Seseorang yang merasa mendapatkan anugerah atau karunia dari Tuhan, tentu akan bersyukur.
Misalnya
: mendapatkan kenaikan pangkat, mendapatkan jabatan yang lebih tinggi,
seperti diangkat menjadi direktur, kepala kantor, lurah, bupati,
gubernur,
Secara tradisi, ungkapan rasa syukur dilakukan dengan mengadakan upacara kecil berupa syukuran atau
slametan.
Upacara syukuran dilakukan bersama dengan keluarga , teman-teman dekat, teman-teman sejawat, tetangga dll.
Secara
tradisional acara syukuran dimulai dengan doa bersama, dengan duduk
bersila diatas tikar, melingkari nasi tumpeng dengan lauk pauk dan
sesaji.
Yang terpenting adalah doa, ucapan syukur yang ditujukan
kepada Gusti, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang telah
memberikan anugerah kepada seorang titahnya. Pada umumnya inti doa
adalah sebagai berikut : Setelah mengucap syukur atas anugerah yang
dilimpahkan Tuhan, semoga titah yang mendapatkan karunia dan kepercayaan
dari Tuhan berupa kedudukan yang lebih tinggi, yang telah menaikkan
derajatnya dan sekaligus tanggungjawabnya, selalu mendapatkan bimbingan
Nya, untuk selalu mampu melaksanakan tugasnya dengan selamat, baik dan
benar. Semoga dijauhkan dari segala goda dan halangan yang bisa
menjadikan petaka bagi diri, keluarga, maupun instansinya.
Dengan
selalu memohon berkah Tuhan dengan penuh kesadaran untuk
mengaplikasikan segenap pengetahuan dan kemampuannya secara maksimal,
bekerjasama dengan kolega-koleganya dengan sinergis, maka segala usaha
dan upayanya akan membawa berkah kebaikan, kesejahteraan dan kemajuan
bagi instansi, jawatan atau daerah yang dipimpinnya.
Setelah doa, dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng, santap bersama dan ramah tamah.
Pada
saat ini, untuk praktisnya, nasi tumpeng, lauk pauk dan sesaji ( kalau
ada) ditaruh diatas sebuah meja. Seluruh hadirin melakukan doa bersama
dengan berdiri mengelilingi meja. Kalau mejanya kecil, sesaji( kalau
ada) ditempatkan dimeja lain.
Catatan mengenai sesaji :Sesaji yang diadakan untuk mengiringi upacara syukuran, maksud tujuannya seperti doa. Intinya adalah bersyukur kepada
Gusti,
Tuhan dan semoga dengan berkah Nya, segala tugas akan dilaksanakan
dengan selamat, baik,benar dan membawa kesejahteraan dan kemajuan yang
lebih baik. Nasi tumpeng komplit sebenarnya mempunyai makna sebagai doa
dan sesaji.
Syukuran karena terbebas dari halanganSelain
adanya syukuran yang dikarenakan dapat promosi jabatan atau dapat
rejeki, orang juga melakukan syukuran setelah terbebas dari halangan
berat. Misalnya setelah sembuh dari sakit yang gawat atau terbebas dari
penderitaan yang amat berat. Semoga selanjutnya, selalu mendapat
perlindungan dan berkah dari
Gusti, Tuhan, supaya jalan kehidupannya selalu selamat, sehat dan sejahtera, bahagia lahir batin.
Bersyukur kepada Gusti, selalu ingat kepada asal muasalSudah seharusnya ,setiap manusia menyukuri keberadaannya untuk hidup didunia ini.Dengan izin
Gusti, melalui karsa dan jalinan kasih Ibu dan Bapak, suksma yang berasal dari mula-mula, melangkah turun untuk hidup dibumi.
Setelah
melalui proses 9/ sembilan bulan dalam kandungan, suksma yang sudah
berpakaian badan komplit kasar dan halus, terlahir sebagai bayi, manusia
baru yang akan menjalani hidup sementara didunia ini.
