Senin, 24 Juni 2013

Lautan Massa di Kampanye SimpatikSeperti Diperkirakan Jadi Massa Kampanye Terbanyak

Lautan Massa di Kampanye Simpatik
Source: http://sumindra.com/v1/?p=1368

Seperti Diperkirakan, Jadi Massa Kampanye Terbanyak

SUMINDRA.COM – Tak disangka massa pendukung pasangan calon (paslon) Sum Indra-Maulana benar-benar memperlihatkan loyalitas dan antusiasme mereka. Sehingga lautan massa mengisi lapangan Persijam,Senin (24/6).

Berkali-kali masa meneriakkan nomor dua, sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pasangan yang dikenal dekat dengan rakyat kecil ini.

Sum dan Maulana tetap tampil dengan gaya mereka yang sederhana dan merakyat, setiap kali mereka mengacungkan jari sebagai simbol nomor urut mereka, selalu diikuti masa pendukung yang tidak henti-hentinya menriakkan “Dua”.

Saat menyampaikan orasinya Sum kembali menegaskan, bahwa dirinya dan maulana jika terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota tidak mau berpisah dengan rakyat, dan berjanji akan lebih banyak turun kelapangan untuk mendengar aspirasi rakyat.

“Kami akan tetap mengutamakan kepentingan rakyat, dan akan tetap blusukan melihat langsung kondisi rakyat,” kata Sum.

Selain itu orasi juga disampaikan Zumi Zola, yang meminta masyarakat Jambi untuk memilih pasangan Simpatik.

Menurut Zola, dia mendukung Sum bukan semata karena mereka bersaudara, atau karena satu partai, tetapi karena dia melihat Sum memang layak dan mampu membawa Kota Jambi kearah yang lebih maju.

Dalam acara itu juga terlihat hadir mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin,Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Saking antusiasnya massa pendukung Simpatik tidak bergeser dari tempat mereka meskipun cuaca panas terik, bahkan massa setia hingga akhir acara.disebut-sebut massa pendukung Simpatik menjadi massa terbanyak selama kampanye Pilwako.[]

Reporter: Teddyzeeous Anggadipradja

RAdio News Muaro Jambi Tak disangka massa pendukung pasangan calon (paslon) Sum Indra-Maulana benar-benar memperlihatkan loyalitas dan antusiasme mereka. Sehingga lautan massa mengisi lapangan Persijam,Senin (24/6).


Berkali-kali masa meneriakkan nomor dua, sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pasangan yang dikenal dekat dengan rakyat kecil ini.


Sum dan Maulana tetap tampil dengan gaya mereka yang sederhana dan merakyat, setiap kali mereka mengacungkan jari sebagai simbol nomor urut mereka, selalu diikuti masa pendukung yang tidak henti-hentinya menriakkan “Dua”.


Saat menyampaikan orasinya Sum kembali menegaskan, bahwa dirinya dan maulana jika terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota tidak mau berpisah dengan rakyat, dan berjanji akan lebih banyak turun kelapangan untuk mendengar aspirasi rakyat.

“Kami akan tetap mengutamakan kepentingan rakyat, dan akan tetap blusukan melihat langsung kondisi rakyat,” kata Sum.


Selain itu orasi juga disampaikan Zumi Zola, yang meminta masyarakat Jambi untuk memilih pasangan Simpatik.

Menurut Zola, dia mendukung Sum bukan semata karena mereka bersaudara, atau karena satu partai, tetapi karena dia melihat Sum memang layak dan mampu membawa Kota Jambi kearah yang lebih maju.

Dalam acara itu juga terlihat hadir mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin,Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan dan sejumlah pejabat penting lainnya.


Saking antusiasnya massa pendukung Simpatik tidak bergeser dari tempat mereka meskipun cuaca panas terik, bahkan massa setia hingga akhir acara.disebut-sebut massa pendukung Simpatik menjadi massa terbanyak selama kampanye Pilwako.


Reporter: Teddyzeeous Anggadipradja

Jumat, 21 Juni 2013

MENDEKATI HARI PENCOBLOSAN SUM MAULANA PILWAKO JAMBI

DPW PAN All Out Menangkan SIMPATIK
Source: http://sumindra.com/v1/?p=1342

SUMINDRA.COM – Mendekati hari pencoblosan, Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai salah satu partai pengusung Sum Indra-Maulana semakin yakin dan percaya diri akan kemenangan pada Pilwako tanggal 29 Juni. Ini tak lepas dari elektabilitas dan popularitas SIMPATIK (Sum Indra-Maulana Pemimpin Amanah Tablig Intelektual Kharismatik) yang terus meningkat dan jauh meninggalkan kandidat lainnya.

Ini terlihat saat ketua DPW PAN H Hazrin Nurdin memimpin langsung kampanye SIMPATIK di rumah alm Nurdin Hamzah, Kampung Manggis. Seluruh pengurus DPW PAN, DPD PAN Kota, bacaleg dari PAN dan kader, hadir memberikan dorongan moril dengan all out kepada Sum Indra-Maulana. Hadir dr Maulana didampingi istri. Tak kurang 2.000 ribu akar rumput PAN hadir.

Suasana keakraban diantara undangan yang hadir, menggambarkan kekompakkan tim suskes pemenangan pimpinan Wiwid Ishwara ini.

H Hazrin Nurdin dalam sambutannya, mengingatkan para undangan agar pada tanggal 29 Juni, untuk mencoblos dan memenangkan SIMPATIK. dr Maulana sendiri menyampaikan visi dan misi secara mantap dan singkat.

“Kesejahteraan rakyat, ekonomi maju, pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas Sum Indra-Maulana jika nanti terpilih,” tegas dr Maulana. Suasana semakin meriah saat H Hazrin Nurdin bersama istri dan seluruh undangan, bernyanyi bersama.

Diakhir acara, H Hazrin Nurdin bersama dr Maulana mencoblos secara simulasi kertas suara M Sum Indra-dr Maulana dihadapan ribuan undangan. Pekik kemenanganpun terus menggema sepanjang acara.(***)

Sumber: Jambi Independent
Foto: Rolanda Hasibuan Mendekati hari pencoblosan, Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai salah satu partai pengusung Sum Indra-Maulana semakin yakin dan percaya diri akan kemenangan pada Pilwako tanggal 29 Juni. Ini tak lepas dari elektabilitas dan popularitas SIMPATIK (Sum Indra-Maulana Pemimpin Amanah Tablig Intelektual Kharismatik) yang terus meningkat dan jauh meninggalkan kandidat lainnya.

