menit. Bila sanitasi ikan tebaran akan menggunakan obat-obatan alami dapat dilakukan dengan cara merendam lele dumbo yang akan di tebar dalam ektrak cair sambiloto dengan dosis 25 ppm, atau dalam ektrak cair rimpang kunyit dengan dosis 15 ppm atau dapat juga menggunkan ektrak cair daun dewa dengan dosis 25 ppm, perendaman masing masing selama 30 -60 menit. 
d. Menjaga lingkungan tempat budidaya
     Upaya perlindungan gangguan dari penyakit lele dumbo adalah dengan menjaga kondisi lingkungan atau kondisi ekologis perairan dengan cara setiap kolam /bak pemeliharaan lele dumbo diusahakan mendapat air yang baru dan masih segar, telah melalui sistem filtrasi dan diusahakan agar bahan- bahan organik seperti sampah yag memungkinkan masuk kedalam kolam sedapat mungkin dihindari.
UPAYA PENGOBATAN
Gejala –gejala klinis
         Manifestasi klinis dari proses penyakit, baik yang infektif maupun non infektif dalam suatu populasi sering menunjukan tanda-tanda/petunjuk pertama terhadap suatu masalah penyakit walaupun ikan jarang atau hampir tidak pernah memperlihatkan tanda-tanda yang menciri (Pathogonomonic) oleh karena itu diagnosa yang tepat berdasarkan gejala klinis membutuhkan pengalaman dan keterampilan mengobservasi berbagai perubahan klinis. Beberapa perubahan atau tanda-tanda klinis yang perlu diamati antara lain tingkah laku, sikap, keseimbanga warna reflex, pergerakan, pernapasan, kerusakan / luka-luka pada kulit luar dll.
a.    Tingkah laku
         Lele dumbo yang sakit biasanya memperlhatkan tingkah laku menyimpang, misalnya sering menggosok-gosokan badannya pada benda- benda yang ada didalam kolam seperti batu, tanaman air atau kepinggiran kolam/ pematang. Pada kasus lain, ikan lele kehilangan keseimbangan tubuh sehingga gerakannya seprti tidak terkontrol, dan pada ahirnya ikan lele diam didasar kolam dengan sirip dada terbuka atau sekali-kali muncul kepermukaan air seperti menggantung. Ada pula lele sakit yang membuka kedua tutup insangnya lebih lebar dari biasanya, prekuensi pernafasannya meningkat dan tampak terengah-engah. Selain itu ada yang menunjukan gejal mogok makan akibat  kehilangan nafsu makan.
b.   Kelainan warna tubuh
         Jika tubuh lele dumbo mulai terlihat pucat maka harus dicurigai karena kemungkinan sudah mulai ditempeli parasit tertentu. Namun perubahan warna tubuh bisa juga disebabkan stress akibat terjadinya intesitas cahaya gelap keterang. Jika hal ini terjadi biasanya warna lele dumbo kembali normal  dalam waktu yang tidak terlalu lama. Perubahan warna juga sering terjadi jika lele dumbo dalam keadaan takut atau sesaat setelah atau sebelum memijah. Dengan demikian berdasarkan kejadian tersebut, maka perubahan warna pada lele dumbo dapat dianggap sebagai gejala dari suatu penyakit bila tidak ada penyebab lain seperti takut, stress atau setelah dan sebelum memijah. Perubahan warna yang disebabkan oleh penyakit biasanya belangsung lama atau bersifat permanen.
c.    Produksi Lendir
         Lele dumbo yang sakit seringkali memproduksi lendir yang berlebihan. Hal ini cukup terlihat jelas karena lele dumbo berwarna gelap. Produksi lendir yang berlebihan biasanya disebabkan oleh parasit yang menyerang bagian kulit. Banyaknya lendir tersebut tergantung pada intensitas serangan penyakit.
d.   Kelainan bentuk organ tubuh.
13
 