Saudara-saudara halusOrang Jawa tradisional percaya bahwa setiap orang mempunyai beberapa saudara halus –
sedulur alus, yang selalu menyertainyanya dimanapun si manusia berada.
Para
saudara halus yang tidak berbadan fisik ini ,mengawal si manusia yang
ber-raga fisik. Mereka selalu menyertai, melindungi, membantu, supaya si
manusia menjalani kehidupannya dengan selamat, sehat, sejahtera selama
hidup dibumi ini. Tugas tersebut adalah sesuai ketentuan dari
Gusti. Orang Jawa menyebut mereka :
Sedulur papat kalima pancer – Saudara empat ,yang kelima pancer , yang terdiri dari :
- Kakang Kawah
Kakak kawah, yang keluar dari rahim ibu, sebelum si bayi. Tempatnya di Timur, warnanya putih.
- Adi Ari-ari
Adik ari-ari, yang keluar dari rahim ibu, sesudah si bayi. Tempatnya di Barat, warnanya kuning.
- Getih
Darah, yang keluar dari rahim ibu sewaktu melahirkan. Tempatnya di Selatan, warnanya merah.
- Puser
Pusar, yang dipotong sesudah kelahiran bayi. Tempatnya di Utara, warnanya hitam.
- Pancer
Keempat
saudara diatas tidak punya raga fisik, sedangkan pancer adalah badan
jasmani, yang berada ditengah. Oleh karena itu selain disebut Sedulur papat kalimo pancer, juga dipanggil Keblat papat, kalimo tengah
Selain
Sedulur papat kalimo pancer, masih ada lagi ,yaitu :
Mar Marti.Mereka adalah saudara-saudara manusia yang lebih tua. Mereka itu tidak ikut dilahirkan melalui rahim ibu.
Mar, merefleksikan perjuangan ibu saat melahirkan si bayi. Keluar daya, hawa, kekuatan yang hebat untuk hidup dan menghidupi.
Marti, merefleksikan keberhasilan ibu sesudah melalui perjuangan. Perjuangan berhasil, rasanya lega.
Oleh karena itu,
Mar dan
Marti, itu dinilai tinggi derajatnya, bagaikan raja dan ratu. Secara mistis warna cahayanya putih dan kuning muda jernih
Mar Marti
akan membantu manusia yang dikawalnya, hanya dalam hal yang penting,
dalam keadaan yang benar-benar diperlukan. Manusia bisa meminta bantuan
Mar Marti, sesudah dia punya pikiran dan rasa yang jernih, sesudah melalui
tapa brata ( laku spiritual yang sungguh-sungguh).
Saudara-saudara halus yang lain, bisa dimintai bantuan setiap saat, untuk keperluan kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut ada saudara-saudara halus yang dipanggil :
Kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang metu ora saka margo ino. Semua saudaraku yang ada, dengan melalui rahim ibu dan yang ada tanpa melalui rahim ibu.
Kabeh kadang ingsun kang ora katon miwah kang ora karawatan.Semua saudaraku yang tidak kelihatan dan tidak terawat.
Jadi, saudara halus setiap manusia itu banyak sekali, ini yang suka disebut
sedulur sinarawedi.
Semua saudara halus itu dengan setia melakukan tugas yang telah digariskan
Gusti, untuk melindungi dan membantu satu-satunya saudara yang berujud/
bleger-bahasa Jawa/ sebagai sosok manusia, yaitu suksma yang memakai raga kasar/fisik dan raga halus/eterik.
Secara
umum, selama raga dan seluruh komponen si manusia, masih baik, maka “
kesementaraan” keberadaan manusia didunia ini masih berlanjut.
Kalau
raganya, komponennya tidak berfungsi, karena rusak/penyakit atau sudah
aus/tua dan tidak bisa diperbaiki lagi/ disehatkan lagi, maka suksma
akan kembali keasal muasal, ke mula-mula hidup, kepada haribaan
Gusti, Tuhan.