Ini terlihat saat ketua DPW PAN H Hazrin Nurdin memimpin langsung kampanye SIMPATIK di rumah alm Nurdin Hamzah, Kampung Manggis. Seluruh pengurus DPW PAN, DPD PAN Kota, bacaleg dari PAN dan kader, hadir memberikan dorongan moril dengan all out kepada Sum Indra-Maulana. Hadir dr Maulana didampingi istri. Tak kurang 2.000 ribu akar rumput PAN hadir.

Suasana keakraban diantara undangan yang hadir, menggambarkan kekompakkan tim suskes pemenangan pimpinan Wiwid Ishwara ini.

H Hazrin Nurdin dalam sambutannya, mengingatkan para undangan agar pada tanggal 29 Juni, untuk mencoblos dan memenangkan SIMPATIK. dr Maulana sendiri menyampaikan visi dan misi secara mantap dan singkat.

“Kesejahteraan rakyat, ekonomi maju, pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas Sum Indra-Maulana jika nanti terpilih,” tegas dr Maulana. Suasana semakin meriah saat H Hazrin Nurdin bersama istri dan seluruh undangan, bernyanyi bersama.

Diakhir acara, H Hazrin Nurdin bersama dr Maulana mencoblos secara simulasi kertas suara M Sum Indra-dr Maulana dihadapan ribuan undangan. Pekik kemenanganpun terus menggema sepanjang acara.(***)

Sumber: Jambi Independent
Foto: Rolanda Hasibuan
Suka · · · 15 jam yang lalu ·

SEJARAH MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN MUARO JAMBI

Sejarah Asal Usul Masyarakat Muara Jambi
Masyarakat Desa Muara Jambi merupakan masyarakat yang berasal dari perkembangan Marga Maro Sebo  yang telah lama hidup dan berkembang di wilayah ini. Perkembangan Marga Maro Sebo diyakini oleh masyarakat telah berlangsung sebelum berdirinya kompleks percandian di daerah ini. Namun jika dilihat lebih jauh hubungan ini belum dapat dijawab dan diperkuat dengan temuan-temuan yang telah berhasil ditemukan. Dilihat dari hubungan nilai-nilai budaya masyarakat Muara Jambi saat ini yang berlandaskan nila-nilai islam berbeda dengan nilai-nilai Budha.
*Dalam perspesifikasi masyarakat Muara Jambi, Maro diartikan maju. Sementara itu muara dalam pengetahuan mereka diartikan sebagai daerah yang menjadi pusat aktivitas sehari-hari mereka, seperti: tempat berkumpun, MCK, sarana transportasi dan lain-lain.
Bangunan  candi dan benda purbakala yang ditemukan. Perlu dilakukan kajian yang lebih lanjut untuk mengetahui jawaban pertanyaan ini.
Perkembangan kehidupan masyarakat Marga Muaro Sebo pada awalnya berkembang di beberapa wilayah kampong asli antara lain: Kunangan, Talang Duku, Tebat Patah, Kemingking Dalam, Teluk Jambu, Dusun Mudo, Sekumbung dan Muara Jambi. Dalam struktur pemerintahan marga di wilayah persekutuan adat Marga Muaro Sebo dipimpin oleh seorang Pesirah. Kependudukan Pesirah dalam pemerintahan Marga Muaro Sebo berpusat di Kampung Muara Jambi.
2.3.2. Sejarah Pemerintahan di Muara Jambi
Dalam sejarah pemerintahan di persekutukan adat Marga Sebo di Muara Jambi telah dipimpin oleh beberapa orang pesirah.beberapa pemerintahan Pesirah yang telah menerima antara lain adalah:
a.       a. Pesirah Usman
b.       b. Pesirah Bakar
c.       c. Pesirah Mingking
d.       d. Penghulu Kitun (A.Manas)
e.       e. Penghulu Abdullahntaha
Catatan sejarah tentang pemeritahan pesirah yang telah berlangsung di Muara Jambi diperkirakan berlangsung hingga masa penjajahan colonial Belanda. Catatan peristiwa dan kejadian-kejadian yang berlangsung dalam masa pemerintahan pesirah tidak terwarisi secara baik pada generasi sekarang. Pada masa kemerdekaan terjadi peralihan dalam system pemerintahan adat daerah ini. Penamaan Pesirah untuk pemimpin pemerintahan diganti dengan sebutan Penghulu. Pengunaan istilah penghulu ini digunakan hingga diterapkannya kebijakan tentang system pemerintahan desa sebagai pemerintahan terendah di Pesirah/Penghulu sebagai system pemerintahan adat di Jambi, khususnya di Muara Jambi berganti ke bentuk pemerintahan desa.
Palembang, Kerinci, Riau dan Curup. Kelompok etnis pendatang yang paling banyak adalah jawa. Banyaknya penduduk dari Jawa di desa Muara Jambi dilator belakangi oleh pengaruh hubungan kekerabatan. Orang Jawa yang terlebih dahulu masuk ke Desa Muara Jambi dan telah mempunyai kehidupan yang sudah mapan (punya rumah dan kebun). Pada saat pulang ke Jawa (lebaran/acara keluarga0, ketika kembali lagi mereka membawa serta kerabatnya datang ke Muara Jambi. Pola migrasi seperti ini tidak berlaku di Muara Jambi saja. Pada umumnya di propinsi Jambi, migrasi penduduk dari jawa memperlihatkan intensitas yang tinggi. Semakin sempitnya lahan yang sebanding lagi dengan perkebunan penduduk menjadi factor utama terjadinya migrasi tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi dan hubungan social yang berlangsung dengan menggunakan bahasa Melayu. Nilai-nilai Agama Islam sangat kuat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pada umumnya masyarakat Desa Muara Jambi merupakan pemeluk Agama Islam.
Pada saat in kehidupan kepala keluarga yang ada di Desa Muara Jambi lebih kurang 600 kepala keluarga diperkirakan jumlah penduduk desa sekitar 2119 jiwa, dari jumlah ini penduduk Desa Muara Jambi yang berjenis kelamin perempua berjumlah 1059 jiwa.
Berdasarkan data kependudukan yang dimiliki oleh pemerintah Desa Muara Jambi. Komposisi penduduk yang dibagi atas klasifikasi usia dapat dilihat melalui table berikut ini

