![]() |
| AYO DENGAR RADIO |
Selasa, 22 November 2016
RADIO DI FREKUENSI 92,5 MUARO JAMBI
RADIO DI FREKUENSI 92,5 MUARO JAMBI
Sabtu, 12 November 2016
Rabu, 09 November 2016
Jumlah Pemilih Naik Pesat, Partai Demokrat Yakin Menang
Meningkat drastisnya jumlah pemilih menambah kepercayaan diri Partai Demokrat untuk memenangkan pemilu. Ketua Tim Kampanye Partai Demokrat mengatakan hal ini kepada VOA Selasa sore.
NEW YORK CITY —
Para pemilih di seluruh Amerika membanjiri tempat-tempat pemungutan suara TPS tak lama setelah dibuka jam 6 Selasa (8/11). VOA memantau langsung di beberapa TPS dimana pemilih harus antri antara satu setengah hingga dua jam untuk memberikan suara mereka. Polisi dan tim pemantau pemilu tampak di lokasi. Meskipun secara keseluruhan pemungutan suara berlangsung lancar, tetapi ada sejumlah laporan kasus intimidasi mulai dari Texas hingga Pennsylvania.
Warga Padati TPS Sejak Pagi Hari
Ditemui di TPS di sekolah dasar Magnum Magnet New York, Joan yang berusia 70 tahun mengatakan sangat kaget melihat antusiasme warga memberikan suara.
“Baru sekali ini saya melihat orang dari berbagai kalangan dan kelompok usia berbondong-bondong datang ke TPS. Bukankah ini sangat luar biasa? Saya sendiri tak sabar ingin menyampaikan suara setelah mengikuti kampanye lebih dari setahun ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Jeff Grimwood yang datang ke TPS yang sama sejak jam 7 pagi dan kemudian membantu membuka sebuah tempat jajanan bagi pemilih yang ingin beristirahat.
Ia mengatakan, “Saya rasa kampanye yang berlangsung sangat sengit membuat banyak warga yang biasanya apolitis akhirnya jadi datang ke TPS dan rela antri berjam-jam untuk memberikan suara mereka. Saya kira ketika akhirnya mereka datang, mereka sudah punya pilihan yang sangat jelas.”
Ratusan pemilih padati TPS di SD Magnum Magnet NY Selasa (8/11).
Ratusan pemilih padati TPS di SD Magnum Magnet NY Selasa (8/11).
Jumlah Pemilih Naik Drastis, Partai Demokrat Yakin Menang
Besarnya jumlah pemilih yang memberikan suara menjadi salah satu alasan yang membuat Ketua Tim Kampanye Partai Demokrat John Podesta yakin akan memenangkan pemilu ini. Diwawancarai VOA di Jacob Javits Convention Center, tempat berlangsungnya “malam pemilu” kubu Partai Demokrat, Podesta mengatakan, “Kami merasa sangat percaya diri, apalagi selama tiga hari terakhir ini kami berhasil melakukan kontak dengan lebih dari 21 juta pemilih. Kami juga mengakhiri kampanye dengan cara yang sangat luar biasa, yang dihadiri oleh Presiden Obama dan Ibu Negara Michelle Obama, juga selebriti seperti Jon Bon Jovi dan Bruce Springsteen di Philadelphia, dan Lady Gaga di North Carolian. Saya kira Clinton telah menyampaikan semua yang ingin disampaikannya dan kami menyelesaikan kampanye presiden ini dengan sangat indah dan memberi pesan yang sangat kuat. Saya kira kita berhasil melakukan hal-hal yang lebih baik dibanding yang dicapai Presiden Obama tahun 2008.”
Podesta Yakin Hanya Hillary Clinton yang Bisa Menyatukan Perbedaan Tajam Pasca Pemilu
Menjawab pertanyaan VOA apakah presiden yang terpilih nanti bisa menyatukan perpecahan tajam yang ada selama kampanye sengit satu setengah tahun terakhir ini, Podesta mengatakan ia yakin hanya Clinton yang mampu melakukannya.
