Jumat, 01 Februari 2013

BUDAYA TRADISI DAN KEARIFAN LOKAL DI JAMBI

Sebagai bagian masyarakat Melayu yang umumnya menjadi suku orang-orang yang ada di Pulau Sumatera, sejak dahulu masyarakat Jambi memang dikenal sebagai masyarakat yang memiliki kebudayaan dan tradisi. Tradisi ini terutama berkaitan dengan alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dan aspek integral masyarakat Jambi. Keseharian hidup masyarakat Jambi memang tidak dapat dilepaskan dengan alam, terutama dengan beragam sumberdaya alam yang ada di kawasan ini.
Salah satu masyarakat Jambi yang memiliki tradisi yang kuat adalah Tabir Ilir yang beberapa tahun lalu memekarkan diri dari Tabir. Tradisi masyarakat lazim juga disebut sebagai kearifan lokal (indigenous knowledge) yang secara sederhana dapat didefenisikan sebagai pengetahuan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tertentu yang mencakup di dalamnya sejumlah pengetahuan kebudayaan yang berkaitan dengan model-model pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam secara lestari. Sepintas lalu kearifan lokal memang telah ‘terkubur’ seiring dengan serbuan kapitalisme yang menerpa setiap sendi kehidupan masyarakat dengan mengatasnamakan pembangunan. Di masa lalu, kearifan lokal memang mengemuka dalam terminologi pantangan yang bercorak religius-magis dan aturan adat, sedangkan dalam konteks sekarang, pengetahuan lokal tidak lagi dipandang sebagai takhayul (superstition), akan tetapi telah mengajarkan manusia pada kerendahan hati dan kebutuhan untuk belajar dari suatu komunitas sebelum kita mengajari mereka. Namun demikian, sesungguhnya kearifan lokal tidak hanya menyangkut pengetahuan masyarakat lokal mengenai sumberdaya alam yang ada di sekitarnya, tetapi juga berhubungan dengan kehidupan yang mereka jalani.

2 komentar:

Mengapa selalu dengar radio