              Tabel 1. Jumlah Penduduk Desa Muara Jambi
Berdasarkan Pengolahan Usia 2009
NO
Usia
Jumlah
1
Bayi 0 – 12 bulan
44 jiwa
2
Balita 1 – 5 tahun
199 jiwa
3
Anak 6 – 12 tahun
316 jiwa
4
Remaja 13 – 21 tahun
377 jiwa
5
Dewasa 22 – 59 tahun
1102 jiwa
Penerapan bentuk system pemerintahan ini berdampak dengan dipecahnya wilayah pemerintahan adapt Marga Maro Sebo dalam beberapa wilayah. Marga Maro Sebo yang awalnya terdiri atas delapan kampung dirubah menjadi pemerintahan desa yang memiliki pemerintahan semdiri. Hai ini secara tidak langsung berpengaruh ter hadap kehidupan social masyarakat. Hubungan social dan integrasi kehidupan masyarakat yang selama ini fsatu kesatuan berdasarkan kepada kesatuan adapt terpecah belah karena dibatasi oleh wilayah administrasi desa yang berbeda. Peralihan struktur kepemimpinan pun beralih, dari kepemimpinan seorang penghulu yang menjadi symbol penyatu dan pemimpin masyarakat yang tersebar di delapan kampung berganti dengan kepemimpinan Kepala Desa yang memerintah di kampung yang berubah menjadi wilayah desa. Semenjak beralij ke pemerintahan desa di Desa Muara Jambi telah memerintah beberapa Kepala Desa anatara lain :
a.       Sarkowi
b.       Penghulu Abdullah
c.       Penghulu Ibrahim ( 1986-2001)
d.       Kepala Desa Ramli (2001- sekarang)

Sumber: Draf Nominasi Daftar World Heritage, UNESCO - Situs Percandian Muarajambi (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, 2009)

Diskusi Sejarah Jawa Suriname

Radio  News Muaro jambi . Dari satu segi orang Jawa itu bersifat “nrimo”, tapi di segi lain juga otoriter. Demikian ucapan yang menonjol pada acara ceramah dan diskusi yang diselenggarakan oleh warga asal Jawa di Belanda pada hari Ahad 26 Mei 2013 lalu.
Ceramah dan diskusi yang menggunakan bahasa Belanda ini digelar oleh Stg Setiga Jawa ing Flevoland (SJiF) di Almere, kota yang dibangun di atas tanah hasil reklamasi yang terletak 30 meter di Utara Amsterdam.
Pembicara utama adalah Edward Moedjito Redjopawiro, seorang warga Suriname asal Jawa yang tengah menulis disertasinya di bidang hukum.
Dalam sambutannya ketua SJiF, Kaboel Karso, mengatakan pertemuan ini adalah bagian dari kegiatan mensosialisaskan budaya dan sejarah orang Jawa.
Dalam ceramahnya, yang dihadiri warga Jawa dari berbagai penjuru Belanda itu, Edward mengajak para hadirin untuk meninjau kembali sejarah imigrasi warga Jawa ke Suriname.
Pertama “wong Jowo” Suriname yang pernah mengikuti pendidikan militer di Kuba ini mempertanyakan apakah imigrasi itu bisa dikatakan imigrasi orang Jawa. Karena para buruh kontrak yang bertolak ke Suriname itu tidak semuanya dari suku Jawa, katanya. Banyak juga orang dari suku Sunda, Madura dan juga orang Sumatra. Selain itu ada pula yang tidak seratus persen berdarah Jawa, tambahnya. Contohnya dirinya sendiri.
“Nenek saya berasal dari Papua dan hidung saya agak mancung,“ guyonnya yang disambut ketawa publik.
Tahun kedatangan migran Jawa ke Surinma juga dipertanyakan. Apakah hijrah warga Jawa itu dimulai pada tahun 1890 atau 1853?
Menurut catatan resmi, rombongan pertama buruh kontrak asal Jawa tiba di Paramaribo, ibu kota Suriname, pada tanggal 9 Agustus 1890. Sementara 20-Oktober 1853 dikenal sebagai tanggal kedatangan migran Cina, yang dikatakan bertolak langsung dari negeri leluhur mereka.
Edward meragukan 1890 sebagai tahun kedatangan rombongan pertama orang Jawa ke Suriname. Pasalnya puluhan tahun sebelum itu sudah ada orang Jawa di Suriname, Edward berargumen.
Masalah-masalah lain yang dibicarakan dalam ceramah itu adalah keinginan warga Jawa untuk pulang ke tanah leluhur atas dorongan apa yang disebutnya dalam bahasa Belanda terugkeerideologie atau ideologi pulang kampung.
Edward menceritakan pula, mayoritas orang Jawa yang hijrah ke Suriname adalah karena terpaksa. Mereka merasa kecewa. Maka pada tahun lima puluhan abad lalu banyak yang ingin pulang ke Indonesia yang waktu itu baru merdeka.
Akhirnya memang ada yang pulang, tapi mereka dipaksa Soekarno untuk tinggal di Sumatra, tidak di pulau Jawa seperti yang mereka inginkan. Dan ini adalah kekecewaan kedua kalinya. “Mereka tidak menemukan syurga yang mereka rindukan,” tandas Edward.
Topik yang juga banyak dibicarakan dalam ceramah itu adalah adat atau dalam bahasa Belandanya gewoonterecht. Kebiasaan Jawa yang mereka bahwa ke Suriname misalnya tradisi atau kepercayaan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa penting seperti kelahiran, perkawinan dan tradisi Jawa lainnya.
Yang dibahas panjang lebar terutama adalah adat gotong royong. Kebiasaan ini masih terjadi di kampung-kampung orang Jawa di Suriname seperti gotong royong panen di sawah, membangun rumah dan sebagainya.
Seusai ceramah muncul diskusi sengit. Dan masalah yang sangat banyak ditanggapi selain soal gotong royong juga budaya ‘nrimo”. Dalam diskusi yang dipimpin Johan Raksowidjojo itu, seorang anggoa panel Anne Sastromedjo mengatakan, bahwa budaya “nrimo ayem” itu menghambat kemajuan orang Jawa.
Dari publik muncul suara yang mengungkap karakter orang Jawa sebagai berikut. “Dari satu segi mereka nrimo, tapi di segi lain otoriter,” katanya.
Anne Sastromedjo, yang bekerja sebagai senior advisor di pemkot Amsterdam itu juga menyayangkan terjadinya perpecahan di kalangan warga Jawa Suriname, yang disebabkan oleh para kiai yang menyalahgunakan kekuasaanya. Proses konservatisme muslim di kalangan masyarakat Jawa Suriname itu disebutnya dalam bahasa Belanda “hadijinisering” atau hajinisasi. Ini menyebabkan perpecahan di masyarakat Jawa, katanya.
Seorang anggota panel diskusi muda berpendapat tradisi Jawa gotong royong itu bisa diterapkan dalam kehidupan individualistik sekarang. Ia mengusulkan agar hukum adat yang tersirat itu dijadikan hukum tersurat.
Ketika diwawancara seusai acara ceramah dan diskusi Edward bercerita tentang kakeknya. “Kakek saya bernama Tokariyo asal Ponorogo. Ia termasuk orang-orang Jawa yang berangkat ke Suriname sebagai kuli kontrak. Sebab mereka mendengar bahwa kerja kontrak di Suriname bisa cepat kaya,” katanya dalam bahasa Jawa.
Ditanya tentang peranan Indonesia bagi warga Jawa Suriname Edward mengatakan: “Indonesia sangat berarti bagi orang Jawa Suriname. Ada keterkaitan karena imigrasi dan juga hubungan keluarga dan budaya. Anak muda juga mewarisi rasa keterikatan itu. Generasi muda Jawa Suriname menyukai pop Jawa, dangdut dan lain-lain”
Yang terakhir ini memang terbukti benarnya. Ketika saya mau pergi, seorang pemuda Jawa memberi saya flyer konser dangdut yang digelar Juni nanti di Belanda. Konser ini antara lain menampilkan artis dari Indonesia yaitu Didi Kempot dan Lia Amelia. 
ditulis oleh  Mantan jurnalis Radio Nederland siaran Bahasa Indonesia. Kini bekerja sebagai relawan di www.indoradio.nl