         Serangan tertentu dapat juga menimbulkan kelainan pada organ –organ tubuh tertentu, misalnya terdapat bintik –bintik putih atau merah pada bagian sirip, sisik atau bagian tubuh lainnya. Kelainan bentuk juga dapat terjadi bila serangan sangat hebat dan terjadi infeksi yang parah sehingga mengakibatkan tonjolan – tonjolan   semacam tumor pada insang, mata dan bagian kepala.  
Cara dan teknik mengobati ikan sakit
Tindakan penanggulangan penyakit ikan melalui pengobatan diupayakan agar lele dumbo sembuh tanpa membahayakan keselamatannya karena keracunan obat. Untuk itu perlu diketahui gejala – gejala umum yang timbul kemudian dilakukan diagnosis  untuk menemukan faktor penyebabnya. Setelah itu barulah ditentukan cara pengobatannya. Setelah secara pasti faktor penyebabnya diketahui kemudian ditentukan pula jenis obat yang akan digunakan serta dosisnya yang tepat sehingga tercapai efesiensi penggunaan obat dan efektifitas pemberantasannya. Beberapa teknik pengobatan yang dianjurkan dan biasa diterapkan dalam mengobati ikan terinfeksi suatu penyakit antara lain
a. Pencelupan
         Pencelupan adalah cara pengobatan menggunakan obat obatan alami atau bahan kimia  pada konsentrasi tinggi ( ratus atau ribuan ppm) dan waktu pengobatan sangat pendek. ( 30 detik ) Pengobatan dengan cara pencelupan biasanya menggunakan larutan obat dengan konsentrasi tinggi ( daya racun tinggi ). Bila kondisi ikan sudah terlalu lemah sedang daya racun obat sangat tinggi. Maka ikan bisa mati.Untuk pengobatan cara ini,  lele dumbo yang terinfeksi ditangkap menggunakan serok kemudian lele bersama serokannya dicelupkan kedalam larutan obat yang telah disiapkan selama 30 - 60 detik.  Lele dumbo yang telah diobati dipindahkan ketempat penampungan sambil diberi airasi dan air mengalir.
b.  Perendaman
Pengobatan ini adalah dengan cara memandikan ikan – ikan yang sakit dalam suatu larutan obat tertentu dengan konsentrasi tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam waktu antara 15 -60 menit. Teknis pengobatan dengan cara peandian yaitu ikan – ikan yang terinfeksi di kumpulkan dan secara langsung dimasukan/dilepaskan kedalam larutan obat yang telah disediakan setelah mencapai batas waktu yang telah ditentukan ikan ditangkap kemudian dipindah ketempat penampungan sementara dengan aliran air bersih.
c. Perendaman
         Pengobatan melalui perendaman biasanya menggunakan larutan obat tertentu pada konsentrasi relatif rendah, waktu yang digunakan untuk perendaman cukup panjang yaitu sampai 24 jam. Pengobatan dengan teknik perendaman ini dilakukan 3-5 kali berturut-turut selama 3-5 hari. Setiap kali selesai mengobati, ikan dipindahkan ketempat yang berisi air bersih sambil diberi pakan.
d.  Usapan / Olesan.
         Pengobatan ini biasanya hanya dilakukan pada lele dumbo yang luka. Lele dumbo yang luka diolesi obat tepat pada bagian yang luka, selanjutnya dipindahkan ketempat berair mengalir agar sisa obat yang beracun bagi ikan cepat tercuci.
e.  Pemberian pakan.
         Pengobatan ini terutama ditujukan bagi lele dumbo yang terinfeksi bakteri pada organ tubuh bagian dalam. Obat yang akan digunakan dicampur kedalam pakan ikan sesuai dosis yang dianjurkan. Pakan yang telah dicampuri obat diberikan kepada lele dumbo yang akan diobati sebanyak 2-3% biomas, diberikan 3 kali perhari.
JENIS-JENIS OBAT
A. OBAT ALAMI/TRADISIONAL
1.    Kunyit  (Curcuma longa Linn)
*      Nama daerah: Kunyir, Koneng, Kunyit, Alawahu, Nikwai Pagidon.
*      Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Bau khas aromatik, rasa agak pahit, sedikit pedas, tidak beracun. Berkhasiat sebagai anti radang ( anti inflamasi) dan anti bakteri.
*      Kandungan kimia : Rimpang mengandung minyak atsiri 3-5 %, turmeron, zingberene, sesquiterpen, alkohol pati , tanin dan damar.
*      Cara pemakaian : Perendaman dan oles.
2.    Lengkuas (Alpinia galanga L willd)
*      Nama daerah : Langkueh, halawas, lengkuas, lawas, laja, langkuwasa.
*      Sifat kimiawi dan efek farmakologis: Rasanya pedas dan hangat. Berkhasiat untuk, menetralkan racun, Meningatkan napsu makan( stomakik) dan sebagai obat jamur kulit.
*      Kandungan kimia: Rimpang mengandung minyak atsiri 1% metilsinamat, kamfer, galangin dan eugenol. Sedangkan buah mengandung, methyl ether, kaemferide, galangin dan dimethoxyflavone.
*      Cara pemakaian : melalui perendaman dan dioles.
3.    Daun Dewa ( Gynura pseudochina DC.)
*      Nama daerah : Beluntas cina, Daun dewa.
*      Sifat kimiawi dan efek farmakologis Daunnya dapat dikonsumsi dengan cara dilalap atau dijus. Berkhasiat sebagai anti radang, Penghilang nyeri (analgesik), obat luka bakar, luka bekas gigitan hewan berbisa, anti kanker dan peradangan pada jaringan tubuh.
*      Kandungan kimia: Batang, daun dan umbinya mengandung minyakatsiri, saponin , teranoid, tanin dan tekalora.
*      Cara pemakaian : melalui perendaman dan dioles.
4.    Mahkota dewa (phaleria macrocarpa)
*      Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Jika dikonsumsi manusia dalam keadaan segar bisa menyebabkan keracunan. Berkhasiat untuk mengobati kanker, anti oksidan, bersifat analgesik, antipiretik, dan anti radang.
*      Kandungan kimia: Daging buah dan cangkang biji mahkota dewa mengandung alkaloid, flavonoid, senyawa politenol dan tanin.
*      Cara pemakaian : melalui perendaman dan dioles.
*     
19
 
Berhasiat sebagai penambah napsu makan, menetralisir racun ( anti toksik), menghilangkan gumpalan darah dan mengobati cacing ( Vermifuge ).
*      Kandungan Kimia : Batang dan daun mengandung : Minyak atsiri, tanin, lemak, phytosterol dan calcium oxalate.
*      Cara pemakaian :  melalui perendaman atau dioles
6.      Jarak Ulung ( Jatropha gossipifolia L )
*      Nama daerah  : Jarak kosta merah, Jarak cina, jarak ulung.
*      Sifat kimiawi dan efek farmakologi : Getahnya bersabun, biji mengandung minyak. Bagian yang bisa dipakai adalah daun dan biji. Berkhasiat untuk meningkatkan napsu makan, mengobati pembengkakan dan penyakit kulit.
*      Kandungan kimia. : Akar mengandung  alkaloid. Daun dan batang mengandung  tanin, calcium oxalate, dan sulfur.
*      Cara pemakaian : Perendaman dan oles