“Clinton sudah berpengalaman sejak menjadi sukarelawan, senator, ibu negara hingga menteri luar negeri Amerika bahwa ia harus senantiasa merangkul siapapun. Ia senantisa menghargai orang, mau mendengar, bekerja keras dan selalu bisa menemukan jalan tengah untuk menyelesaikan persoalan di antara berbagai pihak, termasuk orang-orang yang paling menentangnya. Saya ingat ketika saya berada di Gedung Putih, Clinton harus menghadapi pimpinan mayoritas Senat yang ingin memakzulkan suaminya, Presiden Bill Clinton. Tetapi setelah persoalan itu selesai, Clinton bisa menghubunginya dan mengajaknya bicara tentang adopsi, layanan kesehatan dan hal-hal yang bisa dilakukan bersama. Ia terbukti berhasil melakukannya,” ujarnya.
Trump Ajukan Gugatan Hukum di Nevada
Dalam perkembangan lainnya, tim kampanye Donald Trump Selasa pagi mengajukan gugatan hukum di Nevada, karena ada sejumlah TPS yang menambah perpanjangan waktu pemungutan suara. Trump menilai perpanjangan waktu ini “untuk memberi kesempatan kepada para simpatisan Clinton” yang belum sempat memberikan suara mereka. Hakim yang mendengar gugatan hukum di Clark County, Nevada itu langsung menolak permintaan untuk mengamankan barang bukti yang ada, yaitu kertas suara dan mesin penghitung suara. [em]
Selasa, 08 November 2016
lembaga Muaro Jambi Radio Beri Keterampil
KAMPANYE DAMAI
SENGETI - KPU KABUPATEN MUARO JAMBI hari ini (28/10) mengadakan ceremonial acara deklarasi dan pawai kampanye berintegritas dan damai untuk menandai masa awal kampanye bagi semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muaro Jambi 2017, acara yang berlansung meriah dan ramai yang dihadiri oleh semua paslon beserta rombongannya. Yang paling meriah karena masyarakat Kabupaten Muaro Jambi ikut memeriahkan acara ini, semua masyarakat turut menyaksikan iring-iringan mobil pawai kampanye.
Acara ini menjadi edukasi sekaligus hiburan untuk masyarakat, yang terpenting adalah pengenalan pasangan masing-masing calon Bupati dan Wakil Bupati kepada masyarakat Muaro Jambi. Kampanye damai yang berlansung dari pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai ini sangat berkesan bagi masyarakat, seluruh penyelenggara pemilihan serentak, dan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi 2017. Dalam ceremonial acara deklarasi dan kampanye damai ini, PJ. Bupati Muaro Jambi menyampaikan kata sambutan "Saya sangat mengapresiasi yang telah dilakukan oleh seluruh penyelenggara dan diharapkan untuk semua pasangan calon agar melakukan kampanye dengan damai dan berintegritas agar tercipta suasana yang aman, tertib, dan damai dalam masa pelaksanaan kampanye", kemudian acara diakhiri dengan pengibaran bendera untuk pelepasan seluruh peserta kampanye damai oleh PJ. Bupati dan Kapolres Kabupaten Muaro Jambi. (*dev/red)
46
Selasa, 06 September 2016
Sejarah Topeng Malangan
Sejarah Topeng Malangan
Wayang Topeng Malangan merupakan tradisi budaya dan religiusitas masyarakat Jawa semenjak Kerajaan Kanjuruhan yang dipimpin oleh Raja Gajayana semasa abad ke 8 M. Ini bisa penulis tafsirkan tentang fungsi Candi Badut (arti badut = tontonan) ini menunjukan bahwa saat itu candi berfungsi untuk tontonan “pendidikan yang disampaikan oleh Petinggi / Raja”. Sedangkan Raja Gajayana ini juga mahir menarikan tarian Topeng. Coba anda cermati dari bentuk bangunan candi.