Senin, 17 Juni 2013

PENUHI KEBUTUHAN WARGA ,SEMPATIK TERUS LAKUKAN PROGRAM PRO RAKYAT

Penuhi Kebutuhan Warga, SIMPATIIK Terus Lakukan Program Pro Rakyat 
Source: http://sumindra.com/v1/?p=1310

SUMINDRA.COM – Program pro rakyat yang intens digulirkan pasangan Sum Indra – Maulana (SIMPATIK) hampir dua tahun belakangan ini dirasa sudah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan warga. Karenanya, diharapkan program – program yang menyentuh langsung tersebut bisa terus berkesinambungan tidak hanya berhenti sampai hari pemilihan walikota dan wakil walikota Jambi saja.

Seperti halnya pengobatan dan USG gratis yang dulunya hampir mustahil bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah lantaran keterbatasan dana, kini sudah bisa mereka nikmati. Begitu juga dengan layanan ambulans, bus, operasi bibir sumbing, pemberian kaca mata hingga persalinan, diberikan secara gratis oleh pasangan Sum Indra – Maulana bagi seluruh warga Kota Jambi.

‘’Kami harap nian apo yang dilakukan (program) pak Sum dan pak Maulana ni biso terus dilakukan secara terus menerus. Karno apo yang digelar ko memang yang diharapkan dan dibutuhkan wargo selamo ni. Kalau wargo sudah senang dalam arti kato kebutuhan mereka terpenuhi, tentunyo pemimpin yang semacam nilah yang dicari selamo ni,’’ ujar Abdurrahman, salah seorang warga dengan logat Jambinya yang kental.

Tidak hanya dari segi pelayanan kesehatan, Sum Indra – Maulana juga perhatian penuh dengan masalah kebersihan. Hal itu tercermin dari kegiatan gotong-royong yang telah rutin digelar. Program gotong-royong Sum – Maulana yang mengajak masyarakat peduli kebersihan lingkungannya sendiri akhirnya menuai hasil. Timbul kepedulian masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Hasilnya kini Kota Jambi dianugerahi Piala Adipura yang merupakan ikon kota bersih.

‘’Hidup bersih ternyato banyak dampaknyo. Dari mulai kesehatan kito terjago hinggo lingkungan kito menjadi asri. Gerakan gotong-royong yang dibuat SIMPATIK ni baru kami rasokan manfaatnyo sekarang. Hidup keluargo kami jadi sehat, nah kini tu pulo Kota Jambi akhirnyo mendapat Piala Adipura. Terimo kasih nianlah pak Sum dengan pak Maulana, disamping memperhatikan wargonyo jugo memperhatikan Kota Jambi tercinta ko,’’ timpal Hasan warga Jambi Selatan.

Sementara itu, dari sekian banyak program yang telah dijalankan, M Sum Indra SE MMSi – dr H Maulana MKM juga telah menyiapkan program lanjutan apabila keduanya terpilih nanti sebagai walikota dan wakil walikota Jambi periode 2013 – 2018. ‘’Program sosialisasi yang sudah kami lakukan memang didasari oleh apa yang dibutuhkan warga. Sehingga, untuk ke depannya kita tinggal meningkatkan saja,’’ ungkap Sum Indra.

Peningkatan pelayanan tersebut, lanjut Sum, diharapkan bisa mewujudkan Kota Jambi sebagai kota pelayanan yang bermartabat. ‘’Yakni bersih, mandiri, tertib, aman dan sejahtera, Insya Allah,’’ pungkasnya.[]
  Radio News Muaro Jambi , Program pro rakyat yang intens digulirkan pasangan Sum Indra – Maulana (SIMPATIK) hampir dua tahun belakangan ini dirasa sudah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan warga. Karenanya, diharapkan program – program yang menyentuh langsung tersebut bisa terus berkesinambungan tidak hanya berhenti sampai hari pemilihan walikota dan wakil walikota Jambi saja.