17
 


Cara membuat obat alami/tradisional.
a.      Ekstrak.
         Ekstrak adalah obat alami dalam bentuk kering, kental atau cair yang dibuat dengan cara mengambil sari simplisia (bahan obat ) menurut cara yang cocok tanpa pengaruh cahaya matahari langsung. Wadah untuk menyari, merendam atau merebus simplisia bisa berupa panci stainlees atau toples kaca dan pengaduk dari kayu. Sedangkan simplisia yang digunakan berupa daun, buah, batang maupun rempang yang masih segar atau simplisia yang telah dikeringkan dan telah diawetkan sebelumnya.
         Salah satu cara ekstraksi yang biasa dilakukan adalah dengan cara memasak air sampai mendidih, kemudian simplisia direbus selama sekitar 30 menit. Selanjutnya bahan rebusan tersebut disaring dengan kain atau kawat kasa. Setelah itu air rebusan di panaskan lagi sampai mengental, dan didinginkan.
            Ekstrak ini merupakan bahan dasar untuk pembuatan obat dalam bentuk serbuk atau dalam bentuk salep/krim atau dapat juga digunakan langsung untuk pengobatan dengan cara perendaman, pemandian maupun pengusapan/oles dengan cara mencampur dengan air bersih sesuai dosis yang dianjurkan.
b.      Obat serbuk     
         Obat serbuk dibuat dengan cara mencampur ekstrak kental dengan saccarum lactis ( gula susu), sedikit demi sedikit sampai terbentuk adonan yang dapat dibentuk lempengan. Selanjutnya lempengan tersebut di jemur sampai kering lalu digiling dan hasil gilingannya disaring dengan kawat kasa sehingga didapatkan serbuk halus yang berukuran seragam.
         Obat serbuk ini dapat digunakan untuk pengobatan dengan cara perendaman, pemandian, pengolesan dan pengobatan melalui pakan.
c.       Obat oles ( krim/ Lulur )
         Obat oles biasanya berupa salep yang merupakan campuran minyak tumbuhan dengan bahan-bahan yang telah berbentuk ekstrak. Minyak tumbuhan yang digunakan untuk mencampur adalah minyak kelapa atau minyak zaitun dicampur bahan pengemulsi(emulgator) seperti gom arab, acacia dan tragacanth. Pembuatannya dilakukan dengan cara mencampur, minyak, ektrak kental dan emulgator dengan perbandingan 2 : 4 : 1 diaduk dengan cepat hingga menjadi bentuk krim emulsi. Pembuatan obat oles ini tidak boleh dipanaskan karena dapat memisahkan minyak dan air yang telah bercampur. Krim atau lulur ini dapat digunakan untuk pengobatan luka atau borok yang terinfeksi bakteri atau parasit. Dengan cara dioleskan tepat pada bagian yang luka.
d.      Ramuan
          Ramuan adalah campuran berbagai macam bahan obat-obatan segar atau yang telah diawetkan untuk mengobati penyakit tertentu, sehingga perbandingan jumlah bahannya disesuaikan dengan kebutuhan kandungan bahan kimia dalam bahan yang akan digunakan. Cara pembuatanya, semua bahan dirajang kecil-kecil kemudian direbus hingga air rebusan tersisa separuhnya. Air rebusan tersebut selanjutnya digunakan untuk pengobatan.
OBAT KIMIA
         Obat-obatan kimia yang lazim digunakan dalam pengobatan penyakit ikan banyak sekali jenisnya. Ada yang berbentuk serbuk ada pula yang berbentuk cairan. Semuanya merupakan bahan kimia. Berdasarkan sifatnya jenis-jenis obat obatan tersebut dapat dikelompkan menjadi  obat anti biotik, desinfektan , insektisida obat oles dan obat obat lain.
a.      Obat serbuk
         Umumnya obat antibiotik digunakan untuk penyakit bakterial yang diaflikasikan dengan cara perendaman, penyuntikan maupun pengobatan melalui pakan. Contoh obat antibiotik adalah Tetrasiklin. Kemisitin, oksitetracyclin hcl, streptomisin, sulfamerizin sulfanomid.
b.      Obat oles
         Obat oles yaitu obat- obatan yangdigunakan manusia terutama untuk mengobati luka luka. Obat ini berbentuk cairan, penggunaannya dalam pengobatan ikan harus diencerkan dahulu hinga sepuluh kali. Cara penggunaannya dioleskan dengan bantuan kapas tepat pada luka ditubuh ikan yang terinfeksi penyakit bakterial atau parasit lainnya yang bisa menyebabkan luka atau borok pada tubuh ikan. Contohnya adalah obat merah ( jodium tinktur, mercurochrome ) kecuali itu ada lagi bedak talk yang penggunaannya juga dioleskan, terutama untuk melepaskan jenis ektoparasites seperti argulus sp, yang menempel ketat pada tubuh ikan.
c.       Obat- obat lain
         Justru obat- obatan inilah yang paling sering dimanfaatkan dalam pengobatan lele dumbo, sebagian besar berbentuk serbuk, bersifat racun, dan harganya relatif mahal. Obat ini mudah diperoleh ditoko- toko kimia atau di afotik. Obat – obat dimaksud yang sudah dikenal luas adalah malchyt green, methyline blue, cooper sulfat, PK, rivanol, bromex, formalin, Hcl quinine, Chinine trifaplafin, garam amonia dan kalium bikromat.
JENIS  PENYAKIT LELE DUMBO
         Bila dilihat berdasarkan biotaksonominya, parasit penyebab penyakit pada lele dumbo, digolongkan dalam dua golongan yaitu zoo-parasites dan Phytoparasites.