Di Buku Henri Supriyanto, dituliskan Wayang Topeng Malangan mengikuti pola berfikir India, karena sastra yang dominan adalah sastra India. Jadi cerita Dewata, cerita pertapaan, kesaktian, kahyangan, lalu kematian itu menjadi muksa. Sehingga sebutan-sebutannya menjadi Bhatara Agung. Jadi itu peninggalan leluhur kita, sewaktu leluhur kita masih menganut agama Hindu Jawa, yang orientasinya masih India murni. Termasuk wayang topeng juga mengambil cerita cerita dari India, seperti kisah kisah Mahabarata dan Ramayana
Dari keterangan diatas bisa diperkuat oleh Almarhum Karimun Bahwa “Kesenian Topeng tidak diperuntukkan acara acara kesenian seperti sekarang ini. Topeng waktu itu yang terbuat dari batu adalah bagian dari acara persembahyangan. Barulah pada masa Raja Erlangga, topeng dikontruksi menjadi kesenian tari. Topeng digunakan menari waktu itu untuk mendukung fleksibilitas si penari. Sebab waktu itu sulit untuk mendapatkan riasan (make up), untuk mempermudah riasan, maka para penari tinggal mengenakan topeng di mukanya”
Saat kekuasaan Kertanegara di Singasari, wayang topeng ceritanya digantikan dengan cerita cerita Panji. Hal ini dapat dipahami ketika Kertanagera waktu itu menginginkan Singasari menjadi kekuasaan yang sangat besar ditanah Jawa. Panji yang didalamnya mengisahkan kepahlawanan dan kebesaran kesatria kesatria Jawa, terutama masa Jenggala dan Kediri.
Cerita Panji dimunculkan sebagai identitas kebesaran raja raja yang pernah berkuasa ditanah Jawa. Cerita cerita Panji yang direkonstruksi oleh Singasari adalah suatu kebutuhan untuk membangun legitimasi kekuasaan Singasari yang mulai berkembang.
Wayang Topeng ini dipakai media komunikasi antara kawulo dan gusti, antara raja dan rakyatnya. Kemampuan untuk menyerap segala sesuatunya dan membumikan dalam nilai kejawaan juga banyak terjadi tatkala Islam dan Jawa mulai bergumul dalam konteks wayang topeng.
Pada saat agama Islam masuk Jawa untuk merebut hati orang Jawa. Proses Islamisasi wayang topeng oleh para wali dengan menampilkan kisah marmoyo sunat adalah sederet cerita bagaimana Islam memproduksi nilai didalamnya. Cerita menak adalah sebagai tanda masuknya Islam ditanah Jawa. Oleh karena itu cerita menakjinggo yang selama ini dominan berkembang adalah cerita menak yang dikonstruk oleh keraton Mataram yang notabene Islam.
Topeng Malang Selatan
Sulitnya keraton keraton Islam menaklukkan brang wetan yang didalamnya termasuk bekas keraton Singosari, mengakibatkan wayang topeng cerita menak kurang mendapatkan respon diwilayah ini. Hal lain yang mendorong wayang topeng cerita panji benar benar mendarah daging diwilayah brang wetan dikarenakan kebijakan mengembangkan wayang topeng yang ditanam kuat oleh Raden Wijaya, Raja Majapahit pertama. Topeng oleh Raden Wijaya dipergunakan sebagai media rekonsiliasi antara Kediri, Singosari dan Majapahit, Dalam merebut kuasa digunakan sebagai pengaruh dominan untuk tegaknya identitas politik.
Pada masa kolonial, daerah daerah perkebunan oleh mandor mandor belanda didirikan kembali kelompok kelompok topeng. Kenapa? Sebab daerah perkebunan adalah daerah daerah yang tingkat ekonominya sangat rendah dan kurang hiburan dan mudah dipengaruhi.
Perkembangan Topeng Malangan hanya menampilkan cerita cerita Panji sebagai relasi historis dengan sejarah Malang sendiri yang panjang, dan puncak perkembangan topeng mulai berkembang lagi saat pelarian pasukan Mataram Diponegoro, yang banyak bersembunyi di Malang Selatan yaitu daerah Panjen (Kepanjen) dan sekitarnya.