Seperti halnya pengobatan dan USG gratis yang dulunya hampir mustahil bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah lantaran keterbatasan dana, kini sudah bisa mereka nikmati. Begitu juga dengan layanan ambulans, bus, operasi bibir sumbing, pemberian kaca mata hingga persalinan, diberikan secara gratis oleh pasangan Sum Indra – Maulana bagi seluruh warga Kota Jambi.

‘’Kami harap nian apo yang dilakukan (program) pak Sum dan pak Maulana ni biso terus dilakukan secara terus menerus. Karno apo yang digelar ko memang yang diharapkan dan dibutuhkan wargo selamo ni. Kalau wargo sudah senang dalam arti kato kebutuhan mereka terpenuhi, tentunyo pemimpin yang semacam nilah yang dicari selamo ni,’’ ujar Abdurrahman, salah seorang warga dengan logat Jambinya yang kental.

Tidak hanya dari segi pelayanan kesehatan, Sum Indra – Maulana juga perhatian penuh dengan masalah kebersihan. Hal itu tercermin dari kegiatan gotong-royong yang telah rutin digelar. Program gotong-royong Sum – Maulana yang mengajak masyarakat peduli kebersihan lingkungannya sendiri akhirnya menuai hasil. Timbul kepedulian masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Hasilnya kini Kota Jambi dianugerahi Piala Adipura yang merupakan ikon kota bersih.

‘’Hidup bersih ternyato banyak dampaknyo. Dari mulai kesehatan kito terjago hinggo lingkungan kito menjadi asri. Gerakan gotong-royong yang dibuat SIMPATIK ni baru kami rasokan manfaatnyo sekarang. Hidup keluargo kami jadi sehat, nah kini tu pulo Kota Jambi akhirnyo mendapat Piala Adipura. Terimo kasih nianlah pak Sum dengan pak Maulana, disamping memperhatikan wargonyo jugo memperhatikan Kota Jambi tercinta ko,’’ timpal Hasan warga Jambi Selatan.

Sementara itu, dari sekian banyak program yang telah dijalankan, M Sum Indra SE MMSi – dr H Maulana MKM juga telah menyiapkan program lanjutan apabila keduanya terpilih nanti sebagai walikota dan wakil walikota Jambi periode 2013 – 2018. ‘’Program sosialisasi yang sudah kami lakukan memang didasari oleh apa yang dibutuhkan warga. Sehingga, untuk ke depannya kita tinggal meningkatkan saja,’’ ungkap Sum Indra.

Peningkatan pelayanan tersebut, lanjut Sum, diharapkan bisa mewujudkan Kota Jambi sebagai kota pelayanan yang bermartabat. ‘’Yakni bersih, mandiri, tertib, aman dan sejahtera, Insya Allah,’’ pungkasnya .

Sabtu, 15 Juni 2013

Calon Walikota Jambi M Sum Indra menilai

Sum Indra: Pesta Demokrasi, Pestanya Rakyat
Source: http://sumindra.com/v1/?p=1291

SUMINDRA.COM – Calon Walikota Jambi M Sum Indra menilai, perhelatan Pilwako yang sebentar lagi digelar adalah ajang pestanya rakyat. Dalam arti rakyat dapat bersuka cita karena bisa dengan bebas dan leluasa memilih siapa yang akan menjadi pemimpinnya. Hal tersebut diungkapkan Sum Indra saat ditemui wartawan pada salah satu kegiatan rangkaian kampanye dirinya.

Ia menambahkan, selayaknya sebuah pesta maka pesta demokrasi juga harus membuat semua pihak berbahagia. “Iya kita harus bahagia karena sebentar lagi akan memiliki pemimpin baru, pemimpin yang diharapkan mampu memenuhi keinginan masyarakat,” katanya.

Saat dimintai pendapatnya mengenai para kandidat yang maju dalam Pilwako kali ini, Sum menjawab diplomatis. “Semua orang memiliki konsep dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam demokrasi ini, tidak ada satu pihak pun yang boleh merasa paling benar. Demokrasi selalu memberikan ruang bagi siapapun untuk merasa dimengerti,” Kata Sum.

Oleh karena itu, dirinya bersama dr. Maulana selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan semua kandidat. “Semua kandidat itu saudara kami, bahkan orang tua kami. Masalah hasil Pilwako ini, kita serahkan kepada warga yang menilai dan Tuhan yang menentukan,” timpal dr. Maulana, Sabtu (15/6).[]

Reporter: Teddyzeeous Anggadipradja Radio News Muaro Jambi. Calon Walikota Jambi M Sum Indra menilai, perhelatan Pilwako yang sebentar lagi digelar adalah ajang pestanya rakyat. Dalam arti rakyat dapat bersuka cita karena bisa dengan bebas dan leluasa memilih siapa yang akan menjadi pemimpinnya. Hal tersebut diungkapkan Sum Indra saat ditemui wartawan pada salah satu kegiatan rangkaian kampanye dirinya.

Ia menambahkan, selayaknya sebuah pesta maka pesta demokrasi juga harus membuat semua pihak berbahagia. “Iya kita harus bahagia karena sebentar lagi akan memiliki pemimpin baru, pemimpin yang diharapkan mampu memenuhi keinginan masyarakat,” katanya.

Saat dimintai pendapatnya mengenai para kandidat yang maju dalam Pilwako kali ini, Sum menjawab diplomatis. “Semua orang memiliki konsep dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam demokrasi ini, tidak ada satu pihak pun yang boleh merasa paling benar. Demokrasi selalu memberikan ruang bagi siapapun untuk merasa dimengerti,” Kata Sum.