Zoo parasites
         Parasit yang secara biotaksonomi tergolong dalam dunia hewan   ( animal kingdom) diantaranya sebagai berikut.
a.      Cyclochaeta ( Trichodina sp )
         Cyclochaeta atau lebih dikenal dengan Trichodina, berkembang biak dengan cara membelah diri dan selama hidupnya berada pada tubuh ikan. Bagian bawahnya terdapat mulut yang dilingkari suatu alat dari zat kitin berjumlah 20 – 30 buah, berfungsi sebagai alat untuk menempel pada tubuh atau insang, sekaligus sebagai alat pengisap. Parasit ini sering menempel pada lele yang telah terjangkit parasit lain. Bagian badan yang diserang  menjadi
pucat, terkadang disertai dengan pendarahan. Bagian tubuh yang terinfeksi banyak mengeluarkan lendir
*              Siklus hidup
         Berdasrkan siklus hidupnya ,cyclochaeta termasuk parasit onligat yaitu selama hidupnya berfungsi penuh sebagai parasit dan tidak pernah melepaskan diri dari inangnya ( ikan ) sehingga parasit ini tidak bisa hidup tanpa ikan. Penularannya akan terjadi apabila ada kontak langsung antara ikan yang terjangkit dengan ikan sehat
*              Gejala infeksi
         Tubuh lele dumbo bagian luar yang terkena infeksi menjadi pucat, banyak mengeluarkan lendir, serta kemerah merahan karena terjadi pendarahan. Warna tubuh pucat dan tingkah laku tidak normal   ( ikan menjadi lemah terjadi penurunan berat tubuh, terjadi iritasi pada kulit )
*              Pencegahan       : Memelihara kondisi lingkungan, Kolam didesinfekstan sebelum penebaran ikan. Kalau memungkinkan, copepoda harus dihambat agar tidak masuk kekolam. Populasi lele dumbo dijaga serendah mungkin, makanan harus tersedia dalam jumlah dan mutu yang cukup
b.      Bintik Putih (white spot)
         Parasit ini sering dijumpai pada lele dumbo dan terlihat seperti bintik- bintik putih sehingga disebut penyakit bintik putih ( White spot). Parasit tersebut menyerang lele dumbo secara berkelompok membentuk koloni yang bersarang pada lapisan lendir kulit, sirip hingga lapisan insang.
         Parasit yang dapat menyebabkan pendarahan ini termasuk protozoa yang sangat ganas, sesuai namanya ichtioptirius berarti penghancur ikan, yang mampu berkembang biak dalam waktu yang sangat singkat.
*              Siklus hidup
         Didaerah tropis siklus hidup nya lebih pendek dari pada didaerah sub tropis ( sedang) . Metabolismenya sangat cepat pada suhu yang hangat sehingga perkembang biakannya pun pesat sekali. Penyakit
Bintik putih agak sulit diberantas karena pada tahap parasiter hidup terbungkus selaput sel lendir ikan. Larutan obat tidak akan meresap mengenai parasit tanpa merusak selaput lendir ikan. Namun demikian cara memutuskan siklus hidupnya, parsit ini dapat diberantas secara efektif.
         Siklus hidup Ichtyoptihirius multifilis dibagi menjadi empat fase yaitu :
1.      Fase parasiter , ketika hidup pada ikan
1.             Fase pra kista : Setelah dewasa dan melepaskan diri dari tubuh ikan, tetapia belum membentuk kista
2.             Fase kista : Selama terjadi proses membelah diri, terbungkus dinding lendir  melekat padaa suatu benndda didalamair.
3.              Fase paskakista : Berupa benih- benih parasit yang baru keluar dari kista.
         Pada fase parasiter parasit ini melekat padad tubuh ikan selama lebih kurang 8 hari, setelah itu melepaskan diri dan hidup bersifat planktonis ( melayang-layang) didalam air untuk beberapa saat lamanya. ( fase prakista). Saat itulah kesempatan paling tepat untuk mengobati lele yang sakit sekaligus membunuh parasit. Kesempatan kedua terjadi pada saat parasit baru keluar dari kista dan masih berupa benih parasit ( fase paskakista)
*              Gejala Infeksi
         Bagian tubuh lele dumbo yang menjadi sasarannya adalah sel- sel pigmen, sel- sel darah, dan sel- sel lendir. Bila yang diserang bagian kepala, terutama permukaan insang, lele dumbo biasanya megap- megap seperti sesak nafas, lama kelamaan mati. Serangan yang ringan pada selaput lendir mengakibatkan lele gatal- gatal, jika serangan
menghebat tak jarang terjadi pendarahan. Sering juga terjadi lele dumbo yang diserang penyakit bintik putih banyak mengeluarkan lendir, tubuhnya pucat, serta pertumbuhannya lambat.Terjadi iritasi, lele menggosok gosokan tubuhnya ketepi kolam. Pada lele dumbo yang terinfeksi lebih lanjut, akan terlihat meloncat loncat kepermukaan air dan megap megap untuk mengambil udara, nafsu makan berkurang, terjadi perubahan warna, geraka nmenjadi lamban dan tidak responsip terhadap rangsangan.
Penyakit bakteri
a.      Aeromonas ( Bercak merah)
         Bakteri Aeromonas termasuk patogen terhadap ikan. Dari genus aeromonas terdapat 3 spesies yaitu Aeromonas punctata, Aeromonas Hydrophilla  dan Aeromonas liquifaciens.
29
 