Para pelarian diponegoro menggunakan tari topeng digunakan sebagai kedok untuk menyembunyikan jati dirinya salam mendidik rakyat kecil dengan tujuan membangkitkan jiwa kemerdekaan dari ketidak adilan penguasa.
Dari cerita diatas bisa kita lihat secara jelas adanya pengrajin-pengrajin yang masih meproduksi, berada didaerah, misalnya :
– Pakisaji
– Wonosari
– Kromengan
– Sengguruh / Jenggolo
– Senggreng
– Tumpang
Demikian sedikit data yang kebenarannya masih perlu di pertajam lagi, agar kejelasan identitas yang dari : Tari Topeng, Kerajinan Topeng Malang Selatan bisa semakin Hidup.
Diulas oleh : Agung Cahyo Wibowo
Sumber :http://agungkepanjen.blogspot.com/2011/04/topeng-malangan-dan-panji.html
Sabtu, 03 September 2016
Asam Jawa Beserta 8 Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh
Asam Jawa atau lebih dikenal dengan Tamarind merupakan sejenis buah dengan rasa masam. Daging buahnya sering dimasukkan dalam aneka masakan. Masyarakat Indonesia sendiri sering memanfaatkan asam jawa sebagai bumbu penambah rasa asam pada makanan. Salah satu masakannya adalah sayur asam. Buah ini mengandung banyak kandungan yang bermanfaat untuk gizi yang berdampak baik untuk kesehatan, di antaranya vitamin B, vitamin S, vitamin E, zat besi, mangan, serat, kalsium, kalium, dan fosfor. Asam jawa juga mengandung sejumlah senyawa organik yang menjadikan asam jawa sebagai anti inflamasi hebat. Dengan banyaknya kandungan nutrisi dalam buah ini, buah satu ini memberikan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh. Berikut ulasannya.
asam jawa
8 Manfaat Asam Jawa Bagi Kesehatan
Menjaga kesehatan jantung
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa buah ini dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol di dalam darah. Serat di dalamnya dapat mengurangi kadar kolesterol jahat yang berlebih pada pembuluh darah. Kalium-nya berperan sebagai vasilidator yang dapat mengurangi stress pada sistem kardiovaskular sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Asam jawa juga mengandung vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan yang dapat mengurangi dampak radikal bebas.
Menjaga kesehatan pencernaan
Buah ini mengandung serat, sehingga sering disebut sebagai obat pencahar alami. Dengan mengkonsumsi asam jawa baik secara langsung maupun melalui masakan, diyakini dapat meningkatkan sistem pencernaan tubuh menjadi lebih baik. Selain itu, serat dalam asam jawa juga dapat merangsang asam lambung dalam mempercepat proses pencernaan. Jika anda sedang mengalami sembelit kronis, sebaiknya anda mengkonsumsi asam jawa. Bahkan sejumlah penelitian juga menemukan bahwa asam jawa efektif mengatasi diare kronis.
asam jawa terbelahMenjaga fungsi saraf
Vitamin B kompleks merupakan salah satu yang penting dalam buah ini. Di dalam buah ini terdapat vitamin B1 yang dapat meningkatkan fungsi saraf dan perkembangan otot, serta membuat tubuh tetap aktif.
Menjaga sirkulasi oksigen tetap optimal
Asam jawa menyediakan zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin sel darah merah dalam jumlah yang pas dan menjamin sirkulasi oksigen berjalan optimal. Perlu diketahui, kurangnya asupan zat besi dapat memicu anemia yang umumnya ditandai dengan sakit kepala, lelah, kekurangan tenaga, dan masalah perut.
Menjaga berat badan
Asam jawa mengandung Hydroxycitric acid yang dapat menghambat enzim yang membantu penyimpanan lemak. Asam jawa juga dapat meningkatkan neurotransmitter serotonin yang dapat menekan nafsu makan. Bahkan sejumlah penelitian adanya tanda-tanda bahwa asam jawa dapat dijadikan sebagai suplemen penurun berat badan.