Oleh karena itu, dirinya bersama dr. Maulana selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan semua kandidat. “Semua kandidat itu saudara kami, bahkan orang tua kami. Masalah hasil Pilwako ini, kita serahkan kepada warga yang menilai dan Tuhan yang menentukan,” timpal dr. Maulana, Sabtu (15/6).[]

Reporter: Teddyzeeous Anggadipradja

JALAN MENUJU KECAMATAN DENDANG TANJABTIM RUSAK BERAT

Radio News Muaro Jambi,  Jalan Teluk Dawan menuju Kecamatan Dendang rusak parah. Badan jalan yang beraspal pun telah mengelupas dan berlobang. Kedalamannya diperkirakan mencapai 30 CM yang berada di sekitar SK 6 hingga SK 10. Sedikitnya, ada empat titik kerusakan jalan yang cukup parah dan menyebabkan pengguna jalan terpaksa lebih berhati-hati melintasi keruskan tersebut.

Kultur tanah gambut dan diperparah dengan lalulalang angkutan truk mengangkut sawit yang beratnya 6 ton hingga 8 ton, diduga yang menyebabkan kerusakan jalan kian parah. Setidaknya ada 40 truk bermuatan sawit yang lalulalang menggunakan jalan tersebut mengangkut sawit dari Dendang menuju Jambi.
Camat Dendang, Ibnu Hayat mengakui, kerusakan jalan ini mulai terjadi sejak awal tahun 2009 hingga sekarang. Sejauh ini pemerintah kecamatan bersama dengan masyarakat telah berupaya melakukan penimbunan dititik kerusakan jalan yang parah. ‘’Perbaikan yang kami lakukan swadaya dari masyarakat dengan menimbun jalan yang rusak dengan tanah dan batang kelapa,’’ kata Hayat.

Bahkan pihak kecamatan juga telah mengumpulkan para sopir truk dan mobil pengangkut tanah bersama masyarakat guna mencari solusi perbaikan jalan tersebut.
Alhasil, pemilik truk sawit bersedia menyumbangkan uang sebesar Rp.100 ribu per mobil untuk perbaikan jalan tersebut. Meski belum maksimal, kerusakan ini menyebabkan lalu lintas barang dan orang dari Dendang menuju Kota Muarasabak tersendat. Selain dalam lobang yang cukup dalam dan licin, dikhawatirkan kerusakan ini akan makin parah jika tidak segera diperbaiki. ‘’Kami sudah sampaikan hal ini ke Dinas Pekerjaan Umum Tanjab Timur untuk segera diperbaiki,’’ bebernya.
Tak hanya jalan yang rusak, salah satu jembatan kayu tepatnya depan pasar Catur Rahayu pun rusak. Lantai jembatan yang telah rusak pun terpaksa diganti dengan batang kelapa.  ini meninjau lokasi kerusakan jalan dan jembatan  kemarin, tapak beberapa warga yang berdiri di jembatan sedang memperbaiki lantai jembatan ini. 

Selain memperbaiki jembatan, warga ini juga meminta sumbangan seiklasnya dari pengguna jalan yang melewati jembatan ini dengan menggunakan kotak atau kaleng yang berada di kiri kanan jembatan.
Menurut Ibnu Hayat, guna mengatasi kerusakan jalan yang terus berlanjut dengan alternatif memasang fortal jalan dianggap bukan jalan yang tepat. Pasalnya, akan sangat dilematis dan berdampak merugikan warga khususnya petani sawit. Hal ini karena akan menambah biaya operasional pengangkutan. ‘’Ini cukup dilematis, kalau Dinas Perhubungan memasang Portal mereka akan berhadapan dengan masyarakat yang akan keberatan dengan penambahan biaya angkut dengan menggunakan mobil yang lebih kecil mengangkut sawit dari dalam,

Jumat, 14 Juni 2013

KOTA JAMBI TUAN RUMAH MTQ KE -44

RADIO NEWS MUARO JAMBI . Perhelatan akbar Musabaqoh Tilawatil Qur”an (MTQ) Ke 43 di Kabupaten Muarojambi,  berakhir.  Muarojambi  sebagai kontingen tuan rumah, berhasil meraih predikat juara umum. Selanjutnya, MTQ ke-44 akan digelar di Kota Jambi.
Sukses penyelenggaraan dan prestasi tentunya menjadi hasil yang cukup fantastis. Dominasi Batanghari yang selama 5 tahun berturut-turut menjadi Juara umum untuk kali ini harus merelakan gelar tersebut ke “Saudara Kandungnya” Kabupaten Muarojambi.
Muarojambi ditetapkan sebagai Juara Umum pada MTQ setelah mengumpulkan point tertinggi dari seluruh cabang yaitu sebanyak 80 point, sementara ditempat kedua ialah Kabupaten Batanghari dengan total nilai sebanyak 64 point, ditempat ketiga ialah Kabupaten Tanjabtim dengan total nilai 41 point, ditempat ke Empat ialah Tanjabbar dengan 37 point, sementara peringkat 5 besar yang terakhir diraih oleh Kabupaten Sarolangun dengan 35 point.
Sementara posisi 6 ialah Kabupaten Tebo dengan Point 26, tempat ke 7 yaitu Kabupaten Bungo dengan 22, sementara tempat ke 8 ialah Kota Jambi dengan 21 point, tempat ke 9 ialah Kabupaten Merangin dengan 19 point, tempat ke 10 yaotu Kabupaten Kerinci dengan 9 point dan posisi buncit ialah Kabupaten Sungai Penuh dengan 6 Point.
Hasil yang dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim MTQ ke 43 Prof. Hadri Hasan ini diumumkan pada malam penutupan di Arena Utama sekitar pukul 21.00 WIB, Muarojambi memperoleh 12 Juara 1 dan batanghari meraih 7 juara 1, total seluruh cabang yaitu 8 cabang dan 40 bidang/klasifikasi.
Sementara itu untuk perlombaan Kendaraan hias keluar sebagai terbaik 1 ialah Kabupaten Merangin, sementara kendaraan hias terbaik 2 ialah kabupaten Tebo dan terbaik 3 ialah kendaraan hias Kabupaten Muarojambi. Untuk perlombaan Bazar dinobatkan terbaik 1 pada Kabupaten Muarojambi dan terbaik 2 ialah Kabupaten Tebo dan terbaik 3 kota Sungai Penuh.
Perhelatan akbar MTQ ini kemudian ditutup secara resmi oleh Sekda Provinsi Jambi Ir. H. Syahrasaddin Msi ditandai dengan pemencetan sirene oleh Sekda Provinsi  bersama Bupati Muarojambi dan Unsur Muspida lainnya.
Dalam sambutannya Sekda Provinsi mengatakan bahwa selamat atas prestasi yang berhasil diraih oleh Kabupaten Muarojambi pada MTQ ke 43 dan terima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja maksimal selama acara. "Saya berharap agar pelaksanaan MTQ ke 43 ini dapat meninggalkan kesan positif dan kenangan yang baik bagi seluruh Khafilah, serta tetap terjalin silaturahmi yang baik antar peserta maunpun antar oficial,"ujar Sekda Provinsi.
Bupati Muarojambi H. Burhanuddin Mahir SH ketika ditemui usai pelaksanaan kegiatan mengungkapkan bahwa hasil ini merupakan sebuah kejutan bagi Kabupaten Muarojambi sebab target utama ialah sukses penyelenggaraan sebagai tuan rumah. "Ini merupakan sebuah kejutan dan buah dari kerj keras para Khafilah Muarojambi yang telah selama 2 bulan berlatih dan t
idak lupa kepada seluruh Oficial. Kegiatan yang telah mensupport seluruh Kahfilah,"tutur Bupati
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa target selanjutnya ialah mempertahankan gelar juara yang didapat melalui pembinaan yang berkesinambungan oleh LPTQ Muarojambi. "Selanjutnya ialah meneruskan prestasi ini kedepan agar tetap terjaga tradisinya, LPTQ harus segera melakukan pembinaan ulang, para atlit yang berprestasi tentu akan diberikan reward sebagai mana yang dijanjikan sebelumny,"janji Bupati.
Sekda Kabupaten Muarojambi Drs. Imbang Jaya ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa ucapan syukur Alhamdulillah pertama kali terucap atas suskses prestasi yang didapat, dan ucapan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah ikut membantu mensukseskan kegiatan MTQ ke 43 ini. "Syukur Alhamdulilah MTQ ke 43 telah sesuai target kami yaitu sukses pelaksanaan dan sukses prestasi, terlebih dengan raihan Juara umum yang berhasil direbut dari Kabupaten Batanghari," kontri Butor (ERA)