Tugas-tugas saudara-saudara halusMar Marti : Membantu untuk hal-hal yang sangat penting.
Sedulur papat kalimo pancer dan yang lain-lain : Melindungi dan membantu untuk kelancaran hidup sehari-hari.
Tentu bantuan yang diberikan ,pada dasarnya adalah untuk hal-hal yang baik-baik.
Perlu
diketahui bahwa semua saudara halus selalu bersama dengan figur manusia
yang dikawalnya, artinya selalu bersama dengan masing-masing kita, kita
sadari atau tidak.Mereka selalu melindungi dan membantu.
Banyak
yang tidak mengerti bahwa para pengawal yang berupa saudara halus
tersebut, juga merasa senang kalau kita menyadari kehadiran mereka,
terlebih kalau kita juga memperhatikan mereka. Kalau mereka dianggap dan
diperhatikan, mereka akan membantu lebih baik lagi. Mereka senang bila
setiap saat diajak berpartisipasi dalam setiap kegiatan kita, seperti :
minum, makan, belajar, bekerja, menyopir, mandi dlsb.
Contoh mengajak saudara-saudara halus, katakan dalam batin :
- Semua saudara halusku ( secara lengkap adalah : Kakang
kawah, adi ari-ari, getih, puser, kadang ingsun papat kalimo pancer.
Kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang metu ora saka
margo ino,Kabeh kadang ingsun kang ora katon lan ora karawatan), saya mau makan, bantulah saya-Aku arep mangan, ewang-ewangana. Artinya kita dibantu bisa makan dengan selamat dan makanan itu juga baik untuk kita.
- Semua
saudara halusku, bantulah saya untuk menyopir mobil ini dengan selamat
sampai kekantor. Artinya selama menyopir selamat dan sampai ke kantor
lancar, tidak ada halangan ataupun kecelakaan.
- Semua saudara halusku bantulah saya dalam bekerja, sehingga pekerjaan saya lancar dan benar.
Perlindungan waktu tidurPada
waktu mau tidur,kita tidak minta dibantu oleh saudara-saudara halus,
nanti mereka ikut tidur, sesuatu yang mereka tidak perlukan, karena
tidur bukan alam mereka.
Pada waktu mau tidur katakan dalam batin
:Semua saudara halusku,saya mau tidur, lindungilah saya. Kalau ada yang
mengganggu atau membahayakan, kamu tanggulangi atau bangunkan saya.
-
Kabeh
sedulur alusku, aku arep turu, reksanen aku sajerone turu, yen ana kang
ngganggu utawa mbebayani, tandangana utawa gugahen aku.Sambil
merebahkan badan ditempat tidur, sebelum menutup mata, letakkan tangan
kanan didada menyentuh jantung, katakan dalam batin :
Aku iyo urip – Saya juga hidup.
Ini nasihat dan berdasarkan pengalaman para pinisepuh. Biasanya tidur jadi enak, selamat, bangun tidur segar cerah.
WetonWeton atau
wetonan
adalah peringatan hari lahir setiap 35-tiga puluh lima hari sekali.
Untuk orang Jawa tradisonal sangat penting untuk mengetahui wetonnya,
sesuai dengan kalender Jawa.
Dengan mengetahui tanggal, bulan dan tahun kelahiran menurut kalender Masehi, bisa diketahui
weton seseorang.
Hari kelahiran menurut kalender Jawa atau
weton terjadi setiap selapan hari artinya setiap 35-tiga puluh lima hari. Ini merupakan gabungan antara
Hari Tujuh, Senin sampai dengan Sabtu dan
Hari Lima Jawa: Legi , Paing, Pon, Wage, Kliwon.
Jadi yang lahir hari Senin, bisa Senin Legi, Senin Paing, Senin Pon, Senin Wage, Senin Kliwon .
Demikian pula yang lahir dihari-hari lain Selasa dan seterusnya.