Mengontrol diabetes
Mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat dapat meningkatkan kadar glukosa dan insulin secara tidak terkontrol. Jika hal ini dilakukan oleh penderita diabetes akan sangat membahayakan. Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan mengkonsumsi asam jawa untuk membantu mengendalikan jika sekiranya terjadi fluktuasi glukosa dan insulin.
Menjaga kekebalan tubuh
Buah ini mengandung vitamin C yang tinggi dan memiliki efek antioksidan yang berdampak positif pada peningkatan sistem kekebalan tubuh serta dapat menghindarkan tubuh dari ancaman jamur dan mikroba. Juga dapat mengurangi paradit dalam tubuh karena memiliki anti mikroba dan efek antiseptic.
Bertindak sebagai anti inflamasi
Minyak esensial buah ini kerap dikaitkan dengan perannya sebagai anti inflamasi serta penurunan nyeri sendi, peradangan, rematik, arthritis, dan asam urat. Serat asam jawa juga dapat mengurangi iritasi mata. Khasiatnya telah terbukti dapat meredakan peradangan. Jadi tidaklah heran bila banyak obat herbal yang memanfaatkan asam jawa sebagai bahan baku.
Jumat, 12 Agustus 2016
Palsukan Identitas, KPU Muarojambi Pecat Anggota PPS
Suparmin, Komisioner KPU Kabupaten Muarojambi. Suparmin, Komisioner KPU Kabupaten Muarojambi. Kaharudin kilasjambi.com
KILAS JAMBI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muarojambi menemukan salah satu anggota PPS yang bakal dilantik memalsukan identitas. Akibatnya, anggota PPS ini bakal diberhentikan sebelum dilakukan pelantikan, Sabtu 23 Juli 2016.
Disampaikan Suparmin, Komisioner KPU Muarojambi, sebelum pelantikan, KPU Kabupaten Muarojambi terus melakukan verifikasi anggota PPS jika ditemukan kejanggalan berkas pencalonan seperti pemalsuan umur. "Kita masih akan memeriksa berkas dari PPS. Karena ada oknum PPS yang memalsukan umur," ujarnya.
Pihaknya telah menemukan ada oknum PPS yang berasal dari Desa Kedemangan, Kecamatan Jambi Luar Kota yang memalsukan umur dengan mengubah tanggal lahir pada kartu tanda penduduk (KTP). "Akan kita berhentikan sebelum pelantikan. Karena memalsukan umur, dengan menuakan umurnya untuk menjadi anggota PPS," jelasnya.
Meski pelantikan telah dilakukan nanti, jika ada anggota PPS yang terbukti memalsukan identitas diri, akan dipidanakan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. "Setelah dilantik jika tidak memenuhi syarat akan diberentikan. Untuk menjaga integritas." ujarnya.
Dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muarojambi akan melantik 465 PPS pada Sabtu, 23 Juli 2016. Pelantikan akan dilakukan di Sekernan, Sungai Gelam, Sungai Bahar, Kumpe Ulu, dan Kumpe Ilir. (kaharudin)
Rabu, 06 Juli 2016
Kata “kupat” berasal dari bahasa Jawa
Kata “kupat” berasal dari bahasa Jawa “ngaku lepat” (mengakui kesalahan). Ini mengisyaratkan bahwa kita yang hanya sebagai manusia biasa selalu pernah melakukan kesalahan kepada siapapun khususnya pada sesama. Maka adanya kupatan ini yang sekedar mengingatkan agar sama-sama mengakui kesalahan kita masing-masing, dan rela untuk saling memaafkan.