         Terlepas dari adanya perbedaan dalam hal klasifikasi, yang jelas bakteri terdapat di dalam tanah maupun didalam alat pencernaan ikan. Habitatnya adalah air tawar terutama yang mengandung kadar bahan organik tinggi. Khusus bakteri Aeromonas hydrophilla biasanya merupakan
penyerang kedua setelah terinfeksi parasit lain ataujika ikan menderita stress.
*              Gejala Infeksi
         Ikan  lele yang terserang bakteri Aeromonas warna tubuhnya berubah menjadi gelap, kulitnya kesat karena kehilangan banyak lendir diikuti pendarahan dan luka/borok. Selain itu ikan berenang sangat lemah , napasnya megap- megap,sering timbul atau menggantung  dipermukaan air. Bila menyerang organ dalam biasanya ginjal dan limpanya bengkak atau terkadang terjadi pendarahan
Faktor penunjang : Kualitas air buruk, terutama bila bahan organik tinggi karena perubahan musim. Temperatur air berfluktuasi tinggi antara siang dan malam serta kadar oksigen sangat rendah.
*              Pencegahan      
 -       Sanitasi air dan wadah/kolam.
-           Desinfeksi peralatan
-           Karantina ikan yang baru
Phyto-parasites
         Phyto- parasites adalah parasit yang secara biotaksonomi tergolong dalam dunia tanaman ( plant kingdom ). Dari golongan phyto parasites terdapat dua genus jamur ( fungi) yang paling dikenal didunia perikanan yaitu jamur achliya dan saprolegnia.
         Kedu parasit ini memiliki bentuk yang hampir sama yaitu menyerupai benang- benang halus. Jamur achliya dan saprolegnia cukup berbahaya bagi benih dan telur ikan. Ikan dewasa yang badannya mengalami luka fisik juga akan mudah menjadi mangsa parasit ini.
*              Siklus hidup
         Meskipun siklus jamur ini belum diketahui secara pasti, tetapi wabah achliya dan saprolegnia umumnya terjadi pada kondisi lingkungan yang banyak mengandung bahan organik terutama bila sedang terjadi proses pembusukan. Dalam keadaan suhu relatif rendah, serangannya juga bisa menghebat. Ikan yang tubuhnya lemah atau menderita luka akibat  terkena serangan parasit lain akan cepat dijangkiti jamur ini sebagai infeksi kedua.
*              Gejala infeksi
         Ciri khas akibat serangan jamur pada badan lele dumbo terdapat benang – benang halus berwarna putih seperti kapas. Kalau tidak segera ditangani lama kelamaan lele dumbo menjadi kurus dan akhirnya mati karena jamur mampu menerobos kulit bagian dalam terus masuk keotot daging bahkan sampai ketulang. Sasaran penyakit jamur bukan saja benih atau ikan dewasa tetapi telur pun sangat mudah terinfeksi. Penyerangan terjadi terutama pada lele yang sebelumnya sudah terjangkit parasit lain atau mengalami luka fisik sehingga penyerangan jamur ini merupakan infeksi kedua. Mewabahnya penyakit ini sering terjadi pada kondisi lingkungan yang banyak mengandung bahan-bahan organik dan sedang terjadi pembusukan. Serangannya sangat menghebat bila terjadi penurunan suhu air.
PENGOBATAN/PENGENDALIAN PENYAKIT
NO
JENIS PENYAKIT
PENGOBATAN/PEMBERANTASN
ALAMI
KIMIA
1
Tricodina/
cyclochaeta
1. Perendaman dalam  20 gr serbuk sambiloto dalam 100 liter air bersih selama 12 jam. Sebanyak 3 kali berturut – turut selama 3 hari. 
1. Dimandikan dalam larutan garam dapur (NaCl) 2.5 % atau 2.5 gr Na CL dalam 100 ml Air bersih sebanyak 3 kali berturut – turut selama 3 hari
2. Perendaman dalam ramuan, buah mahkota dewa 20 gram, Rempang kunyit 30 gram dan daun miana 25 gram. Semua bahan direbus dalam 1 liter air sampai tersisa 500 cc. Air rebusan dicampur 100 liter air bersih untuk peren daman selama 24 jam. Pengobatan dilakkan 3 kali berturut-turut.
2. Perendaman dengan formalin konsentrasi 25 mg/l atau 2,5 gr formalin dalam 100 liter air bersih. Perendaman dilakukan selama 10 menit ditempat yang teduh. Pengobatan diulangi 2 -3 kali dalam jangka waktu 2-3 hari.
2
Bintik Putih  (white spot)
1. Perendaman dengan serbuk kunyit 50 gram dalam air 100 liter, dengan suhu air 28-30oC selama 24 jam. Pengobatan dilakukan 3 kali berturut-turut. 
1.Perendaman dalam larutan metil biru 0.1 gr dalam 100 ml air bersih Masukan ikan yang sakit dan biarkan selama 24 jam
2. Perendaman dalam ramuan segar daun dewa 30 gram, daun sambiloto 25 gram, buah mahkota dewa 30 gram dan daun jarak ulung 25 gram. Semua bahan direjang kecil-kecil, direbus dalam air 1 liter sampai tersisa 500 cc. Air rebusan dicampur 100 liter air bersih dengan suhu 28-30oC. Untuk perendaman selama 24 jam. Pengobtan dilaku kan 3 kali berturut-turut.
2. Perendaman dalam larutan chinine tripaflavin dan vinanol, dosis nya 10 ppm ( 10 mg/l air ) selama tiga hari berturut turut. menit.
3
Aeromonas (Bercak merah)
1. Perendaman dalam ekstrak cair lengkuas 25 ppm selama 24 jam. Perendaman dilakukan berulang-ulang sampai ikan sembuh.
1. Perendaman dalam nitrofuran 5-10 ppm selama 12-24 jam.
2. Perendaman dalam irisan buah mahkota dewa segar sebanyak 40 gram dalam air 100 liter selama 24. jam. Pengobatan dilakukan berulang-ulang.
2.Perendaman dalam PK 10 – 20 ppm selama 30-60 menit atau 3-5 ppm selama 12-24 jam
3. Ramuan serbuk daun dewa 15 gram, serbuk daun sambiloto 20 gr dan serbuk daun jalak ulung  15 gram dicampur dalam setiap  kilogram makanan. Diberikan selama 1-2 minggu sebanyak 3% biomas/hari.
3.Perendaman dengan oxytetra cyclin 5 ppm selama 24 jam, imequyl 5 ppm selama 24 jam, bytril 5-8 ml/m3 selama waktu tak terbatas.
4
Phyto-parasites/ jamur
Telur yang akan ditetaskan direndam terlebih dahulu dalam ekstrak cair sambiloto sebanyak 25 gram, atau ekstrak cair daun miana sebanyak 25 gram dalam air 100 liter selama 60 menit.
Telur yang akan ditetaskan sebaiknya direndam dahulu dlm larutan malachite green 0.15 ppm selama 30 -60 menit. Larutan tersebut dapat dibuat dari 150 mg malachyte green dicampur kedalam 1000 l air bersih
2. Untuk lele berukuran besar dapat diobati dengan olesan obat oles/krim daun dewa, atau krim sambiloto. Sebelum dioles, terlebih dahulu jamur dicabut atau dipotong dari tubuh ikan.
3.Olesan bisa dilakukan pada ikan berukuran besar dengan obat merah 2 % yang diencerkan 10 kali ( 1 bagian obat dicampur dengan 9 bagian air )
DAFTAR PUSTAKA
Darti S.L , Penyakit ikan hias, Penebar swadaya, Jakarta
Prihartono Eko, Juansyah R, dan Usni Arie, Mengatasi Permasalahan   Budidaya Lele dumbo. Penebar swadaya, cet 3, Jakarta   2001.
Susanto, H. Ikan Lele. Kanisius Yogyakarta
Sudewo, Bambang. Tanaman Obat Populer, Agro Media Pustaka, Jakarta. 2004.