Kamis, 13 Juni 2013

KABUPATEN MUARO JAMBI JUARA UMUM DAERAH MTQ KE 43 TK PROVINSI JAMBI

KABUPATEN MUARO JAMBI JUARA UMUM DAERAH MTQ KE 43 TK PROVINSI JAMBI

Radio News Muaro Jambi . Sesuai dengan hasil pengumuman pada penutupan MTQ ke 43 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2013 semalam Kamis (13/06) di Arena MTQ di Kelurahan Jambi Kecil Kecamatan Maro Sebo Kab Muaro Jambi yang dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim DR. H. Hadri, MA bahwa Kabupaten Muaro Jambi berhak mendapat piala bergilir MTQ Tingkat Provinsi Jambi sebagai Juara Umum.
Setelah menunggu selama 3 tahaun akhirnya kafilah MTQ Kab Muaro Jambi meraih juara umum MTQ tk Prov Jambi yg diselenggarakan di Kab Muaro Jambi dgn memperoleh nilai 80 mengunguli kafilah Kab Batanghari (64) dan kafilah Kab Tanjabtim (41). Keberhasilan Kafilah Kab Muaro Jambi ini diraih kembali setelah absen sebagai juara umum 6 kali berturut-turut yg selamat dua thn belakangan ini diraih kafilah Kab Batanghari.
Sesuai dengan Keputusan Dewan Hakim MTQ ke 43 Provinsi Jambi nomor 03 tahun 2013 tentang penetapan pemenang I,II,III, dan harapan pada MTQ, Hifzh Al-Qur'an, Tafshir Al Qur'an, Fahm Al-Qur'an, Syarhil Al-Qur'an, Khath Al-Qur'an, Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur'an dan Barzanji Marhaba sebagai berikut :
A. Cabang Tilawah
1. Golongan Dewasa Qori terbaaik I Abdullah Fikri (Sarolangun) Qoriah terbaik I Siska Afrianti, SE.I (Kerinci)
2. Golongan Remaja Qori terbaaik I Makmun Riansyah (Batanghari) Qoriah terbaik I Afrika Pertiwi (Muaro Jambi)
3. Golongan Anak-anak Qori terbaaik I M. Fhari (Bungo) Qoriah terbaik I Luthfi Latifhah Rizki (Muaro Jambi)
4. Golongan Cacat Netra Qori terbaaik I Rabak (Tanjabtim) Qoriah terbaik I Leni Marlinda (Tanjab Barat)
5. Golongan Qira'at Al-Qur'an Qori terbail I R. Harmoko (Muaro Jambi) Qoriah Hj. Siti Khadijah (Muaro Jambi)
6. Golongan Tartil  Qori terbaaik I Al Fajri (Muaro Jambi) Qoriah terbaik I Fitri Handayani (Batanghari)
Setelah menunggu selama 3 th akhirnya kafilah MTQ Kab Muaro Jambi meraih juara umum MTQ tk Prov Jambi yg diselenggarakan di Kab Muaro Jambi dgn memperoleh nilai 80 mengunguli kafilah Kab Batanghari (64) dan kafilah Kab Tanjabtim (41). Keberhasilan Kafilah Kab Muaro Jambi ini diraih kembali setelah absen sebagai juara umum 6 kali berturut-turut yg selamat dua thn belakangan ini diraih kafilah Kab Batanghari