Makna Tradisi Kupatan
M
akna Tradisi Kupatan Semarak lebaran Jawa begitu terasa dengan macam-macam acara sacral. Hal-bihalal dan reuni dihelat setelah lebaran. Sehingga gelombang mudik begitu padat dan terasa benar lebaran ini sebagi pesta rakyat. Adat lebaran di Jawa memang mirip dengan galungan;lebaran umat Hindu, namun tidak dalam ritualnya. Ada sebuah pesan leluhur-konon dari Wali Songo- yang disisipkan dalam acara ini, yakni hidangan kupat-lepet yang mesti ada dalam pesta lebaran. Tradisi yang berlaku kupatan dirayakan sepekan setelah lebaran 1 syawal, yakni setelah menjal;ankan puasa syawal 6 hari. Diwujudkan dengan saling berbagi ketupat yang dijadikan hantaran kepada tetangga-tetangga sebagi symbol permohonan maaf dan silaturahmi antara warga yang satu dengan warga yang lainnya. Masyarakat Jawa Timur umumnya menyebutnya dengan riyaya kupatan (hari raya kupat), adapun masyarakat Jawa Tengah menyebutnya dengan bodo kupat atau bodo cilik. Ba’da artinya “setelah” yang berarti kemenangan yang dirayakan dengan makan ketupat sebab bias berpuasa kecil (6 hari di bulan syawal). Asal usul, kalau asal jangan usul, kalau usul jangan asal. Tradisi Kupatan Tidaklah mudah memberikan atau bahkan menemukan sebuah kajian ilmiah tentang sejarah atau asal usul kupat. Namun kiranya dari berbagai sumber sedikit kiranya bisa dijadikan bahan pemikiran, dimana masyarakat Jawa mempercayai bahwa kupat ini berawal dari Sunan Kalijaga, atau Sunan Kalijaga merupakan orang yang berjasa dalam hal mentradisikan kupatan dengan beberapa makna filosofis yang terkandung dalam makanan ini. • Kata “kupat” berasal dari bahasa Jawa “ngaku lepat” (mengakui kesalahan). Ini mengisyaratkan bahwa kita yang hanya sebagai manusia biasa selalu pernah melakukan kesalahan kepada siapapun khususnya pada sesama. Maka adanya kupatan ini yang sekedar mengingatkan agar sama-sama mengakui kesalahan kita masing-masing, dan rela untuk saling memaafkan. • Kata “Kupatan” juga berasal dari bahasa Arab “Kaffatan” (kesempurnaan) yang kemudian ditandingkan dengan lughah Jawa dan supaya gampang ingan dan mengucap maka terbiasalah dengan sebutan atau ucapan “kupatan”. Kesempurnaan di sini adalah menjadi titik ujung kesempurnaan yang telah kita terima dari anugrah yang telah diberikan oleh Tuhan berupa Fitrah. Dengan adanya “kupatan” ini berarti menandakan sebuah kesempurnaan. • Kesempurnaan yang kemudian dilambangkan dengan bentuk kupat yang terbuat dari janur (sejatine nur), ini melambangkan bagaimana kondisi umat muslim setelah mendapatkan pencerahan selama bulan suci ramadhan, secara pribadi-pribadi mereka kembali pada fitrah, kesucian atau jati diri manusia yang bersih dari noda dan bebas dari dosa. • Kesempurnaan dan kesucian diri yang juga dilambangkan dengan isi kupat yang berisi beras (segenggam beras) dan karena butir-butir beras tadi saling menyatu dalam selongsong janur dan rela direbus sampai matang, masak, maka jadilah sebuah makanan yang mengenyangkan dan enak dimakan. Ini adalah sebuah simbol dari persamaan juga kebersamaan persatuan dan kesatuan, dimana yang demikian itu merupakan seuntai pesan moral terhadap umat agar sama-sama rela untuk menjalin persatuan dan kesatuan sesama umat, untuk diri pribadi, lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara. Namun sedemikian itu, meski sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun dan terus dilakukan, juga tak jarang muncul sebuah polemik di kalangan umat muslim, dimana ada juga yang menganggap sebuah tradisi tersebut sebagai