Syambas M. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Lele Dumbo Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.

Cara Perbanyakan Tanaman dengan Stek

Info Muaro Jambi Radio // Bagaimana cara memperbanyak tanaman tanpa biji  yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan biji, Perbanyakan tanaman dapat berlangsung dengan cara :
  • Secara kawin ( sexual / generatif ) yaitu yang dikenal dengan perbanyakan menggunakan biji.
  • Secara tidak kawin ( asexual / vegetatif ) yaitu dikenal dengan perbanyakan tanaman dengan menggunakan cara buatan ( tidak menggunakan biji ).
Masing-masing cara perbanyakan ini mempunyai kelebihan dan kelemahan .
Kelebihan dari perbanyakan secara generatif / menggunakan biji adalah :
  • Dapat dikerjakan dengan mudah
  • Biasanya lebih sehat dan hidup lebih lama
  • Memungkinkan diadakan perbaikan –perbaikan sifat tanaman lewat persilangan baru.
  • Benih lebih mudah disimpan dan dan dikirimkan.
  • Tanaman mempunyai perakaran tunggang yang dalamsehingga tahan kekeringan pada musim kemarau dan tahan rebah.
Kelebihan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah :
  • Untuk perbanyakan tanaman yang tidak menghasilkan biji
  • Sifat-sifat yang baik dari tanaman induk dapat diturunkan.
  • Lebih cepat menghasilkan
  • Untuk beberapa tanaman lebih murah.
  • Dapat dipakai untuk menggabungkan sifat yang baik dari perakaran dan batang dari suatu tanaman yaitu dengan penempelan / okulasi dan penyambungan / enting.
Perbanyakan tanaman secara vegetatif yaitu perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian dari tanaman, baik cabang, ranting, daun, batang, tunas, akar maupun daun. Cara perbanyakan ini dapat dilakukan dengan cara mencangkok, menyetek, okulasi, merunduk, dan sambung.
Keuntungan dari perbanyakan tanaman sistem ini adalah sifat induknya sama dengan hasil turunannya.
Sedangkan alasan lain dari perbanyakan secara vegetatif adalah :
1. Tanaman tidak menghasilkan atau sedikit menghasilkan biji.
2. Biji yang dihasilkan oleh tanaman sukar berkecambah.
3. Tanaman yang diperbanyak secara vegetatif akan lebih cepat berbuah
dibandingkan dengan tanaman yang berasal dari biji .
4. Tanaman akan lebih kuat bila disambungkan pada batang jenis lain.
5. Tanaman lebih ekonomis bila diperbanyak dengan vegetatif.
6. Tanaman lebih tahan suhu dingin bila disambungkan pada batang jenis tanaman lain.
Perbanyakan vegetatif tidak hanya menyetek,mencangkok dan menyambung saja tetapi masih ada cara-cara lainnya .
Secara garis besar perbanyakan vegetatif dibagi :
  • Perbanyakan vegetatif dengan menggunakan bagian-bagian khusus tanaman ( tidak terjadi perbaikan sifat tanaman )
  • Perbanyakan vegetatif secara buatan ( tidak perbaikan sifat tanaman ,contoh dengan stek,dan mencangkok )
  • Perbanyakan vegetatif secara buatan ( dapat memperbaiki sifat tanaman contoh dengan menyambung ).
Kelebihan perbanyakan secara vegetatif diantaranya adalah, mempunyai sifat yang sama dengan induknya,bisa lebih cepat berbuah, dan bisa diproduksi secara masal( jika di lakukan secara stek).
Beberapa contoh perbanyakan secara vegetatif diantaranya, okulasi,sambung pucuk,sanbung susu,sambung sisip,sistem runduk, cangkok dan stek.
Perbanyakan  Vegetatif  secara stek, pada tanaman sudah mulai marak di indonesia, banyak kelebihan perbanyakan secara stek pada tanaman, di antaranya adalah kita bisa mempersingkat produksi dan memproduksi secara masal.
STEK TANAMAN BUAH
Tanaman yang sudah berhasil, diantaranya, stek jambu air citra, stek jambu bol jamaika, stek lengkeng, stek apel india ,stek beach cherry, stek mirackle fruit,stek jambu biji , stek kupalanda / stek anggur brazil / stek jaboticaba , stek durian , stek srikaya new varietas ….