Rabu, 12 Juni 2013

BATANGHARI SIAP MEMPERTAHANKAN JUARA UMUM MTQ

Kabupaten Batanghari siap mematahkan mitos dan meladeni tuan rumah, Kabupaten Muaro Jambi pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (8/6). Berbagai persiapan dilakukan mulai dari Training Center (TC) hingga mendatangkan pelatih tingkat nasional.
Mampukah Batanghari mempertahankan supremasi sebagai juara umum berturut-turut dalam lima tahun terakhir di ajang MTQ Tingkat Provinsi ke-43 di Kabupaten Muara Jambi. Sebab, sudah lima tahun sejak 2003-2007 lalu, supremasi tertinggi itu pernah di tangan Muaro Jambi. Sebelum akhirnya direbut Kabupaten Batanghari pada 2008 di Batanghari.
Kini Muaro Jambi sebagai tuan rumah, tentu semangat menjadi tuan rumah dan keinginan merebut kembali posisi juara umum dari Batanghari cukup tinggi. Jika dirujuk pada pengalaman lima tahunan, ini merupakan kesempatan Muaro Jambi membalas kekalahan mereka untuk merebut supremasi ke-6 dari Batanghari.
Asisten II Pemkab Batanghari Damyuti saat dikonfirmasi mengatakan bahwa untuk memenangkan juara umum, upaya maksimal sudah dilakukan. Sehingga kini yang ada adalah keinginan untuk melihat hasil usaha yang telah dilakukan.
"Tentu kita ingin hasil terbaik, kita sudah berusaha dengan sekuat kemampuan dan berharap  meraih hasil sesuai keinginan,"ujar Damyuti kepada Tribun, Sabtu (8/6).Dikatakannya saat ini adalah waktu untuk melihat hasil pembekalan yang telah dilakukan selama ini.
Kabag Kesra Batanghari H Bustomi sendiri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa persiapan untuk membawa pulang supremasi tertinggi Tilawatil Quran tahunan ini sudah maksimal. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain TC ke Pusat, TC berjalan dan TC terpusat.
"Kita sudah mengupayakan TC ke pusat dengan 9 tahapan. Kemudian TC berjalan ada 8 tahapan. Serta terakhir adalah TC terpusat dengan 8 tahapan,"ujar H Bustomi.
Untuk pembekalan terhadap Qori dan Qoriah Batanghari, melalui TC ke pusat, pemerintah Kabupaten memberangkatkan Qoriah untuk digembleng pelatih nasional di Jakarta dan Kota lainnya. Di sana mereka dibekali berbagai ilmu dan pengalaman untuk setiap bidang yang menjadi spesialisasi mereka.
Demikian pula pada TC berjalan, yang dilakukan dalam 8 tahapan. Para qori dan qoriah mendatangi langsung para pelatih tingkat provinsi Jambi dan Kabupaten.  Pada TC terpusat ini dilakukan dalam 8 tahapan. Setiap tahapan dilaksanakan selama lima hari.
Bustomi sendiri mengatakan bahwa dengan upaya yang dilakukan seperti itu, diharapkan mampu membatah mitos angka lima dan mitos tuan rumah. Sehingga yang diperhatikan adalah kesiapan dan kesungguhan selama persiapan yang akan menentukan.

GUNUNG SEMERU MALANG, JAWA TIMUR INDONESIA

Adalah Gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru 3,676 meter. Kawah gunung ini disebut Joggring Saloko. Gunung ini juga memiliki kawasan hutan seperti Puncak Trikora di Pegunugan Jayawijaya yaitu: Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, Hutan ericaceous atau Hutan Gunung.
Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk pulang-pergi mendaki gunung ini, untuk mendaki gunung ini dapat melalui Kota Malang dan Lumajang, dari terminal Kota Malang dengan menggunakan angkutan umum menuju desa Tumpang, setelah itu dapat di lanjutkan dengan menggunakan jip ataupun truk sayuran dengan biaya Rp 20.000 per orang.Sebelum sampai di desa terakhir di kaki semeru yaitu Ranu Pani,kita harus mendapatkan ijin mendaki di Gubuklakah dengan rincian biaya Rp 6.000 (maksimal 10 orang), Rp 2.000 untuk Karcis masuk taman, dan Rp 2.000 untuk Asuransi.Di Ranu Pani juga terdapat Pos Pemeriksaan,Penginapan dan Warung.
Gunung Semeru Akan dikenakan biaya Rp 20.000 untuk pendaki yang membawa tenda, dan Rp 5000 untuk pendaki yang membawa kamera. Di Pos ini juga kita dapat mencari pemandu yang kebanyakan warga lokal yang membantu kita untuk menunjukkan arah atau rute pendakian,membawakan barang sampai memasak yang disebut dengan Porter. Di Pos ini juga terdapat dua buah Danau yang bisa kamu kunjungi antara lain Danau Ranu Pani dan Danau Ranu Regulo terletak di ketinggian 2,200 meter.
Sesampainya di Gapura Selamat Datang akan ada dua jalur alternatif bagi para pendaki, selain jalur yang biasa dilalui para pendaki ada pula jalur pintas namun di jalur ini jalanya sangat terjal dan curam sangat berbahaya untuk para pemula. Setelah berjalan sekitar 5 km kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah dengan hamparan bunga edelwais selain itu banyaknya pohon pinus dan cemara menjadikan udara di sini jauh dari polusi masih sangat alami,segar dan sejuk. Untuk menuju Ranu kumbolo masih harus berjalan 4,5 km, di sini terdapat pos penginapan bagi para pendaki atau bisa juga mendirikan tenda sendiri, Di Ranu Kumbolo terdapat danau yang airnya sangat jernih. Pemandangan terbaik di sini bisa di nikmati pagi hari karena bisa melihat matahari terbit dari sela-sela bukit.
Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional ini terdiri dari Pegunugan dan Lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa Gunung dan Danau di kaldera Tengger yaitu:
- Gunung Bromo dengan ketinggian 2.392 meter
- Gunung Batok dengan ketinggian 2.470 meter
- Gunung Kursi dengan ketinggian 2,581 meter
- Gunung Watangan dengan ketinggian 2,662 meter
- Gunung Wididaren dengan ketinggian 2,650 meter
- Danau Ranu Pani
- Danau Ranu Kumbolo
- Danuau Regulo dan
- Danau Darungan
Di karenakan luasnya kawasan Taman Nasional ini dan masih sangat alami, di sini juga dapat ditemukan aneka flora dan fauna antara lain: Cemara, Akasia, Pinus, Jenis Jamuju, Kirinyuh, Alang-alang, Harendong, Anggrek Endemik dan tentu saja Edelwais. Untuk Faunanya sendiri antara lain: Macan kumbang,Budeng, Luwak,Kijang, Kancil, Belibis dll.
Untuk itu meskipun menempuh jalan terjal dan curam, pastinya akan terbayar dengan keindahan alam sekitar.

Mengapa selalu dengar radio