Bid’ah dan sesat, dikarenakan termasuk mengada-ada dalam masalah ibadah. Setelah bulan suci ramadhan, dan memasuki syawal (1 syawal/Idul Fitri) maka pada saat itu seluruh kaum muslim diharamkan untuk berpuasa, terkecuali ketika mulai pada hari ke 2 bulan syawal, baru ada anjuran (sunnah muakkad) untuk melakukan puasa selama enam hari, berturut-turut sejak tanggal 2 syawal ataupun terpisah, selama masih dalam bulan syawal, sebagaimana sabda Nabi SAW : مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ. رواه مسلم (الجامع الصغير ص 307) Artinya : “Barang siapa berpuasa Ramadlan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan syawwal, maka yang demikian itu seperti puasa setahun”. (HR. Imam Muslim) Kemudian setelah puasa syawal, tidak ada anjuran atau tuntutan melakukan dan menyelenggarakan tradisi tertentu (di sini yang dimaksudkan adalah kupatan), maka barang siapa melakukan tradisi tertentu atau tradisi riyoyo kupat pada tanggal 8 syawal, maka hal itu dianggap Bid’ah (suatu hal yang baru). Kenapa demikian, dikarenakan dianggap suatu hal yang dulunya (zaman Rasul dan para sahabat) tidak pernah melakukan dan tidak pernah diajarkan. Inilah yang kemudian menjadi bermunculan multipersepsi di kalangan umat Islam, antara yang Bid’ah dan tidak, antara yang melakukan dan tidak mau melakukan. Namun tidaklah ini menjadi sebuah kerumitan dan menjanggal kita, coba kita pecahkan dan kita pikirkan dari paradigma bahasa yakni interpretasi dari makna Bid’ah itu sendiri, juga bagaimana status amaliyah dari tradisi riyoyo kupatan itu sendiri. Bid’ah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 117 yang artinya : “Allah Pencipta langit dan bumi, ...”. Yang dimaksud di sini adalah mencipta (membuat) tanpa ada contoh sebelumnya. Juga firman-Nya dalam Q.S Al-Ahqaf ayat 9 yang artinya : “Katakanlah: ‘Aku bukanlah yang membuat bid’ah di antara rasul-rasul’ ”. Maksudnya adalah aku bukan Rasul pertama yang diutus ke dunia ini. Sedangkan ada yang mendefinisikan Bid’ah secara mutlak, yakni segala hal yang belum pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Sesuatu yang ada kaitannya dengan ibadah dan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi adalah Bid’ah dan haram untuk dilakukan. Oleh karena itulah tradisi kupatan ini dikategorikan sebagai ibadah madlah (ritual murni) yang terikat dengan tata cara yang didasarkan pada tauqif (Jawa;piwulang) dari nabi, dan hal itu dianggap mengada-ada dan itu adalah bid’ah, sedangkan setiap bid’ah adalah dlalalah. Sabda Nabi SAW: مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. رواه البيهقي عن عائشة (الجامع الصغير ص 296) Artinya : “Barang siapa mengada-ada di dalam urusan agama kita ini, sesuatu yang tidak bersumber darinya, maka hal itu ditolak” (HR. Imam Baihaqi) Dan sabda Nabi SAW. : وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ ذَلِكَ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ. رواه أبو داود والترمذي. أَيْ بَاعِدُوْا وَاْحذَرُوْا اْلأَخْذَ بِاْلأُمُوْرِ الْمُحْدَثَةِ فِي الدِّيْنِ. (المجالس السنية شرح الأربعين النووية ص 87) Artinya : “Jauhilah hal-hal baru yang diada-adakan, karena sesungguhnya hal tersebut adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) yakni kamu sekalian harus menjauhi dan mewaspadai perkara-perkara baru dalam agama. Namun selain daripada itu, ada lagi yang kemudian pendapat mengklasifikasikan bid’ah itu menjadi dua bagian, yakni bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah sayyi’ah (buruk), dan berpendapat bahwaasannya tradisi kupatan