I. SYSTEM MISTROOM
Bahan pembuatan mistroom,
A. Ruangan
1.Paranet
Gunakan paranet 75%, paranet berguna  sebagai penghalang matahari     langsung dan hama  penyakit, di ruang mistroom.
B. Irrigation System
1.Pompa
Pompa 250w, untuk 60m2.
2.Pipa dan fitting
mistter 30 buah, electric  valve 1 buah, pipa dan fitting
   

Gbr.mistter                         Gbr. electric valve
3.Controler
Timer H3CR(Omron) 2 buah, timer24 jam 1 buah,  Trafo 5A
( in 220vac out 24vac) 1 buah, kabel , box panel
      
Gbr. H3CR                         Gbr.Timer 24 jam              Gbr, trafo

  Gbr. Wiring diagram.
4. Alat dan bahan,
   
Gbr.1  Alat yang di gunakan di antaranya gunting dan pisau, gunakan gunting yang tajam agar menghasilkan potongan yang sempurna.
Gbr.2  Bahan media yang di gunaka adalah oasis basah. Jika tidak ada, bisa menggunakan sekam bakar,cocopit, pasir (pasir malang) sebagai pengganti, dengan perbandingan 3;2;1.
Gbr.3  Ada dua macam hormon yang digunakan, yang pertama berbentuk bedak (rapid root ) produk ini banyak di jual di pasaran,dan kedua yang berbentuk cair, ini produk sendiri (istana alam) dengan bahan aktif IAA ( Idol Asetat Acid ) ditambah makro dan mikronutrient +Vitamin B1 dan Bakterisida.
   
Pengambilan pucuk tanaman sebaiknya di lakukan di pagi hari, pilih pucuk tanaman dorman atau masa inaktif.
  
Jika pucuk tanaman diambil dari  jarak yang jauh, untuk menjaga kelembaban , kita gunakan koran ( diberi cipratan air oleh tangan) sebagai media, dan dimasukan ke styrofoam box.
   
Potong pucuk seperti gambar ( satu knot/buku jika jenis tanaman yang mempunyai knot panjang , banyak knot jika tanaman yang mempunyai knot/buku yang pendek, seperti jaboticaba ), kira- kira sepanjang 3 sampai 4cm.
Potong sebagian daun jika tanaman yang mempunyai karakter daun besar, kurangi daun  jika tanaman yang berkarakter kecil.
   
Gbr.1. Campur hormon akar (cair) , 10cc/4liter air.
Gbr.2. Rendam pucuk/ hasil stekan .
Gbr.3. Colek ujung stekan ke hormon akar ( bedak).
   
Gbr. 1. Tancapkan stekan ke oasis
Gbr.2. Taruh di tray semai
Gbr.3. Taruh di mistroom
   
   
   
Ganbar di atas bearti sudah di pastikan stekan kita berhasil.
   
Gbr. 1. Poting hasil stekan dengan media tanam sekam bakar dan cocopit (2:1 ), setelah di pot,taruh kembali di mistroom, biarkan sekitar satu minggu . Jika sudah terlihat ada pertumbuhan (akar menjalar di media baru ) keluarkan dari mistromm dan taruh ditempat teduh ( dibawah net 75% ), siram 2 kali dalam sehari.
Gbr.2. Jika sudah ada tanda tanda pertumbuhan seperti gambar di atas, taruh di bawah matahari langsung.
Gbr.3. Tanda jika stekan tumbuh optimal.
   
Gbr.1. Dengan melihat pertumbuhan akar kita bisa simpulkan hasil stekan tumbuh optimal, dan siap di repotting.
Gbr.2. Tanaman dalam masa growing.
Gbr.3. Tanaman tumbuh dengan optimal.
Sumber : http://tamanpratama.wordpress.com; http://dracaenanursery.blogspot.com;http://thlbanyumas.blogspot.com