Pada
setiap saat weton dari seseorang, misalnya Jum’at Kliwon atau Sabtu
Legi. Ini adalah saat yang tepat untuk mengingat kepada saudara-saudara
halus kita semua.Pada saat wetonnya, sesudah jam enam sore, karena hari
Jawa mengikuti kalender sistim rembulan, jadi mulainya sore hari, orang
yang punya weton malam itu akan mengingat saudara-saudara
halusnya.Biasanya orang membuat
bancakan – sesaji kecil. Ada yang membuat
sego gudangan,nasi dengan lauk sayur atau bubur merah putih dan segelas air putih matang.
Secawan bubur merah putih dan segelas air putih itu
diujubke/
diberikan kepada semua saudara halus, dengan diletakkan diatas meja dan
berkata dalam batin : Ini untuk semua saudara halusku, aku selalu ingat
kalian, maka itu jagalah dan bantulah aku.
Pemberian bubur merah putih dan air putih dan
ucapan tersebut, itu merupakan sesaji yang paling sederhana , tetapi
mendasar. Karena inti sarinya mengenali dan menghargai semua saudara
halus dan ingat kepada ibu dan bapak, kedua orang tua kita, menghormati
kakek nenek yang telah menurunkan kita dan yang paling penting untuk
memuja dan berterima kasih kepada Sang Pencipta Hidup,
Gusti, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pada waktu-waktu tertentu, orang melakukan peringatan
weton
dengan cara mengundang beberapa kerabat atau kenalan baiknya. Pada saat
seperti itu, biasanya sesaji lebih komplit, termasuk nasi tumpeng dan
lauk pauknya dsb. Sesudah diadakan doa bersama, dilanjutkan dengan
menyantap hidangan.
Hubungan serasiBagi orang Jawa tradisional, sangat penting untuk mempunyai hubungan yang serasi (
jumbuh)
dengan saudara-saudara halus. Caranya, setiap bertindak ajaklah mereka,
untuk minta dibantu atau dijaga.Sebelum hubungannya terasa serasi,
akrab dengan mereka, setiap saat selalu panggilah mereka lengkap, satu
per satu. Kalau sudah akrab, bisa dipanggil dengan : Semua saudara
halusku, bantulah aku untuk ...., jagalah aku selama ......dan
sebagainya menurut kebutuhan.
Namun, pada saat yang penting atau
untuk urusan penting , umpamanya untuk menemani sewaktu berdoa, meditasi
atau semadi, adalah bijak untuk memanggil nama mereka secara lengkap,
satu per satu.
Menurut pengalaman para pinisepuh, peranan
Kakang Kawah dan
Adi Ari-ari dalam membantu sangatlah penting. Sesuai dengan sifat alamnya,
Kakang Kawah selalu berusaha dengan sebaik-baiknya membantu terjadinya semua keinginan dan usaha, sedangkan
Adi Ari-ari selalu mendukung dan menyenangkan.
Ada
kalanya atau ada orang yang setiap wetonnya, selama 24 Jam, sehari
semalam melakukan laku prihatin, seperti berpuasa sehari semalam, tidak
tidur sama sekali selama 24 jam atau tidur hanya sedikit sesudah tengah
malam, berpasrah diri kepada
Gusti.
Ini untuk
mengingatkan akan posisi dan tugas seorang titah. Bahwa hidup ini tidak
untuk hanya makan sepuasnya dan mengutamakan tidur yang lama dan
memenuhi kehendak keduniawiannya yang mengabdi kepada materi dan egonya
Tetapi manusia supaya ingat, akan posisinya dan tugasnya yang mulia
untuk
memayu hayuning sesama
lan buwana-untuk
membangun kehidupan antar sesama yang baik dan melestarikan buana,
supaya mampu melaksanakan kehidupan didunia ini dengan baik, benar,
sejahtera, bahagia lahir batin.
JagadKejawen,
Suryo S. Negoro