itu adalah dikategorikan sebagai ibadah ghairu mahdlah (tidak murni) yang yang perintahnya ada, namun dalam hal pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi, maka adanya tradisi itu dianggap amrun mustahsan (sesuatu yang dianggap baik). Penjelasan ini bukan berarti mengingkari dari pada dua hadits yang telah disebutkan di atas tadi, akan tetapi mencoba memahami hadits tersebut dengan paradigma yang lebih luas, dalam artian tidaklah semua bid’ah itu dlalalah (sesat), namun ada juga bid’ah yang hasanah (bagus) yaitu suatu hal baru yang tidak merusak akidah dan tidak menyimpang dari syari’at, sebagaimana dijelaskan dalam kitabnya Syaikh As-Sayyid Muhammad Alwi “Al-Ihtifal bidzikro maulidin nabi” : قَالَ اْلإِمَامُ الشَّافِعِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مَا أَحْدَثَ وَخَالَفَ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ إِجْمَاعًا أَوْ أَثَرًا فَهُوَ الْبِدْعَةُ الضَّالَّةُ، وَمَا أَحْدَثَ مِنَ الْخَيْرِ وَلَمْ يُخَالِفْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَهُوَ الْمَحْمُوْدُ. Artinya : “Imam Syafi’i berpendapat bahwa amalan apa saja yang baru diadakan dan amalan itu jelas menyimpang dari kitabullah, sunnah rasul, ijma’us shahabah atau atsaratut tabi’in, itulah yang dikategorikan bid’ah dlalalah/sesat atau tercela. Sedangkan amalan baik yang baru diadakan dan tidak menyimpang dari salah satu dari empat pedoman di atas, maka hal tersebut termasuk hal yang terpuji”. Juga dalam kitab yang sama beliau menyimpulkan pendapat Imam Syafi’i tersebut sebagai berikut : فَكُلُّ خَيْرٍ تَشْتَمِلُهُ اْلأَدِلَّةُ الشَّرْعِيَّةُ وَلَمْ يُقْصَدْ بِإِحْدَاثِهِ مُخَالَفَةُ الشَّرِيْعَةِ وَلَمْ يَشْتَمِلْ عَلَى مُنْكَرٍ فَهُوَ مِنَ الدِّيْنِ. Artinya : “Jadi setiap kebaikan yang tercakup dalam dalil-dalil syar’i dan mengadakannya tidak ada maksud menyimpang dari aturan syari’at serta tidak mengandung kemunkaran, maka hal itu termasuk “ad-din” (urusan agama)”. Oleh karena itu, wahai sahabat/i yang dimuliakan Tuhan semuanya, amiin, menempatkan hukum riyoyo kupat itu tidaklah dengan seenaknya saja, harus dilihat dari substansi masalahnya, yaitu ajaran silaturrahim, saling memaafkan juga ajaran tentang pemberian sodaqoh atau sedekah, yang mana hal tersebut perintahnya ada dalam dalil syar’i, namun daripada itu teknis dalam hal pelaksanaannya bisa dilakukan dengan beragam cara. Dalil syar’i tentang silaturrahim antara lain : hadits riwayat Tirmidzi : أَسْرَعُ الْخَيْرِ ثَوَابًا الْبِرُّ وِصِلَةُ الرَّحِمِ. رواه الترمذي عن عائشة Artinya : “Amal kebajikan yang paling cepat mendapatkan pahala adalah ketaatan dan silaturrahim”. Dalil syar’i tentang memberikan sedekah antara lain : تَصَدَّقُوْا وَلَوْ بِتَمْرَةٍ. رواه ابن المبارك Artinya : “Bersedakahlah kamu, meskipun hanya berupa sebutir kurma” (HR. Ibnu Mubarak). Itulah, sedikit dari beberapa pemaparan tentang tradisi kupatan, dimana tradisi kupatan itu tidak bisa dengan begitu saja disebut sebagai bid’ah atau tambahan dalam beribadah, melainkan tradisi kupatan adalah budaya lokal dimana budaya tersebut memiliki keterkaitan dengan syari’at Islam dan karena itulah kupatan tidak bisa dihukumi sebagai penyimpangan, apalagi dihukumi sebagai tindakan dlalalah (sesat).
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengapa selalu dengar radio
-
Pada perhelatan MTQ tingkat Provinsi jambi tahun 2013 mendatang, Kecamatan Marosebo Muarojambi menjadi tuan rumah pelaksanaan seluruh rang...
-
Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Bali . Upacara Melasti dig...