PATIN JAMBI MENJADI PRODUK UNGGULAN


Info Muaro Jambi Radio // Dalam rangka mendukung Program Industrialisasi Perikanan Budidaya  Berbasis Blue Ekonomi dan Mendukung Peningkatan Produksi serta Menyerap Tenaga Kerja, Menteri Kelautan dan Perikanan telah melakukan panen ikan patin di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Hulu, Muaro jambi, Jambi, pada 6 april 2013 lalu.
Dalam kata sambutannya Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP),Sharif Cicip. Sutardjo mengatakan, bahwa alasan penetapan patin sebagai salah satu komoditas perikanan dalam program percepatan industrialisasi dari jenis komoditas perikanan budidaya, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, komoditas ikan patin juga ditargetkan menjadi produk unggulan untuk ekspor, karena kebutuhan pasar patin sangat besar, tidak hanya di dalam negeri melainkan juga di pasar internasional.
Diungkapkan pula oleh MKP, untuk memenuhi kebutuhan konsumen seperti di perhotelan dan restoran dibutuhkan patin kualitas super dengan jumlah mencapai kurang lebih 100 ton per bulan. Beberapa tahun yang lalu kebutuhan ini dicukupi melalui impor dari Vietnam. Kendala utama dalam produksi patin dalam negeri adalah faktor penguasaan teknologi, karateristik sumber daya alam dan efisiensi produksi yang rendah. “Oleh karena itu untuk mengatasi kendala ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan upaya penelitian dan pengembangan teknologi budidaya dan pascapanen  agar mutu patin lokal dapat memiliki kualitas yang sama dengan patin impor.
Patin Vietnam dengan kualitas bagus dan harga murah tentu menjadi ancaman serius bagi patin lokal. Apabila impor patin terus-menerus dibiarkan, patin lokal tidak akan memiliki daya saing.  Untuk itu, KKP melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2011, telah melakukan pengendalian terhadap impor produk filet patin.
Dengan adanya kebijakan ini, MKP berharap, industri patin lokal menjadi bergairah dan segmentasi pasar patin yang selama ini diisi patin impor dapat dipasok oleh para pembudidaya dan industri pengolahan filet patin dalam negeri. Kebijakan ini juga akan mendorong para pelaku usaha untuk semakin meningkatkan produksi, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Di masa mendatang bila memungkinkan hasil produksi patin juga akan dieskpor.
Diungkapkan pula, kebutuhan patin yang sangat besar untuk pasar domestik harus dapat dipenuhi dari produksi sendiri. Oleh karena itu pemerintah terus mendorong dan  memacu para pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi patin dengan  target produksi tahun 2013 sebesar 1,1 juta ton. Target ini naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu sebesar 651 ribu ton. Sedangkan produksi patin hingga Maret 2013 telah mencapai 300.000 ton.
Sementara itu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (Dirjen PB), Dr. Slamet Soebjakto, M.Si, yang ikut dalam acara tersebut mengungkapkan, Komoditas patin merupakan salah satu komoditas industrialisasi perikanan budidaya disamping udang, bandeng dan udang. Patin cukup memiliki potensi pengambangan yang besar dan dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami kemajuan pesat terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Melimpahnya sumberdaya perairan seperti sungai, danau, waduk maupun perkolaman, kegemaran masyarakat yang suka mengkonsumsi ikan patin serta peluang pasar ekspor yang cukup besar, menjadikan patin sebagai komoditas yang pantas dikembangkan dan dibesarkan melalui program industrialisasi, ungkap Dirjen PB.
Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Provinsi Jambi, Bupati Muaro Jambi, , Para Penasehat dan Staf Khusus MKP, Anggota DPRD Provinsi Jambi, Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, SKPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jambi, stakeholders kelautan dan perikanan,  serta para Pejabat Eselon I dan II lingkup KKP (rd)

[Sumber : Ditjen PB (rd) http://www.djpb.kkp.go.id/berita.php?id=848

Kondisi Ekonomi Di Kabupaten Muaro Jambi

Info muaro jambi Radio // Kabupaten Muaro Jambi memiliki potensi sumberdaya yang cukup melimpah, baik dalam bentuk potensi sumberdaya yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui. Potensi unggulan dari sumberdaya yang dapat diperbaharui, berupa berbagai jenis komoditi yang dapat dihasilkan di Kabupaten Muaro Jambi, baik dalam non kayu maupun berbagai jenis kayu-kayuan serta hasil hutan. Sedangkan untuk komoditi berbagai  jenis kayu, sekarang ini telah mengalami penurunan yang cukup drastis. Ini diakibatkan oleh potensi yang ada semakin terbatas dari tahun ke tahun sebagai akibat tidak adanya penanaman kembali.
Adapun komoditi unggulan di Kabupaten Muaro Jambi yang termasuk dalam kategori non kayu, dapat dibagi dalam ; komoditi unggulan tanaman pangan, komoditi unggulan perkebunan, komoditi unggulan peternakan dan komoditi unggulan perikanan. Komoditi unggulan yang termasuk dalam pertanian, khususnya tanaman pangan menyangkut berbagai komoditi yang diusahakan petani secara umum maupun secara khusus. Komoditi tanaman pangan yang menjadi unggulan di Kabupaten Muaro Jambi  antara lain :
Padi sawah merupakan prioritas utama pengembangan pertanian tanaman Kabupaten Muaro Jambi untuk memenuhi kebutuhan beras. Hal ini dalam rangka merealisasikan program pembangunan dibidang pertanian tanaman pangan yakni Peningkatan produksi padi, palawija, holtikultura, kualitas produksi komoditas unggulan dan jenisnya.

Kamis, 03 September 2015

MANFAAT INTERNET DI MATA PETANI

Infomuaro Jambi Radio // Petani di desa Muhajirin kampung sebelas jambi luarkota mulai merasakan betapa pentingnya akses internet untuk mencari tahu tentang cara bercocok tanam ,menurut kelompok tani Sukariadi selama ini PPL di jambi luar kota tidak Berfunsi tidak pernah ada penyuluhan , pak sukariadi tidak putus asa untuk bercocok tanam dengan mengases internet mancari tauh cara bercocok tanam .

Mengapa selalu dengar radio